07
Nov
07

Album Review: Ian Brown – The World Is Yours

ian_brown-the-world-is-yours.png

Ian Brown
The World Is Yours
Polydor – 2007


Di suatu subuh, kira-kira satu dekade yang silam untuk pertama kalinya saya mendengarkan The Stone Roses. Yang terdengar waktu itu adalah musik sebuah band yang akhirnya menduduki tempat teratas “Top 5” band favorit sepanjang masa dalam daftar pribadi saya. Mereka, The Stone Roses, mendefinisikan sebuah suara yang secara tidak langsung selalu saya cari dalam sebuah band, begitu menghempaskan. Sebuah suara keajaiban.

Waktu itu, band legendaris asal Manchester tersebut telah bubar. Sang vokalis, Ian Brown sedang mempersiapkan dirinya untuk melanjutkan karirnya sebagai seorang solo artis. Ia tidak rela kecintaannya pada musik terkubur begitu saja bersama The Stone Roses. Hasratnya masih membara, ia ingin mengantarkan musik yang selama ini selalu berada di kepalanya, penuh dengan beat tanpa menghilangkan ciri khas vokal yang ia punya sejak bersama The Stone Roses.

Bukan rahasia lagi, kalau Ian Brown dan gitaris The Stone Roses John Squire di masa-masa akhir band tersebut, meributkan ke mana arah band itu akan menuju. Squire tergila-gila dengan riff gitar megah ala Led Zeppelin, sedangkan Ian Brown menuju kepada musik dansa yang bisa dinikmati anak-anak indie tanpa harus malu kehilangan identitas. Dengarkan saja “Begging You” atau track legendaris mereka “Fools Gold”.

Dan jalan inilah yang dipilih oleh Ian Brown. Di Seluruh karya solonya ia menganimasikan dan juga mengeksplor beat dan sample, berusaha untuk menciptakan “Fools Gold” lainnya, dan hasilnya sampai saat ini tidak mengecewakan. Sadar akan kemampuan vokalnya yang terbatas, ia memilih untuk menyerang dengan senjata terbaiknya, sengatan beat mematikan yang akan membuat orang akan berkata, “Ini adalah musik Ian Brown, ia bukan hanya sekedar mendompleng ketenaran The Stone Roses”.

“The World Is Yours” mengeksibisikan semua yang dipuja Ian Brown secara pribadi. Single pertamanya “Illegal Attacks” yang juga menampilkan suara Sinead O’Connor, merupakan pandangan dunianya terhadap keadaan sekarang ini. Di lagu ini ia bernyanyi dengan latar belakang orchestra yang megah, memprotes politik luar negeri Inggris “So what the fuck is this UK/Gunnin’ with US of A/In Iraq and Iran and in Afghanistan/…./It’s a commercial crusade/’Cause all the oil men get paid/…/These are illegal attacks”. Ia tidak ingin dianggap sebagai mesias untuk generasi Madchester saja, seperti musisi-musisi besar sebelum dirinya, ia menggunakan musik sebagai alat protes.

Dalam track yang lain yang juga menfiturkan vokal Sinead O’Connor “Some Folks Are Hollow” ia seperti berusaha mendobrak pandangan tentang suatu skema tertentu terhadap agama. Tapi bukan itu saja yang dicobanya, dengan suara gitar “backward” yang muncul sesekali di lagu ini, dicampur dengan suara drum dan loops, lagu ini menampilkan ambien ciri khas Ian Brown yang membawa kita untuk kembali menerawang di sebuah subuh.

Percumbuan loops, gitar dan vokalnya itu, ia lanjutkan dalam “Me And You Forever”. Beat awal dalam “Eternal Flame” nyaris membawa kita dalam dugaan salah, bahwa ini adalah lagu dari sebuah artis hip-hop, sebelum suara Ian Brown memenuhi lagu tersebut. Tetapi sebenarnya di sinilah letak kelebihan dirinya. Ia tidak malu untuk mengeksplor hal lain, tanpa menghilangkan statusnya sebagai seorang legenda. Hal serupa juga dirasakan dalam intro “Sister Rose”, hanya saja yang terasa bukanlah sedang mendegarkan sebuah lagu hip-hop, tetapi soundtrack sebuah film monochrome. Di “On Track” ia menyampaikan pesan kehidupannya sekali lagi kepada kita “Just as life is for living/So love is for living/…/If you don’t give you don’t get/Didn’t you learn that yet?”

Dengan album ini Ian Brown mengukuhkan dirinya. Ia tidak mempedulikan yang orang pikirkan, ia hanya ingin menyampaikan pesannya, menunjukkan kepada dunia inilah musik yang ia cintai, dan dengan ini ia akan selalu memiliki dunianya. Ia telah kembali. Hail to the King Monkey!

David Wahyu Hidayat


0 Responses to “Album Review: Ian Brown – The World Is Yours”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


November 2007
S S R K J S M
    Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: