07
Agu
09

Konser Review: Phoenix – Bengkel Night Park Jakarta, 01 Agustus 2009

Phoenix

Beatfest 2009

Bengkel Night Park, Jakarta

01 Agustus 2009

Band Pembuka: Naif, The S.I.G.I.T, Rock ‘n’ Roll Mafia

Setlist:

Lisztomania, Long Distance Call, Consolation Prizes, Lasso, Napoleon Says, Funky Squaredance, Rally, Girlfriend, Armistice, Love Like A Sunset, Run Run Run, Sometimes In The Fall, Rome

Encore: Playground Love, If I Ever Feel Better, Too Young, 1901

IMG00087-20090801-2239

Review:

Kami tidak takut, kami ingin berpesta dan berdansa sampai malam, karena tidak ada yang dapat menghalangi kami menikmati hidup ini. Kalau ada slogan tidak ofisial dari pagelaran Beatfest 2009 di Bengkel Night Park, Jakarta 01 Agustus yang lalu, mungkin bunyinya akan seperti itu. Pasca pemboman Marriot-Ritz 2 minggu sebelumnya, semua muda-mudi Jakarta berpesta tanpa kuatir sedikitpun akan ada sesuatu yang akan berjalan salah.

Perayaan malam itu dimulai dengan penampilan Naif, yang disusul dengan suguhan bombastis dari The S.I.G.I.T. Makin sering melihat penampilan mereka, sepertinya mereka semakin matang dari segala sisi. Mereka beraksi seperti layaknya seorang rock star sejati, memainkan lagu rock yang memukau semua orang. Seakan mereka sudah terlalu besar untuk negeri ini, dan tidak ada lagi yang dapat menahan sepak terjang mereka. Memainkan lagu – lagu antemik seperti “Did I Ask Your Opinion”, “Clove Doper”, dan “The Party” mereka memberikan segalanya, dengan aksi panggung maksimal yang berporos di permainan gitar Rekti dan Farri. Di lagu “Midnight Mosque Song” mereka mempersembahkan sebuah homage kepada pahlawan musikalis pribadi mereka, Led Zeppelin, dengan Farri yang mengambil tungkai gesek biola dan memainkannya pada gitarnya disusul dengan riff gitar yang mengingatkan kita dengan sangat pada “Babe I’m Gonna Leave You”. Menutup set mereka dengan “Black Amplifier”, Bengkel Night Park terpana dengan kedashyatan The S.I.G.I.T malam itu.

Tak lama setelah penampilan Rock ‘n’ Roll Mafia, band pemuncak malam itu, Phoenix,  tampil di atas panggung Bengkel Night Park. Menggebrak dengan “Lisztomania”, semua orang yang hadir di Bengkel malam itu membuktikan bahwa Jakarta bukanlah tempat yang perlu ditakuti, tetapi tempat paling menyenangkan yang pernah dimiliki negeri ini. Semua orang berdansa tanpa terkecuali. Disusul dengan “Long Distance Call” dan sebuah nomor Housemartin-esque “Consolation Prize” menaikkan kadar endorphine semua orang di Bengkel. Bagai sebuah kejutan yang menyenangkan, Phoenix di set utamanya cukup banyak memainkan lagu dari album “It’s Never Been Like That”, selain 2 lagu yang disebut di atas mereka juga memainkan “Napoleon Says” dan “Rally” yang diselingi oleh sebuah versi singkat mencengangkan dari “Funky Squaredance”.

Salah satu pemuncak malam itu adalah waktu band asal Perancis tersebut memainkan “Love Like A Sunset”. Dengan penataan cahaya yang memukau, yang terkadang memperlihatkan Phoenix sebagai sebuah siluet majestik di atas panggung, lagu tersebut berfungsi dengan maksimal untuk menghinoptis penonton yang terpukau oleh keagungan sosok band tersebut. “Sometimes In The Fall” yang juga dari album “It’s Never Been Like That” dimainkan di penghujung set utama mereka yang lalu dipungkasi dengan “Rome”.

Setelah secara obligatoris Phoenix menghilang dari atas panggung, Thomas Mars kembali dengan hanya ditemani oleh Christian Mazzalai. Mereka lalu meluncurkan sebuah nomor dari Air “Playground Love”, yang menjadi soundtrack film “Virgin Suicides”, sebuah film yang disutradai oleh pasangan hidup Mars, Sofia Coppola. Ada sesuatu yang magis dalam keheningan suara waktu mereka memainkan lagu tersebut. Keheningan itu tapi tidak dibiarkan lama, karena dengan susunan penuh Phoenix memberikan segalanya dalam “If I Ever Feel Better” dan “Too Young”. Tak pelak lagi semua orang di bengkel juga berdansa seakan di negeri ini tidak pernah ada ancaman bom, seakan negeri ini adalah negeri yang paling mengagumkan di seluruh bumi, dan mungkin pada momen itu, hal tersebut adalah fakta.

Suara sonar yang mengawali “1901” adalah permulaan dari sebuah akhir. Sebuah pamungkas dalam suguhan yang terasa terlalu singkat. Malam itu generasi Twitter negeri ini mendapatkan pestanya. Malam itu mereka menjadikan negeri ini menjadi sebuah kesatuan, melalui musik. Melalui sebuah perayaan, tanpa mengenal rasa takut. Dan sudah seharusnya kita selalu bersikap seperti itu.

David Wahyu Hidayat


2 Responses to “Konser Review: Phoenix – Bengkel Night Park Jakarta, 01 Agustus 2009”


  1. 1 galih
    Agustus 14, 2009 pukul 4:13 pm

    akhirnya ada juga yg bikin review phoenix 1 Agustus kemaren
    Emang mantab dah konser kemaren
    sayangnya SummerDays, (You Can`t Blame It On)Anybody n Everything Is Everything ga dimainin
    tapi tetep aja AWESOME

  2. Agustus 20, 2009 pukul 10:27 am

    yihaaa Phoenix Rowcks! gila banget ya lightingnya, pasti mereka bawa sendiri tuh..soalnya pas banget per lagunya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Agustus 2009
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: