07
Nov
07

Album Review: Pure Saturday – Time For A Change, Time To Move On

pure-saturday-time-for-a-change-time-to-move-on.jpg

Pure Saturday
Time For A Change, Time To Move On
Lil’Fish Records – 2007


Satu dekade lamanya kita telah mendengarkan musik yang membolehkan kita kembali untuk bermimpi. Sebuah musik yang akan selalu mendefinisikan suatu rentang waktu, di mana kita pernah tersenyum menikmati segala kemudaan kita yang naif tanpa keresahan sekejap pun.

Masih teringat ketika pertama kali mendengarkan musik band yang tidak bisa lain selain disebutkan dengan kata legendaris bernama Pure Saturday itu. Hati seakan tidak tertahan membendung luapan perasaan euphoria optimismus dan seperti yang sudah disebutkan di atas, akan perasaan untuk mengejar impian masa muda. Hari-hari itu, di mobil dalam perjalanan menembus Jakarta, di rumah, dan setiap langkah kehidupan kita, melodi dari band asal Bandung itu selalu setia menyertai.

Pure Saturday adalah legenda. Tidak akan ada perdebatan lagi tentang hal itu. Tanpa Pure Saturday, band-band indie negara tercinta ini, yang sekarang banyak hadir di pemutar musik portabel kita dan dijual CD-nya oleh toko buku barometer hip kalangan tertentu anak muda Jakarta, tidak akan pernah terbentuk.

Bagi banyak orang, mereka sebegitu berpengaruhnya dalam kehidupan, sampai ketika pita kaset album pertama dan kedua mereka tidak lagi dalam kondisi layak dengar, usaha melestarikan musik penyelamat masa 90-an itu dilakukan, sehingga walaupun dengan suara mengendap musik mereka pun akhirnya masih bisa dinikmati dalam format mp3. Tidak terbayangkan harus melewati satu dekade tanpa musik mereka.

Tapi dengan dirilisnya album “Time For A Change, Time To Move On”, kita tidak perlu lagi mendengarkan file-file mp3 itu, yang terkadang tidak seimbang suaranya antara speaker headphone kiri dan kanan. Dengan berisikan 10 lagu yang diambil dari ketiga album mereka ditambah 2 lagu baru, album ini berfungsi sebagai sebuah retrospektif. Bagi mereka yang mencintai band tersebut, lagu-lagu yang ada di situ tidak perlu diceritakan lagi. Semuanya bermakna, semuanya menceritakan kisah tertentu dalam 11 tahun yang telah berlalu sejak dirilisnya debut album mereka. Untuk mereka fans-fans baru Pure Saturday, album ini adalah sebuah dokumentasi penting akan sebuah era. Akan sebuah keajaiban melodi dari Bandung.

Desember 1996. Di sebuah hari Sabtu, hujan deras mengguyur Jakarta sejak pagi. Tapi itu tidak menghalangi pagelaran sebuah pensi sekolah homogen di kawasan Kebayoran Baru. Menjelang malam, hujan berhenti. Rumput masih basah tergenang air. Band yang dijadwalkan menutup pensi hari itu, tidak lain adalah Pure Saturday. Panitia dan pengunjung lelah, seakan sudah tidak semangat lagi melihat aksi band apapun, yang diidamkan hanyalah hangatnya tempat tidur. Tetapi ketika suara nyaring gitar akustik Suar menyapa dinginnya malam itu, orang –orang berlarian secara serentak ke arah panggung. Tanpa terkecuali. Kepenatan tiba-tiba sirna. Malam tampak bersahabat diiringi oleh musik Pure Saturday. Senyum terkembang di bibir. Di sekellilingmu, teman-teman terdekatmu, pengunjung, orang-orang yang tak dikenal, semua hanya menunjukkan satu hal di muka mereka. Kebahagiaan yang tak terlukiskan. Kebahagiaan murninya sebuah Sabtu.

Malam itu Pure Saturday telah mengantarkan sesuatu yang akan selalu diingat, dan album restrospektif ini mengembalikan semua kenangan itu. Mungkin bila boleh meminjam, kata-kata John Harris tentang “The Stone Roses”, adalah sesuatu yang paling tepat untuk mendeskripsikannya. “(Pure Saturday) created as much magic as any of them. Tell your grandchildren”.

David Wahyu Hidayat


12 Responses to “Album Review: Pure Saturday – Time For A Change, Time To Move On”


  1. 1 pure people
    November 30, 2007 pukul 5:26 am

    Reviewnya cantik.. old time memories remain ya..

  2. 2 Jss
    Desember 14, 2007 pukul 12:32 pm

    aww great review.. cinta pure saturday

  3. 3 opixies
    Desember 16, 2007 pukul 4:14 pm

    ps is the legend band from indonesia

  4. 4 mersey
    Januari 16, 2008 pukul 5:20 pm

    legenda memang tidak pernah mati. legasinya pun terdengar di band-band muda yang bersliweran saat ini di Indonesia. Whisperdesire salah satunya. Contoh lainnya lagi adalah sebuah band yang menjadi favorit saya akhir-akhir ini bernama OK Karaoke (unduh demo mereka di: http://deathrockstar.info/ok-karaoke/, myspace: http://www.myspace.com/karaokeok).

  5. 5 PaTRoN
    Maret 4, 2008 pukul 2:33 pm

    Man….great review..
    bikin gw merinding…semua yg ditulis, deskripsi pengaruh musik PS pas banget. We’ve been there and really experience it. Let’s cherris it.

  6. 6 mersey
    Maret 5, 2008 pukul 3:50 am

    yupe, let’s cherris it. mereka mendefinisikan bagaimana menjadi seorang muda di tahun 90-an, dan untuk beberapa alasan tertentu, kita tidak pernah bisa keluar dari masa itu ;p

  7. Maret 28, 2008 pukul 5:18 pm

    gw bangga atas respon dari semua org yg terdistorsi hidupnya oleh lagu PS, gw mungkin dari sekian byk org yg terpengaruh hidupnya oleh ps, utk bbrp alasan musik ps tdk membuat batasan pendengar musik, jujur saja cukup realistis musik yg ps buat , thanks bro for inspired me for along time, long live ps!!!! 90-an it’s not old gigs but just begin…

  8. 8 givan
    Juli 11, 2008 pukul 4:06 pm

    dulu, gw smpat nganggap remeh tuh pure saturday. tapi stlh gw dngrin lagu2x, evrything change. salut gw bwt PURE SATURDAY. mereka emng lgnda.

  9. September 1, 2008 pukul 10:19 pm

    euuuuuuhhhh ini band terbaik indonesia yg pernah g denger
    sempurna!!!!

  10. 10 wawan pokek
    Maret 9, 2009 pukul 6:13 am

    baru tahu kang aiiip teh jadi legenda sekarangmah tp low profile lah

  11. 11 the engge | TUSTEL
    Juli 17, 2009 pukul 11:38 pm

    i love pure saturday..

    keren2 lagunya.. dibawain dipanggung kampus2 juga ga peka jaman…

    benar adanya kalu kalian sebagai panutan band2 indi di indonesia “SAMPAI KAPANPUN”

  12. 12 arif
    November 1, 2009 pukul 4:41 pm

    cinta mati Pure!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


November 2007
S S R K J S M
    Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: