07
Nov
07

Album Review: Thom Yorke – The Eraser

thom_yorke_-_the_eraser.jpg

Thom Yorke
The Eraser
Aksara Records – 2006


Suatu malam di bulan Mei 2006, dua orang “Audiophile” tengah menikmati lautan musik yang keluar dari dua buah box speaker di kamar itu. Hujan deras, menghujam Jakarta di malam itu. Kepulan asap mengabutkan pikiran dan penglihatan mereka, debu rokok dan botol bir pun berserakan di kamar itu. Sambil mendengarkan musik yang membawa mereka lebih melayang lagi dari keadaan jiwa mereka saat itu, pembicaraan kedua sahabat ini sampai kepada seorang musisi asal Ox4, Inggris bernama Thom Yorke. Sosok yang dibicarakan, dijadwalkan merilis solo albumnya pada pertengahan 2006 ini. “Can we expect an album full of Idioteque?” tanya salah seorang dari kedua sahabat itu.

Fast Forward, Jakarta, Juli 2006. Album yang dinantikan itu akhirnya dirilis oleh Aksara Records (YEAH!!!!!!! Teruskan usaha kalian!!!!), dan dikemas dalam sebuah karton bergambarkan seorang misterius bertopi hitam yang memerintahkan Thames untuk meneggelamkan London.

Seorang dari dua “Audiophile” yang bertemu bulan Mei lalu itu, membelinya setelah satu hari Jumat yang sangat menfrustasikan. Memperlakukannya sebagai benda yang sangat sakral, ia berjalan menuju rumahnya, untuk mendengarkan “My Precious” yang baru dibelinya itu.

Dari suara pertama, yang keluar dari Discman-nya, album itu membuatnya ternganga. Bleeps dan loops yang menggangu itu, suara Thom Yorke yang lebih jernih dari sesi – sesi “Kid A – Amnesiac – Hail To The Thief”, semuanya itu bersatu menjadi sebuah keindahan.

Album ini memberikan sebuah harapan akan apa yang akan terjadi dengan album Radiohead selanjutnya. Jika Thom Yorke dapat menyulap “The Eraser” dari potongan – potongan loops dan sample menjadi suatu gelombang melodik yang menakjubkan, apa jadinya jika keempat kolleganya telah bergabung dengannya untuk membuat sebuah album Radiohead ? Fantasi indah yang tak dapat dibayangkan.

Album ini harus dinikmati secara keseluruhan dengan sekuens yang dimulai dari “The Eraser” dan diakhiri dengan “Cymbal Rum”. Hanya dengan cara itu keindahan ambien yang diinginkan Thom Yorke akan tercipta. Keindahan seperti layaknya memasuki jutaan spektrum cahaya yang belum pernah kita lihat sebelumnya, dan mencapai suatu klimaks perasaan yang belum pernah dirasakan. Dan lihatlah dirimu, di akhir album ini kita hanya akan dapat tersenyum, dan tak tersadar telah berdansa segila Thom Yorke pernah berdansa.

Saat bleep terakhir di “Cymbal Rush” itu sirna, kita pun akan bergerak dengan perlahan tapi pasti untuk menekan tombol play lagi, dan memasuki dunia absurd yang diciptakan Thom Yorke.

David Wahyu Hidayat


1 Response to “Album Review: Thom Yorke – The Eraser”


  1. Juni 19, 2008 pukul 11:37 pm

    Pengen download album baru Thom Yorke dan Radiohed yang terbaru? Bisa kunjungi di http://www.tipsblogging.co.cc tab Free MP3. Enjoy it.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


November 2007
S S R K J S M
    Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: