Arsip untuk Agustus 1st, 2017

01
Agu
17

Panduan Pemula: The Smiths

Menurut Rolling Stone, The Smiths bubar 30 tahun yang lalu di minggu ini, dan mereka pun mengeluarkan sebuah daftar seluruh 73 lagu dalam katalog band legendaris asal Manchester ini dari yang paling tidak disukai sampai yang paling pamungkas (http://www.rollingstone.com/music/lists/the-smiths-morrissey-marr-rob-sheffield-ranks-all-73-songs-w492371)

 

Di samping itu, sebuah film yang menceritakan asal muda Morrissey sang vokalis kharismatik namun penuh kontroversi akan segera dirilis

Kedua hal itu, menggugah saya untuk mengkompilasi 10 lagu favorit saya dari band ini, dengan harapan bisa menjerat kalian yang belum pernah mendengar mereka jatuh cinta pada mereka, dan bagi mereka yang memang sudah tahu semakin mencintai The Smiths.

Inilah lagu-lagu yang menurut bahasa mereka sendiri “the songs that saved your life”

This Charming Man (dari album The Smiths)

Inti dari The Smiths adalah permainan gitar Johnny Marr dengan melodi-melodi yang menggelitik manis dan lirik Morrissey yang meskipun terdengar nyeleneh tetapi terlalu dekat dengan realita kehidupan kita. Dengarkan intro gitar lagu ini, lalu dengar Morrissey menyanyikan “I would go out tonight, but I haven’t got a stitch to wear”. Jika seseorang tidak menjadi bahagia mendengar lagu ini, sesungguhnya dia telah terhilang.

 

Still Ill (dari album The Smiths)

Intro seperti suara kereta api, lirik mengagumkan tentang memiliki sebuah negara (dalam hal ini Inggris), dan pertanyaan “Does the body rule the mind, or does the mind rule the body” adalah sebuah keadaan yang sama relevannya dinyanyikan di tahun 1983, dan di tahun 2017, di tengah-tengah kegilaan politik populis dan kecanduan virtual kita.

 

William,  It Was Really Nothing (dari Hatful of Hollow)

Banyak gitaris datang dan pergi mencoba meniru apa yang dilakukan Johnny Marr dengan gitarnya, dan sedikit pun tidak ada yang pernah setidaknya mendekati hari terburuknya. Johnny Marr adalah legenda, dan lagu ini adalah salah satu legasinya.

 

Ask (dari Louder Than Bombs)

“Shyness is nice, and Shyness can stop you From doing all the things in life You’d like to… Because if it’s not Love Then it’s the Bomb, the Bomb, the Bomb, the Bomb, the Bomb, the Bomb, the Bomb That will bring us together”. Untuk para introvert, extrovert dan seluruh umat manusia di muka bumi ini.

 

Stop Me If You Think You’ve Heard This One Before (dari Strangeway, Here We Come)

Walau judulnya terdengar tengik dan mengumbar kesombongan, lagu ini punya hak untuk mengklaimnya, karena jika seorang seperti Mark Ronson, mencomot lagu ini dan mengkomposisi versinya sendiri, maka kita semua akan tahu kekuatan pop lagu-lagu The Smiths.

 

Half A Person (dari Louder Than Bombs)

Kita semua pernah berumur 16, kikuk, dan punya mimpi untuk meninggalkan kota kelahiran kita dan tinggal di tempat yang lebih baik. Dengan lirik ” Sixteen, clumsy and shy,  I went to London and I, I booked myself in at the Y… W.C.A. I said : “I like it here – can I stay?” lagu ini mengingatkan kita akan mimpi yang tak pernah sirna itu.

 

Heaven Knows I’m Miserable Know (dari Hatful Of Hollow)

Lagu ini adalah satir kehidupan awal 20an di mana kehidupan setelah kuliah tidak selalu indah, di mana bertutur kata manis dan tersenyum terhadap orang yang mencelakakan kita adalah norma palsu yang dijalani. Tetapi melodi lagu ini sangat manis mengalun sehingga kita hanya dapat tersenyum dan menjalankan kehidupan kembali, karena apapun yang terjadi, surga tahu bahwa kita sedang berantakan, tetapi yang di atas akan selalu menyertai.

 

Cemetery Gates (dari The Queen Is Dead)

Tidak pernah lagu yang bercerita tentang pertemuan di pintu kuburan dan para sastrawan (Oscar Wilde!!!) terdengar semelodik ini dan mampu membangkitkan endorfin ke tingkat maksimal seperti lagu ini.

 

There Is A Light That Never Goes Out (dari The Queen Is Dead)

Lagu ini yang membuat saya jatuh cinta pada The Smiths. Mendengarnya di sebuah fajar musim semi di pertengahan 20an, ketika udara pagi pertama kali menembus paru-paru dan sinar mentari menerpa wajahmu, seakan untuk pertama kalinya seluruh kehidupanmu menjadi masuk akal. Jika diteliti lebih lanjut lagu ini sangat depresi liriknya (tentang mati ditabrak bis tingkat di sebelah orang yang dikasihi), tetapi pagi itu saya percaya akan ada selalu cahaya yang tidak akan pernah sirna.

 

Asleep (dari Louder Than Bombs)

Jika waktu saya meninggalkan dunia ini kelak tiba, siapapun harus memutar lagu ini di pemakaman saya. Karena mendengarnya mendatangkan kedamaian. “Sing me to sleep, Sing me to sleep, I’m tired and I want to go to bed… I want you to know Deep in the cell of my heart I will feel so glad to go… There is another world, There is a better world, Well, there must be… Bye Bye…”

 

David Wahyu Hidayat

 




Agustus 2017
S S R K J S M
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Categories

Blog Stats

  • 140,775 hits