17
Okt
15

Ulasan Album: Barasuara – Taifun

BArasuara Taifun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Barasuara

Taifun

Juni Suara Kreasi – 2015

 

Tersedia di iTunes: http://smarturl.it/BarasuaraTaifun

Sebelum kalian semua membaca lebih lanjut tulisan ini, beli dan unduh album ini dari tautan di atas, nyalakan di pemutar musik kalian, kencangkan suaranya ke level yang paling tinggi dan biarkan kalian terhanyut dengan semua keajaiban yang ada dari kesembilan lagu tersebut, karena sejujurnya kata-kata saya tidak akan cukup untuk menggambarkannya. Sesungguhnya Barasuara dengan “Taifun” telah menghadirkan sebuah kemagisan yang pada ranah album musik Indonesia terakhir saya dengar dari Efek Rumah Kaca.

Menggebrak sejak awal dengan “Nyala Suara”, album ini adalah testimoni dari kecerdasan Iga Massardi (vokal & gitar), TJ Kusuma (gitar), Gerald Situmorang (bas), Marco Steffiano (drum), Asteriska Widiantini (vokal), dan Puti Chitara (vokal); dalam mengemas aransemen musik dan alunan lirik Barasuara. Di saat kita merasa lagu ini sudah mencapai klimaksnya, mereka membelokkannya ke arah lain atau meningkatkan tahap kecanduan kita akan musik mereka seperti terjadi dalam duel gitar Iga dan TJ di menit 3:42 lagu ini. Jika kalian menganggap musik adalah candu maka lagu ini adalah candu pamungkas.

Satu hal yang dapat dikenali dari musik Barasuara adalah ia dipenuhi dengan permainan perkusi yang menarik dan mengajak kita semua ingin menari, seperti yang didengar pada awal “Sendu Melagu” ataupun “Bahas Bahasa”. Begitu juga dengan harmonisasi vokal yang dilakukan oleh Puti dan Asteriska, membuat band ini lebih dari hanya sekedar band rock 5 orang biasa.

Mendengarkan “Hagia” seperti menemukan sepupu jauh dari lagu “Jalang”-nya ERK yang telah lama menghilang. Lagu ini menyuarakan bahwa apapun perbedaan kita, semuanya itu bukan merupakan batasan ataupun halangan bagi kita untuk melebur, karena seperti yang mereka suarakan “Seperti kami pun mengampuni, yang bersalah kepada kami”. Ini adalah bayangan sangat indah tentang kehidupan, menggugah.

Adapun episentrum album ini bagi saya ada pada “Api dan Lentera”. Lagu ini menaikkan klimaks yang telah ada di lagu-lagu sebelumnya sebanyak tujuh tingkat. Layaknya seperti taifun, ia datang kembali, menghujam dengan drum, menggulung dengan detak bas, menusuk tajam dengan serangan gitar dari kanan dan kiri, mengajak kita semua menari dengan teriakan “Lepaskan rantai yang membelenggu, nyalakan api dan lenteramu” sampai akhirnya dengan penuh kedamaian kita semua terlena karena “Kita kan pulang, dengan waktu yang terbuang, dan kenangan yang berjalan bersama”.

Setiap lagu yang ada di “Taifun” seperti sebuah soundtrack entah itu pada fase pencarian jati diri, berusaha bangkit lagi dari kegagalan, atau meninggalkan masa lalu yang kelam. Dengarkan saja “Menunggang Badai”, “Tarintih” dan “Mengunci Ingatan” maka layar film kehidupan di otak kita masing-masing akan memiliki soundtrack terbarunya diiringi lagu-lagu Barasuara.

Album ini ditutup dengan indahnya oleh lagu yang diambil dari judul albumnya “Taifun”. Petikan gitar yang nyaman akan mempesona kita, sambil meresapi kata-kata yang melantun di dalamnya “Saat kau menerima dirimu dan berdamai dengan itu, kau menari dengan waktu tanpa ragu yang membelenggu”.

Jika kalian tidak terhempas dari tempat kalian berpijak atau dari sofa tempat kalian duduk dengan nyaman setelah mendengarkan “Taifun”, maka ada kesalahan esensial pada telinga dan jiwa kalian. Karena Barasuara akan memporak-porandakan jiwa kalian dan memberikan telinga kalian sesuatu yang baru untuk didengar, yang akan memberikan kita semua sebuah awal baru di bawah langit yang sama. Seperti taifun.

 

David Wahyu Hidayat

Tautan lainnya:

Artikel Rolling Stone Indonesia: Menyalakan Barasuara Perjalanan panjang band baru paling memukau di Indonesia saat ini http://bit.ly/1R0xl6t

Sounds From The Corner: Session #13 Barasuara:

 

 

 


0 Responses to “Ulasan Album: Barasuara – Taifun”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Oktober 2015
S S R K J S M
« Agu   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: