14
Feb
15

Panduan Pemula: Bloc Party

Panduan Pemula - Bloc Party

 

Beberapa waktu yang lalu, saya membaca artikel-artikel lama di Guardian di mana tajuk artikel tersebut adalah Beginner’s Guide to [Nama artis/band]. Saya tertarik dengan ide artikel tersebut yang memperkenalkan sebuah band untuk khalayak yang mungkin belum mengenal atau sangat minim mengetahui karya-karya band tersebut dengan membuat daftar 10 lagu dari keseluruhan karya mereka. Terinspirasi dari artikel tersebut, saya mencoba untuk membuat artikel yang sama, dimulai dengan Bloc Party.

 

Band asal London tersebut merilis debut album mereka Silent Alarm tepat 10 tahun yang lalu. Album tersebut kemudian menjadi salah satu album penting di dekade ’00. Sulit memang menjustifikasi keseluruhan karir sebuah band dengan hanya 10 lagu, tetapi saya mencoba memilih lagu dari setiap album ditambah 1 atau 2 b-side. Jika kalian tidak menemukan Banquet atau Helicopter di daftar ini, tidak perlu kuatir karena dengan 10 lagu yang ada di sini, menyukai Banquet atau Helicopter adalah konsekuensi logis yang datang setelahnya. Jika bertanya mengapa setengah dari lagu-lagunya datang dari Silent Alarm, jawabannya adalah karena setelah 10 tahun album tersebut masih tetap relevan dan tapal batu dekade yang lalu. Dan Silent Alarm adalah sebuah perayaan.

 

Panduan Pemula: Bloc Party

So Here We Are (dari album Silent Alarm):
Gema yg datang dari petikan gitar itu terlalu mengawang untuk ditolak oleh telinga kita. Kita tidak bisa mendefinisikan band ini, terlalu di luar arus untuk menjadi U2, terlalu sederhana untuk menjadi Coldplay. Inilah pelajaran pertama indie pop ala Bloc party

 

The Marshals Are Dead (dari single She’s Hearing Voices/Bloc Party EP/So Here We Are):
Attention/Unbelievers/Fashion Victims/Opportunities/Blood Sport/Cop Killer/Don’t Trust Art/Don’t Trust Culture. Jika bukan pernyataan seni, tidak tahu lagi definisi apa yang harus diberikan untuk lagu ini.

 

She’s Hearing Voices (dari album Silent Alarm):
Sumbu yang meledakkan Bloc Party di awal karirnya ada di lagu ini. Eklektik, eksplosif dan menggairahkan, semuanya bercampur satu di sini. Dan dengar solo gitar Russell di akhir lagu ini; seperti ledakan orgasme yang memuaskan telinga kita.

 

The Prayer (dari album A Weekend In The City):
Pertama kalinya Bloc Party membelokkan arah mereka dengan memasukkan elemen R ‘n’ B dan gegap gempita hip-hop ke lagu ini. Namun mereka menyisakan sebersit solo gitar mumpuni yang menyayat bagai sebersit laser.

 

Ares (dari album Intimacy):
Apakah kita mendengar The Chemical Brothers di awal lagu ini, atau Bloc Party yg sedang menuangkan amarahnya di lagu perang antara music electronic dan gitar indie yang saling berusaha menerkam satu sama lain? Yang jelas lagu ini membuat kita semua menyerah untuk berdansa di bawah raungan sirene.

 

We Are Not Good People (dari album Four):
Salah satu keahlian Bloc Party adalah memainkan riff-riff yang membahayakan jiwa. Hanya saja kali ini tidak dipenuhi alunan delay dan reverb tapi hanya riff-riff yang menghujam ganas, beringas tanpa ampun.

 

Like Eating Glass (dari album Silent Alarm):
Matt Tong adalah seorang monster di balik perangkat drum. Lagu ini mengawali Silent Alarm, dan menghempaskan kita kepada sebuah band brilian yang mendefinisikan dekade ‘00.

 

The Present (dari album amal Help!: A Day In The Life – War Child):
Lapisan lapisan melodi itu, menggulung bagai ombak yang akan membawa kita ke tepian. Di atasnya adalah suara Kele setengah berteriak setengah berkontemplasi dengan nyanyian penuh harapan “.. time is a healer, time will look after you..”

 

This Modern Love (dari album Silent Alarm):
Selain Banquet dan Helicopter, mungkin ini adalah lagu Bloc Party yang paling dikenal massa. Salah satu alasannya mungkin karena lagu ini pernah melatarbelakangi satu skena sebuah sitkom yang juga mendefinisikan dekade ‘00, mengenai sebuah clique di NY dan pencarian seorang istri yang penuh dengan intrik kehidupan modern. Lagu yang tepat untuk era yang tepat, yang mendasari sekian banyak hal untuk diawali dan diakhiri: persahabatan, cinta, kehidupan.

 

Pioneers (dari album Silent Alarm):
Segala tensi positif dari Bloc Party memuncak di lagu ini. Tidak hanya memuncaki Silent Alarm, tapi lagu ini memuncaki awal karir Bloc Party. Dimulai dengan delay gitar yang bersahutan, harmonisasi vokal dilatarbelakangi drum yang mendentum, lagu ini mencapai klimaksnya dengan teriakan “We will not be the last”. Epik.

 

David Wahyu Hidayat


0 Responses to “Panduan Pemula: Bloc Party”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Februari 2015
S S R K J S M
« Mei   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: