07
Agu
13

Ulasan Album 2013 – Bagian 1: MBV, Atoms For Peace, Johnny Marr, Suede, The Strokes

My_Bloody_Valentine_-_MBV

My Bloody Valentine – mbv

Rilis: 02 Februari 2013

 

Setelah 22 tahun, akhirnya band yang ditukangi oleh Kevin Shields ini keluar dari eksilnya. Mereka menelurkan sebuah album yang dengan sederhana diberikan nama “mbv”. Hasilnya adalah sebuah album tipikal My Bloody Valentine, masih pekat dalam keajaiban suara-suara ethereal yang dihasilkan dari sekian banyak pedal dan tombol efek yang diinjak dan diputar, dan pemerkosaan gitar di keseluruhan album itu. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita semua dimanjakan dengan suara-suara itu, selamat datang kembali My Bloody Valentine.

Track esensial: Only Tomorrow, New You, In Another Way

 

 

 Atomsforamok

Atoms For Peace – Amok

Rilis: 25 Februari 2013

 

Katakan dengan lantang Atoms For Peace adalah sebuah SUPERGRUP dengan huruf kapital, beranggotakan Thom Yorke (Radiohead), Flea (RHCP), Nigel Godrich (Jenius di belakang album-album Radiohead), Joey Waronker (Beck, REM); ini adalah sebuah fakta yang tidak terbantahkan. Tetapi sejak detik pertama album ini bergulir, seperti pastinya kemacetan ibukota, jelas sudah bahwa ini adalah lanjutan dari solo album Thom Yorke, “The Eraser” 2006 silam. Blips robotik yang mengiringi suara hipnotik Yorke, membangun sebuah ruang dansa absurd, seakan ini adalah lagu yang akan kita renggut kenikmatannya ketika berdansa merayakan kemenangan kita atas serangan robot dari masa depan.

Track esensial: Before Your Very Eyes, Ingenue, Reverse Running

 

 

Johnny_Marr_-_The_Messenger

Johnny Marr – The Messenger

Rilis: 25 Februari 2013

 

Jika seseorang sudah berhasil membangun legasi dirinya ketika berumur 17 tahun, apa yang akan dilakukannya sepanjang sisa hidupnya? Kemungkinan besar menikmati hidupnya tanpa harus berbuat apa-apa lagi. Tapi tidak, jika orang itu bernama Johnny Marr. Selepas The Smiths, ia membentuk Electronic bersama Bernard Sumner, menjadi musisi tamu di album-album Pet Shop Boys, dan Oasis; bergabung bersama Modest Mouse dan The Cribs, sampai akhirnya ia merasa, legasi yang ia tinggalkan harus menempatkan namanya sendiri di sampul depan albumnya. Selain album Johnny Marr & The Healers yang pernah ia rilis di tahun 2003, ini adalah album solo penuhnya yang pertama. Pada The Messenger ia mencoba kembali ke suara klasik sebuah musik rock ‘n’ roll ala Britania Raya. Walaupun akhirnya di beberapa lagu ia terdengar atau berusaha menjadi versi antimod-nya Paul Weller, track seperti “New Town Velocity” menyadarkan kita mengapa Johnny Marr sudah menjadi legenda ketika ia masih berusia 17 tahun.

 Track esensial: Upstarts, The Messenger, New Town Velocity

 

Bloodsports_album_cover 

Suede – Bloodsports

Rilis: 18 Maret 2013

 

Titel comeback terbaik tahun ini sudah selayaknya diberikan kepada Suede. Jika kalian mencari keceriaan seperti pada “Coming Up”, ketajaman seperti pada debut album mereka dan melankoli penenang seperti di album “Dog Man Star”, maka semuanya itu ada pada “Bloodsports”. Cukup mendengar “It Starts And Ends With You” dan kita akan kembali ke tahun 1996, atau dengarkan “Sometimes I Feel, I’ll Float Away” dan kita akan merasakan kekuatan Suede merangkum keresahan dan harapan sekaligus dalam hanya 4 menit. 11 tahun kita menunggu untuk album ini, dan penantian itu membuahkan sebuah kemegahan.

Track esensial: Snowblind, It Starts And Ends With You, Sometimes I Feel, I’ll Float Away

 

 

The_Strokes_-_Comedown_Machine

The Strokes – Comedown Machine

Rilis: 26 Maret 2013

 

Banyak orang beranggapan, The Strokes seharusnya berhenti setelah merilis “Room On Fire” di tahun 2003. Karena apa yang mereka hasilkan sesudahnya tidak lain adalah karya sebuah band yang lelah dan tidak tahu apa yang harus mereka lakukan terhadap status band mereka yang sudah terlanjur melegenda karena mereka merilis “Is This It” di tahun 2001. Lalu apa yang kita harapkan dari “Comedown Machine”? Untuk mereka yang tidak mengharapkan apa-apa, album ini akan penuh kejutan-kejutan positif. Suara Nintendo dan vibrasi pop 80-an menghias kental album ini, tapi itu semua hanyalah non-faktor. Karena ini adalah album The Strokes yang paling mengalir sejak album legenda di tahun 2001 tersebut. Saya tergoda berulang kali untuk mencoret The Strokes dari daftar band favorit saya, tapi berulang kali saya gagal, dan “Comedown Machine” adalah salah satu penyebabnya.

 Track esensial: All The Time, Welcome To Japan, Slow Animals


0 Responses to “Ulasan Album 2013 – Bagian 1: MBV, Atoms For Peace, Johnny Marr, Suede, The Strokes”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Agustus 2013
S S R K J S M
« Mei   Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Categories

Blog Stats

  • 137,356 hits

%d blogger menyukai ini: