06
Sep
12

Album Review: Bloc Party – Four

 

Bloc Party

Four

Frenchkiss – 2012

 

Dalam budaya tertentu angka empat melambangkan kematian, seringkali angka tersebut tidak akan nampak dalam kehidupan sehari-hari, tidak dalam nomor lantai, tidak dalam penentuan tanggal penting seperti pernikahan, ataupun hal kecil seperti pemilihan nomor punggung seorang atlet. Namun untuk Bloc Party, angka tersebut seperti angka yang sakral. “Four” adalah judul album keempat mereka, setelah 4 tahun berada dalam hiatus, dengan mempertahankan 4 anggota yang sama, bahkan hanya 4 album yang didengarkan Kele Okereke dalam proses pembuatan album ini, yaitu: Deftones’ White Pony, Led Zeppelin IV (menyadari paralel ini?), Nicky Minaj’s mix tape Beam Me Up Scotty dan Al Green’s Greatest Hits.

 

“Four” membawa perubahan drastis dalam musik Bloc Party. Atau seperti Kele ungkapkan ketika diwawancara di sela-sela pagelaran Melt Festival tahun ini, “Four” akan membawa pendengar band ini ke arah yang sama sekali berlawanan dari 3 album mereka sebelumnya. Singkatnya, jika diibaratkan sebuah hubungan persaudaraan, dibandingkan dengan 3 pendahulunya, “Four” adalah seorang anak durhaka.

 

Dan itu dibuktikan dengan kelas dan presisi sonik yang keterlaluan ampuhnya. Dimulai dari “So He Begins To Lie”, band ini terdengar berbeda namun menyegarkan. Hilang sudah suara delay dan reverb yang menjadi ciri khas Russel, yang ada adalah riff tebal dan berat mengelilingi suara Kele dengan drum Tong yang seperti kalap setelah 4 tahun tidak bermain bersama Bloc Party. “3×3” menvisualisasikan duel gitar menyayat-nyayat, seperti Zorro sedang berduel dengan Aragon menggunakan light sabre.

 

Single pertama dari album ini “Octopus” menyempurnakan suara laser yang diciptakan gitar Russel pada “The Prayer”. Rumus yang sama diterapkan pada “Team A” yang seakan seperti saudara kembar dari “Octopus” dilengkapi dengan solo gitar terlayak dari seorang Russel Lissack. Sedangkan di penghujung “Real Talk” kita akan merasakan aroma OK Computer dengan lentingan gitar yang menghipnotis berulang-ulang.

 

Pengaruh Kele mendengarkan Deftones’ White Pony mulai terasa efeknya dalam “Kettling” ataupun “Coliseum” yang diawali dengan ritem gitar ala americana namun seketika berubah menjadi hujaman gitar seperti sebuah senapan mesin memburu teroris, sehabis Kele meneriakkan “The empire never ended”. Kemudian lagu yang memungkasi album ini “We Are Not Good People” seperti memberikan pesan bahwa Bloc Party telah berubah menjadi monster yang tidak hanya mengacak-ngacak klab indie dengan lagu dansa elektropunk yang kita kenal selama ini, tetapi juga dengan riff gitar terbangsat seperti yang pernah kalian dengar dari band alternative/metal tahun 90-an.

 

Di antara semua serbuan maut tersebut, terdapat nomor-nomor yang menetralkan polar seperti “Day Four” yang mengenangkan kita akan sebersit “So Here We Are” dari Silent Alarm, dan “The Healing” di mana Kele dengan indahnya memberikan sentuhan falsetto menyanyikan “Just shut the devil out/Let these arms embrace/You know I’m down/You will heal”. Sementara “V.A.L.I.S” dan “Truth” merupakan prasasti peninggalan 3 album sebelumnya dengan suara gitar yang jauh lebih ringan dan sesekali terdengar seperti keturunan ketujuh hasil perkawinan silang “Banquet” dari Silent Alarm dan “Ion Square” dari Intimacy.

 

Perubahan seringkali tidak menyenangkan. Buat yang terbiasa dengan suara Bloc Party dalam Silent Alarm, mungkin tidak akan menyukai album ini. Yang berhasrat untuk mendengarkan single-single melodik di album ini, akan kecewa, karena album ini hanya berfungsi ketika didengarkan secara keseluruhan bukan track per track. Tetapi  yang mengharapkan bahwa band ini masih mempunyai dinamit, untuk sekali lagi meledakkan dirinya, tidak ada yang lebih baik daripada mendapatkan album ini, karena “Four” adalah sebuah kemenangan. Sekali lagi Bloc Party datang untuk menghempaskan segala yang kita kenal dari mereka.

 

David Wahyu Hidayat


0 Responses to “Album Review: Bloc Party – Four”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


September 2012
S S R K J S M
« Agu   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Categories

Blog Stats

  • 137,356 hits

%d blogger menyukai ini: