27
Mei
12

Album Review: Telegraph – Translucent

 

Telegraph

Translucent

Soundcity Records – 2012

 

Adalah suatu hal yang menakjubkan, negara yang jaraknya ribuan kilometer jauhnya ini dari pusat peradaban musik bernama London atau New York, dapat selalu menghasilkan karya-karya musik yang kental dipengaruhi oleh artis-artis brilian dari olimpia musik pop tersebut. Tak terkecuali sebuah band bernama Telegraph dari Jakarta. Band yang beranggotakan Ipung (Vokal, gitar akustik), Rama (bas gitar), Ruly (gitar elektrik), Ronny (gitar electric) dan Iman (drum) ini baru saja merilis debut album mereka “Translucent” yang penuh dengan nuansa kental musik pasca new-wave dan pasca punk.

 

Ambien adalah kata kunci dalam debut album tersebut. Diawali dengan nomor instrumental berjudul sama dengan albumnya Telegraph mewarnai musik mereka dengan nuansa kelam, menghanyutkan dengan delay yang menghiasi setiap sudut digitalisasi musik mereka. Atmosfir tersebut dilanjutkan dengan “Score” yang tetap mengandalkan efek delay dan vokal Ipung yang setengah berteriak setengah bernyanyi memantapkan bahwa ini adalah pakem musik yang mereka akan keluarkan di album ini.

 

Album ini tidak hanya mengambil pengaruhnya dari genre musik yang disebutkan di atas tetapi sesungguhnya sangat terasa pengaruh musik dari Bloc Party dalam setiap lagu yang ada di sini. Dan ini bukanlah sebuah hal negatif. Telegraph berani mengambil sentuhan-sentuhan yang menjadi pengaruh mereka untuk kemudian disinkronisasikan dengan karya mereka sendiri.

 

Seperti ketika musik dan vokal mereka terpadu waktu mereka memainkan “Perfection”. Teriakan Ipung “Music is the way the touch to make a kind of happiness, we’re just trying to reach the stars” yang selaras dengan kepungan musik yang dimainkan membuat album ini menimbulkan kelokalannya sehingga kita tidak berpikir akan London tetapi akan Jakarta dan usaha band ini membuat sesuatu yang menimbulkan dampak lewat musik yang dimainkan. Atau waktu mereka memberikan kita lagu seperti “The Fall” dan “We’ll Meet In The End” sesungguhnya kental sekali pengaruh dari band yang disebutkan di atas, tapi keberanian Telegraph menfiturkannya patut disaluti karena mereka berani memberikan musik yang jarang dapat ditemukan di skena lokal negeri ini.

 

“Translucent” diakhiri dengan karya 8 menit penuh ambien yang pantas memuncaki debut album yang sangat berani ini. Kita tinggal menunggu langkah selanjutnya dari Telegraph, kalau mereka memberanikan diri keluar dari bayang-bayang band yang sangat mempengaruhi mereka itu, maka tidak pelak lagi band ini akan menambah kebanggaan dan kekayaan akan musik dari negara ini. Telegraph, kami tunggu langkah kalian selanjutnya.

 

David Wahyu Hidayat


0 Responses to “Album Review: Telegraph – Translucent”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Mei 2012
S S R K J S M
« Des   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Categories

Blog Stats

  • 137,356 hits

%d blogger menyukai ini: