24
Des
11

10 Album Terbaik 2011

Bagaimana kita mengucapkan selamat tinggal kepada serentetan waktu yang telah berlalu. Terlebih ketika waktu tersebut memberikan kita momen-momen yang akan diingat dalam waktu yang lama, selama Matahari masih bersinar di atas kita? Akankah kita tersenyum tanpa henti ketika mengingat saat di mana kebahagiaan itu menoreh di hati kita? Bagaimana dengan kenangan yang menyedihkan, bagaimana kita akan mengingatnya? Akankah kita menyetel musik yang akan membuat kita tenggelam sesaat untuk mengharubiru di dalamnya lalu bangkit untuk beranjak ke sesuatu yang baru?

Tahun 2011 kita mengucapkan selamat tinggal kepada mereka yang meninggalkan kita secara musikalis. Tidak harus mortal seperti Amy Winehouse yang terlalu cepat membawa bakatnya ke dunia lain atau perginya Steve Jobs yang adalah seorang ikon digital yang mengubah cara kita mengkonsumsi informasi dan musik, tetapi juga karena beberapa orang/band memilih untuk menyudahi aksi mereka melukis awan melodi kita. LCD Soundsystem melakukannya dengan sangat gemilang melalui konser perpisahannya di Madison Square Garden New York. Sedangkan REM membubarkan diri mereka, di saat kita hendak mencintai mereka lagi ketika mendengar lagu seperti Überlin.

Tapi tahun ini juga adalah tahun di mana kita boleh merasakan karya-karya yang menandakan kembalinya mereka yang pernah berarti di kehidupan kita secara musikalis. Ada yang melakukannya dengan gempa sesaat, tetapi di akhir tahun kita lupa akan relevansi mereka seperti yang dilakukan The Strokes. Atau jika kita memilih versi yang lebih baik, ada sekumpulan orang yang melakukannya dengan paket yang hampir bisa dibilang hampir menyentuh batas kesempurnaan seperti yang dilakukan Polyester Embassy dengan albumnya Fake/Faker ataupun konser tunggal mereka Silent Yellow Ensemble di bulan Oktober 2011. Namun, kejutan terbesar tahun ini untuk urusan comeback adalah kembalinya The Stone Roses sebagai sebuah band, dengan formasi klasik Reni, Mani, Ian Brown, dan John Squire. Setelah sebelumnya bersumpah tidak akan pernah bersatu kembali dengan nama The Stone Roses, mereka akhirnya meruntuhkan tembok yang tidak dapat ditembus itu. 2012 akan menjadi pembuktian apakah legasi mereka dapat diteruskan melalui musik baru, dan penampilan live mereka.

Semuanya itu, jatuh bangunnya mereka yang kita puja secara musikalis melukiskan bahwa hidup ini sepintar apapun kita ingin menebaknya, tidak ada yang tahu, dan sebelum kita mengetahuinya ia akan menguap dengan cepat. Karena itu selama kita masih dapat melakukan segala sesuatunya, yang kita harus lakukan hanyalah menikmati hidup ini sebaik mungkin yang dapat kita lakukan. Selamat menikmati cerahnya tahun 2012.

David Wahyu Hidayat

 

 

10. Mylo Xyloto – Coldplay

Kembali di bawah panduan Brian Eno, “Mylo Xyloto” adalah album di mana Coldplay mengerahkan seluruh kemampuan bermusik mereka selama 1 dekade terakhir. Di dalam album ini, irama R ‘n’ B, gaung riff gitar tandatangan Coldplay dan suara falsetto Chris Martin bersatu menghasilkan sebuah album yang sudah selayaknya dicintai semua kalangan. Ini adalah album di mana 4 orang yang hanya bermimpi agar bandnya mempunyai kontrak rekaman, menaklukkan dunia dengan instrumen poptunist terbaik yang pernah kita dengar di abad 21. Sangat menarik, menunggu apa yang akan mereka lakukan setelah ini.

Lagu esensial: Charlie Brown, Major Minus, Us Against The World

Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “Mylo Xyloto”, silahkan klik tautan berikut ini: https://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/17/album-review-coldplay-mylo-xyloto/

 

 

09. The Kings Of Limbs – Radiohead

Dirilis dengan pemberitahuan yang teramat singkat dan instan, “The Kings Of Limbs” adalah album Radiohead yang mempertahankan kecerdasan bermusik mereka. Di satu sisi dengan rangkaian blips elektronika membuat kita ingin melakukan tarian rasuk digital seperti pada “Lotus Flowers”, di sisi lain kita dicengangkan dengan suara majestik Thom Yorke seperti pada “Give Up The Ghost”. Walaupun hanya berisikan 8 lagu, namun album ini seperti juga rilisan Radiohead sebelum-belumnya merupakan sesuatu yang substansial yang tidak dapat dilewatkan begitu saja tahun ini.

Lagu esensial: Lotus Flowers, Separator, Give Up The Ghost

Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “The Kings Of Limbs”, silahkan klik tautan berikut ini: https://supersonicsounds.wordpress.com/2011/02/23/album-review-radiohead-the-king-of-limbs/

 

 

 

08. Noel Gallagher’s High Flying Birds – Noel Gallagher’s High Flying Birds

Walaupun banyak lagu di album ini yang sudah dapat diprediksi akan terdengar seperti apa, namun kehadiran kembali Noel Gallagher adalah sebuah kelas tersendiri untuk pecinta musik Britania Raya. Dengan nomor klasik baru seperti “If I Had A Gun”, dan eksplorasi lantai dansa dengan dentingan piano pada “AKA..What A Life” dan trumpet ala New Orleans di “The Death Of You And Me”, Noel memberikan dirinya relevan di peta musik saat ini. Lalu dengan menghantarkan lagu yang sudah lama tertunda rilisnya “(I Wanna Live In A Dream In My) Record Machine” yang menyentuh kembali keintiman sebuah stadion, membuat debut album ini sebuah klasik Noel Gallagher yang kita rindukan sejak bubarnya Oasis.

Lagu esensial: If I Had A Gun, (I Wanna Live In A Dream In My) Record Machine, The Death Of You And Me

Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “Noel Gallagher’s High Flying Birds”, silahkan klik tautan berikut ini: https://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/17/album-review-noel-gallaghers-high-flying-birds-noel-gallaghers-high-flying-birds/

 

 

07. Different Gear, Still Speeding – Beady Eye

Liam Gallagher adalah seorang rockstar, dan aura itulah yang ia bangun lewat Beady Eye yang diisi personil Oasis formasi terakhir minus Noel. Beady Eye adalah band yang berbeda dengan Oasis. Di album ini, Gem & Andy lebih berani mengeksplorasi lagu yang pada jaman Oasis belum tentu dapat dimainkan. Buktinya dapat kita dengar pada “Four Letter Word” yang James Bond-eske, “Millionaire” yang jingle-jangle, dan “The Beat Goes On” yang sangat mengedepankan unsur pop. Jika hal ini terus mereka pertahankan, bukan tidak mungkin kelak, Noel Gallagher akan mengiba untuk bergabung kembali dengan band ini.

Lagu esensial: Four Letter Word, Wigwam, The Beat Goes On

Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “Different Gear, Still Speeding”, silahkan klik tautan berikut ini: https://supersonicsounds.wordpress.com/2011/03/27/album-review-beady-eye-different-gear-still-speeding/

 

 

06. All Through The Night – The Sand Band

“All Through The Night” dari The Sand Band, adalah album fajar sebuah hari yang sangat sempurna. Meski direkam dengan sangat sederhana oleh rekaman 8 track, namun hasilnya adalah suasana sebuah pagi yang masih perawan dengan slide gitar yang menghantui, suara reverb kental yang mengisi kekosongan pagi dan keindahan menyambut hari melalui lantunan melodi yang memilukan namun mengibaskan segala cemas.

Lagu esensial: Set Me Free, Open Your Wings/Interlude, To Be Where You Are

Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “All Through The Night”, silahkan klik tautan berikut ini: https://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/14/album-review-the-sand-band-all-through-the-night/

 

 

05. El Camino – The Black Keys

Duo garage rock/blues yang paling keras bekerja selama 10 tahun terakhir ini, dan akhirnya membuahkan 3 Grammy dan penghasilan sebanyak 2 juta Dollar, boleh berpesta merayakan kemenangannya melalui album “El Camino” ini. Karena di album ini kita akan kembali menemukan bahwa nomor akustik dan solo gitar blues dahsyat dapat kembali berpadu dalam “Little Black Submarine”, bersiul penuh keriangan diiringi “Nova Baby” dan berdansa sekonyol mungkin dengan “Lonely Boy” di latar belakang. Ini adalah kemenangan para pecundang yang sebelumnya tidak pernah diperhitungkan.

Lagu esensial: Lonely Boy, Litlle Black Submarine, Nova Baby

Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “El Camino”, silahkan klik tautan berikut ini: https://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/17/album-review-the-black-keys-el-camino/

 

 

04. Velociraptor – Kasabian

Melalui album ini Kasabian mendefinisikan baru arti sebuah indie gitar album. Sebuah album rock gitar tidak hanya melulu petikan-petikan solid ala Johnny Marr atau solo gitar pentatonik membosankan. Sebuah gitar album dapat juga dipadukan dengan sangat gemilangnya dengan irama hiphop seperti dalam “Days Are Forgotten” ataupun keanehan unik sebuah suara dalam “Switchblade Smiles” di mana suara gitar beradu dahsyat dengan suara synthesizer dan suara teriakan psikedelik. Album ini adalah waktu Kasabian untuk menjadi yang terbesar di Britania Raya.

Lagu esensial: Days Are Forgotten, Goodbye Kiss, Re-Wired

Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “Velociraptor”, silahkan klik tautan berikut ini: https://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/14/album-review-kasabian-velociraptor/

 

 

 

03. Suck It And See – Arctic Monkeys

Dengan kengerian yang luar biasa, Arctic Monkeys tidak pernah berhenti untuk mematangkan dirinya sebagai sebuah band. Jika dalam “Humbug” mereka mencobai suara rock yang kasar dan berat, di album ini mereka memadukannya dengan suara retro 60-an yang sangat melodius seperti dalam “The Hellcat Spangled Shalala”. Atau dengar saja “Reckless Serenade” yang permainannya basnya sangat menggelitik kita untuk berdansa dengan sinar Matahari yang selalu kita rasakan setiap pagi. Apapun yang dikatakan orang, Arctic Monkeys selalu berada di dunia mereka sendiri, dan apapun yang diragukan orang terhadap band ini, dengan keunikan yang luar biasa, mereka selalu berhasil dan di situlah letak kemagisan Arctic Monkeys.

Lagu esensial: The Hellcat Spangled Shalala, That’s Where You’re Wrong, Don’t Sit Down ‘Cause I’ve Moved Your Chair

Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “Suck It And See”, silahkan klik tautan berikut ini: https://supersonicsounds.wordpress.com/2011/08/14/album-review-arctic-monkeys-suck-it-and-see/

 

 

 

02. Colour Of The Night – Miles Kane

Adalah sebuah kenikmatan mendengarkan “Colour Of The Night” dari Miles Kane. Seperti menelan kapsul yang menidurkan kita dan membawa kita kembali ke pertengahan dekade 60-an, di mana London dipenuhi dengan dandy hedonis dan chic modis beraroma memabukkan. Melodi ditumpuk di atas melodi dalam lagu-lagu seperti “Inhaler”, “Come Closer” dan “Rearrange”. Ini adalah album yang memiliki jiwa, dan kita pun akan dengan senang hati selalu berdansa bersamanya.

Lagu esensial: Inhaler, Come Closer, Rearrange

Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “Colour Of The Night”, silahkan klik tautan berikut ini: https://supersonicsounds.wordpress.com/2011/08/01/album-review-miles-kane-colour-of-the-trap/

 

 

 

01. Fake/Faker – Polyester Embassy

Diawali dengan hempasan akselerasi rock di “Air”, psikedelia space rock di “Space Travel Rock ‘n’ Roll” sentuhan musik alternatif dalam format terbaiknya di “Later On”, dan keambisiusan “Fake/Faker”; Kita akan dengan cepat menyadari bahwa tidak ada album yang lebih baik dari album ini di tahun 2011. Siapapun yang menyaksikan konser Silent Yellow Ensemble pada 01 Oktober 2011 silam, akan sepakat bila apa yang mereka sajikan di rekaman dapat dihidupkan dengan sepadan di penampilan live-nya, mungkin bahkan setahap lebih di atas. Polyester Embassy memberikan harapan dan kebanggan akan skena musik di negeri ini. Untuk itu sudah selayaknya mereka diberikan pengakuan ini: Definitif pengalaman sonik nomor satu 2011.

 

Lagu esensial: Later On, Fake/Faker, Space Travel Rock ‘n’ Roll

Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “Fake/Faker”, silahkan klik tautan berikut ini: https://supersonicsounds.wordpress.com/2011/05/14/album-review-polyester-embassy-fakefaker/

 

Untuk membaca 20 lagu terbaik 2011 pilihan musik blog ini, silahkan klik tautan berikut ini: https://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/24/20-lagu-terbaik-2011/


6 Responses to “10 Album Terbaik 2011”


  1. 1 lestari
    Desember 24, 2011 pukul 6:38 pm

    kayaknya terlalu berlebihan deh yang buat ini….
    walaupun saya menggemari Polyester Embassy , tapi kalo mereka ditempatkan diperingkat pertama diatas coldplay,kasabian,radiohead kayaknya kurang pas deh….coba ditelaah lagi sisi musikalitasnya.
    thanks…

  2. Desember 24, 2011 pukul 7:48 pm

    semua orang juga tahu kalo coldplay radiohead dan lainnya lebih berkelas bahkan masih jauh diatas dari PE,menurut saya ini hanya urutan yang random….

  3. 4 David Wahyu Hidayat
    Desember 25, 2011 pukul 2:47 pm

    @Lestari & @ToBeWhereTheresLive,

    Terima kasih sebelumnya telah membaca blog ini, dan memberikan komentarnya. Memang setiap orang pasti akan mempunyai preferensinya tersendiri tentang siapa yang lebih baik dan berkelas. Saya pun mengakui bahwa band seperti Coldplay, Radiohead & Kasabian adalah band-band yang mengagumkan dan berkelas.

    Daftar ini dibuat berdasarkan keluaran musikalis (Album) band-band dalam daftar di atas. Dan opini saya, apa yang Polyester Embassy lakukan dengan merilis Fake/Faker adalah sesuatu yang luar biasa. Sebuah karya yang diciptakan puluhan ribu kilometer jauhnya dari pusat musik dunia, jauh dari kemajuan teknologi rekaman musik terkini dan dengan sumber daya yang sudah pasti berbeda dengan yang dimiliki band seperti Radiohead. Namun rekaman tersebut mampu memberikan keunikannya tersendiri dan merupakan benar-benar istimewa baik dari penulisan lagu maupun tata suaranya.

    Saya bukanlah ingin meng-“endorse” Polyester Embassy, tapi saya percaya jika band ini berbasis di London, dan punya sumber daya untuk menyewa Brian Eno ataupun Nigel Godrich sebagai produser mereka, bukan tidak mungkin NME akan memberikan tajuk “The Next Big Thing” kepada mereka.

    Akhir kata, atas semua pencapaian mereka tersebut terhadap skena musik lokal, saya pikir pantas kalau mereka diberikan apresiasi untuk menempati tempat teratas album terbaik tahun 2011 dari blog ini.

    Semoga kita semua mempunyai tahun 2012 yang lebih menakjubkan dari tahun ini.

    Salam,

    david.

  4. Desember 26, 2011 pukul 8:28 pm

    re-quote :
    Sebuah karya yang diciptakan puluhan ribu kilometer jauhnya dari pusat musik dunia, jauh dari kemajuan teknologi rekaman musik terkini dan dengan sumber daya yang sudah pasti berbeda dengan yang dimiliki band seperti Radiohead.

    ^

    very well put sir🙂

  5. April 23, 2012 pukul 1:19 pm

    Selamat ya, kepada mereka yang telah berhasil masuk dalam katagori “20 album terbaik”. Apapun komentarnya, kerja keras mereka patut untuk dihargai juga. Trims mas, informasinya bagus. Sukses selalu untuk Anda. Salam kenal dari kami…..

    Salam kompak:
    Obyektif Cyber Magazine
    (obyektif.com)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Desember 2011
S S R K J S M
« Okt   Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Categories

Blog Stats

  • 137,356 hits

%d blogger menyukai ini: