17
Des
11

Album Review: The Black Keys – El Camino

The Black Keys

El Camino

Nonesuch – 2011

 

Sejujurnya saya tidak pernah menyukai band 2 orang dengan komposisi gitar & drum (baca: The White Stripes). Tapi semua itu berubah ketika saya menemukan The Black Keys untuk diri saya sendiri tahun lalu. Dengan segala respek yang saya miliki untuk Jack White sebagai seorang gitaris dan penulis lagu; dan ia benar-benar seorang yang sangat handal dalam bidangnya tersebut; saya tidak pernah menyukai band merah putih tersebut. Memang beberapa lagu mereka brilian, tetapi sebagai satu kesatuan paket, mereka tidak pernah cukup berbicara kepada saya.

 

Berbeda halnya dengan The Black Keys. Sejak pertama kali mendengarkan “Tighten Up” saya selalu merasa ada sesuatu yang mencengangkan pada band ini. Mungkin penampilan mereka yang seperti pecundang dan berada di luar lingkaran definisi coolness yang membuat mereka memiliki daya tarik sendiri. Berbeda dengan Meg & Jack White yang sejak awal selalu berpenampilan seperti dewi-dewa blues/garage rock.

 

Tapi meskipun begitu, The Black Keys berbicara melalui musik mereka, dan “El Camino” adalah sebuah album yang luar biasa mengagumkan. Diawali dengan “Lonely Boy” dengan intro tekanan gitar yang kasar dan drum mendentum yang tiba-tiba berubah menjadi ajakan untuk turun ke lantai dansa, dan ketika suara parau Dan Auerbach menyuarakan optimisme waktu menyanyikan “Oooww..wooo..Ooo…oowww…I got the love that keeps me waiting” sudah sangat jelas detik saya mendengar lagu itu, adalah momen di mana saya menemukan sebuah indie anthem ultimatif tahun ini.

 

Dipenuhi dengan suara tepuk tangan dan xylophone “Dead And Gone” adalah karya soul hebat yang menghiasi album ini. “Little Black Submarine” diawali dengan hanya petikan gitar akustik dan suara Auerbach, nyaris terdengar seperti balada, sebelum distorsi gitar dengan sentuhan blues berat merubah haluan lagu tersebut membawa kita kepada sebuah ekstase blues. Lagu ini adalah salam The Black Keys kepada Led Zeppelin. “Run Right Back” memiliki komposisi solid dengan lick gitar menggelitik dan permainan stop ‘n’ go di pertengahan lagu, ditambah sentuhan soul & blues yang manis. Lain pula halnya dengan “Nova Baby”, siapa yang pernah menyangka garage rock terbaik tahun 2011 dimainkan oleh sebuah duo yang sebelumnya diacuhkan oleh orang-orang sebelum mereka memenangkan 3 grammy tahun lalu?

 

Mendengarkan “El Camino” adalah suatu kenikmatan tersendiri. Segala sesuatu yang ada di situ tidak terkesan dibuat atau dipaksakan megah, secara alami 11 lagu yang ada di dalamnya penuh dengan momen-momen kejutan, bahkan untuk orang seperti saya yang sebelumnya tidak pernah percaya kalau musik yang mengagumkan dapat dibuat oleh 2 orang, akhirnya harus mengakui dalam “El Camino” ada sebuah duo yang layak dimahkotai sebagai pionir garage/blues rock ‘n’ roll baru. Ulasan ini adalah salut saya kepada The Black Keys dan “El Camino”.

 

David Wahyu Hidayat

 


1 Response to “Album Review: The Black Keys – El Camino”



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Desember 2011
S S R K J S M
« Okt   Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: