14
Des
11

Album Review: The Sand Band – All Through The Night

The Sand Band

All Through The Night

Deltasonic – 2011

 

Membuat musik untuk jam – jam pertama sebuah hari bukanlah pekerjaan gampang. Dibutuhkan nuansa yang tepat untuk memadukan keheningan sebuah malam dan keoptimisan sebuah pagi. Sedikit terlalu sendu maka yang ada adalah kekelaman tanpa batas, sedikit terlalu hingar bingar maka akan merusak suasana pagi yang masih tanpa cela seperti perawan. Dalam dekade terakhir, hanya 2 album yang berhasil memadukan semuanya itu: Debut album Coldplay, “Parachutes” dan debut album Kings Of Convenience, “Quiet Is The New Loud”.

Tapi di awal 2011, tanpa banyak terduga, album serupa muncul kembali dalam wujud album pertama sekumpulan scouser yang menamakan dirinya The Sand Band. Album yang diberikan judul “All Through The Night” itu berisikan 10 lagu yang akan membawa kita menembus malam yang terlalu pekat, ke dalam kejernihan sebuah pagi.

Diawali dengan paduan suara tambourine, slide gitar dan suara vokal yang menyanyikan tentang bagaimana patah hati harus disembuhkan “Set Me Free” membebaskan kita semua dari segala kepiluan yang ada, mirip seperti “Don’t Panic” memberikan kita awalan baru 1 dekade silam. “To Be Where You Are” yang menyusulnya dengan ritem gitar yang pelan dan suara vokal David McDonnell yang halus membius membuat kita menerawang, entah apakah kita merasakan mimpi atau kenyataan yang belum pahit. Sedangkan “Song That Sorrow Sings” adalah pembuka sebuah pagi yang layak dengan sample suara burung berkicau di latar belakang, sambil mempertahankan ritem gitar yang empuk dalam mid-tempo yang memberikan ketenangan.

Dengan suara yang lirih “Open Your Wings” menenggelamkan segala kerisauan yang kita miliki, meninggalkan hari-hari yang terhilang jauh di belakang, terhapus dari ingatan. Sebelumnya “The Secret Chord” menggelayuti kita dengan nada-nada yang menari-menari di sanubari kita. Sedangkan “Someday The Sky” adalah khayalan akan sebuah harapan baru yang akan membebaskan kita.

“All Through The Night” bukanlah album yang akan spektakuler memenangkan hati kita secara kejeniusan artistik, tetapi ini adalah album yang akan kita dengar terus menerus jauh ke tahun-tahun ke depan. Karena di saat kita seperti tersesat dalam kehampaan malam, dan tidak tahu bagaimana harus menghadapi pagi yang baru. Album inilah yang akan kita putar, sambil ditemani kopi yang masih hangat mengepul dari cangkir yang kita genggam, sambil berkata dalam hati bahwa pada akhirnya semuanya akan baik-baik saja.

David Wahyu Hidayat


1 Response to “Album Review: The Sand Band – All Through The Night”



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Desember 2011
S S R K J S M
« Okt   Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Categories

Blog Stats

  • 137,356 hits

%d blogger menyukai ini: