01
Agu
11

Album Review: Miles Kane – Colour Of The Trap

 

Miles Kane

The Colour Of The Night

Sony Music – 2011

 

Orang mengatakan batas antara menemukan sesuatu yang kita cari selama ini dan keputusasaan seringkali adalah sebuah sebuah keberuntungan. Kita hanya perlu bertemu secara tidak sengaja dengan sebuah teman lama sampai menemukan pekerjaan yang selama ini kita idamkan, sebuah striker handal hanya perlu pentalan dari pantat pemain belakang lawan lalu tiang untuk memenangkan sebuah kejuaraan bagi timnya, sebuah pesan hanya perlu dibalas untuk menemukan orang yang selama ini kita cari dalam hidup kita. Dalam kasus menemukan Miles Kane, keberuntungan adalah membaca artikel tentang debut albumnya “Colour Of The Trap” pada momen terpenting sebuah pagi di atas toilet. Momen terpenting itu membuka sebuah kejeniusan suara retro yang unik yang merupakan salah satu rangkaian pop musik terbaik tahun ini yang datang dari Inggris.

 

Kejeniusan Miles Kane bukan terletak pada inovasi dalam musik yang ia mainkan. Kejeniusannya terletak pada suara retro yang ia bangun dan ia berikan jiwa di dalamnya. Seperti seorang mod sejati bertemu dengan dandy hedonis yang tidak peduli akan apapun kecuali keluaran dari ampli gitar yang ia mainkan.

 

“Come Closer” mengawali semua hal brilian yang ada pada seorang Miles Kane. Dengan suara gitar tebal dan nyanyian harmonisasi “Aaaaaaa…Wooooooo”, apakah ini lagu seseorang yang merindukan kekasihnya di ujung sana ketika ia menyanyikan “You’re million miles away, so come closer”, nampaknya bila lantai dansa itu sudah pecah dengan iringan lagu ini, tidak akan ada yang peduli lagi tentang apakah sebenarnya lagu ini.

 

Suara brilian itu dilanjutkan dengan keunikan suara gitar yang mengawali “Rearrange”, benar sekali lagi benar, ini bukan suara baru tetapi yang memisahkan Miles Kane dengan ratusan artis lainnya yang ada saat ini, ia melakukannya seperti dirinya ingin bereinkarnasi dalam lagu yang ia ciptakan sendiri, waktu ia menyanyikan “You rearrange my mind” itu adalah seluruh kesatuan jiwanya yang ia dengar, dan hal itu yang membuat dirinya brilian tanpa tanding.

 

Setelah lagu tersebut, ia menenangkan suasana dengan membuai kita dari lagu-lagu poptastiknya seperti dengan “Counting Down The Days” dengan bantuan vokal dari the chief Noel Gallagher, “Happenstance” yang berdampak seperti waltz untuk mereka semua dengan potongan moptop, atau “Quicksand” yang beraroma karnaval soul paling gegap gempita di universal pop kita yang sempit ini.

 

Rangkaian 3 lagu tersebut seperti sumbu yang pelan-pelan akhirnya meledak pada “Inhaler”. Kembali suara gitar tebal retro itu yang cepat atau lambat menjadi ciri khas Miles Kane, menyetir lagu yang akan memporakporandakan keterbatasan kita mengakui kehebatan musiknya dengan solo gitar maut di menit 02:16 dan efek yang membayang menghantui disambut dengan teriakan “Yeah…Yeah…Yeah”. Laddism 2.0 hadirin sekalian.

 

Dengan “Colour Of The Trap” Miles Kane membuktikan bahwa ia bukanlah seorang artis medioker yang hanya punya keberuntungan untuk menghasilkan musik seperti banyak yang dilakukan dengan artis lainnya yang kita temukan sekarang. Ia menaruh seluruh jiwanya ke dalam album ini dan menghasilkan sesuatu yang tidak terduga sama sekali di tahun ini. Sebuah album klasik yang akan diingat untuk waktu yang masih akan lama.

 

David Wahyu Hidayat


1 Response to “Album Review: Miles Kane – Colour Of The Trap”



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Agustus 2011
S S R K J S M
« Mei   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Categories

Blog Stats

  • 137,356 hits

%d blogger menyukai ini: