14
Mei
11

Album Review: Polyester Embassy – Fake/Faker

Polyester Embassy

Fake/Faker

FFWD Records – 2011

 

Penantian yang sudah terentang sejak 5 tahun itu akhirnya diruntuhkan dengan suara distorsi gitar, membuka sebuah akselerasi rock ‘n’ roll seperti sebuah senapan mesin yang memuntahkan ribuan peluru panas untuk menundukkan terorisme jiwa yang sudah terlalu penat terkungkung kehidupan. Sejenak kita seperti tidak mengetahui dari band manakah suara maharaja ini datang? Suara efek gitar membayang yang menumpuk di belakang membentuk dinding suara tanpa batas, dentuman bas dan drum yang menghajar alam bawah sadar kita itu? Satu-satunya petunjuk adalah sebuah cakram padat yang dikemas dalam sampul berwarnakan kuning keemasan. Dengan ukuran sampul seperti sebuah 7” vinyl ketika kita memegang dan memandangnya, bahkan sebelum mendengarkan satu nada pun di dalamnya, mata kita sudah dimanjakan oleh karya seni tersebut. Lalu di menit 01:49 ketika vokal pertama album itu dikumandangkan, kita serentak mengetahui dan mengenal suara tersebut. Terakhir suara tersebut didokumentasikan dalam sebuah cakram padat adalah pada lagu “Home”, tahunnya adalah 2006, albumnya adalah sebuah mahakarya jenius skena lokal negeri ini berjudul “Tragicomedy”, bandnya adalah Polyester Embassy. Lagu yang kita dengarkan sekarang itu berjudul “Air”, pembuka album terbaru mereka yang dinamakan “Fake/Faker”, dan ini adalah sebuah realita sonik yang terjadi sekarang ini. Hadirin sekalian, Polyester Embassy telah kembali.

“Later On” menebarkan ancaman berikutnya, ancaman yang sudah kita rasakan sejak 5 tahun yang lalu, kalau band ini dengan sangat konstan dan serius akan mendobrak segala sesuatunya yang kita kenal dari persepsi musik negeri ini. Dengan nyanyian sangat melodius di awal lagu sampai coda dentingan piano, “Later On” mendeskripsikan agresifitas Polyester Embassy, seperti semua unsur elemen musik alternatif terhujam dan mengalir menjadi suatu keindahan yang teransemen sangat rapi. “LSD” menggeliat dengan alur musik yang membahayakan indera kita, ritem gitar yang bermunculan sesekali itu, dipadu dengan dentuman bas yang meliuk menari menggoda, sebelum serangan gitar itu datang bagaikan proyektil yang dikendalikan dari jauh oleh pedal wahwah.

Ketika kita sudah disiram penuh ekstase dalam 3 lagu pertama “Fake/Faker”, datanglah “Space Travel Rock N Roll”, nomor penuh psikedelia yang bertempo lebih lambat dari 3 lagu sebelumnya. Di manakah kita berada sekarang? Tanpa sempat berpikir kita merasakan kaki kita tidak lagi berpijak pada tanah kota ini, tubuh kita mengambang diiringi trumpet yang mengiringi akhir lagu ini. “Good Love” meneruskan perasaan mengambang penuh endorphine itu dengan liriknya “Let’s head up the rain fall with more smiles”. Direkam dengan hanya menggunakan gitar akustik, piano dan hapsichord, lagu berikutnya “Have You” merupakan lagu penyeimbang yang menenangkan aura psikedelia bombastis “Fake/Faker”.

Meskipun begitu, ketenangan tersebut tidak berlangsung lama, karena dalam “Small Stakes” kita kembali diporak-porandakan oleh suasana rock ‘n’ roll industrialis penuh dengan intensitas tinggi yang menyesakkan karena kita tidak akan pernah mengetahui mau dihempaskan ke mana gumpalan energi yang memenuhi kepala kita waktu mendengarkan lagu ini. Kemudian di urutan ke 8 adalah titel track album ini “Fake/Faker. Menusuk seperti light sabre Obi-Wan Kenobi dan Anakin Skywalker yang saling beradu memperebutkan kemenangan atas kepalsuan yang ada, sampai akhirnya ketika piano, blips, gitar, bas dan drum itu berulang-berulang menghentakkan pikiran dan telinga kita, semua itu seperti sebuah monolog untuk melawan semua yang memalsukan segala sesuatunya yang telah ada dan terlihat. “Fake/Faker” ditutup dengan “White Crimes”, dengan keagungan dan kerisauan bunyi synthesizer seperti terperangkap dalam salah satu skena film Stephen King.

5 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menunggu datangnya sebuah album. Namun dengan album yang definitif merupakan pengalaman sonik paling berharga tahun ini, Polyester Embassy telah menjustifikasi waktu penantian itu dengan sangat gemilang. Bila “Tragicomedy” terdengar seperti sebuah musik yang dikirimkan dari antariksa nun jauh di sana ke planet ini, maka “Fake/Faker” adalah usaha manusia untuk terbang menjelajah teritori galaksi yang belum pernah dihidupi dan dialami sebelumnya. Bersiaplah untuk menembus galaksi bersama album ini.

David Wahyu Hidayat


4 Responses to “Album Review: Polyester Embassy – Fake/Faker”


  1. 2 omen insurgent army
    Mei 16, 2011 pukul 7:14 am

    sangat di nantikan kehadiran album ini di karawang…semoga aku bisa mendapatkan Cd nya…masuk jalur distribusi gak daerah karawang

  2. 3 gall'ant
    Mei 18, 2011 pukul 1:01 pm

    albumnya juara…seperti sudah diduga sebelumnya…sy pun pernah melihat band ini secara langsung di awal kariernya..sy sudah menduga, klo kelak band ini akan menjadi “fantastis” karya2nya..

    yg sedikit mengganggu di album ‘fake/faker” ini adalah ketika mendengar aransemen ajaib lagu “Space Travel Rock N Roll”, tp kenapa suara vokal+cara bernyanyi elang eby terdengar seperti doug mandagi “the temper trap” ??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Mei 2011
S S R K J S M
« Apr   Agu »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Categories

Blog Stats

  • 137,356 hits

%d blogger menyukai ini: