03
Apr
11

Album Review: Elbow – Build A Rocket Boys

 

Elbow

Build A Rocket Boys!

Fiction – 2011

Perawakan Guy Garvey lebih cocok sebagai seorang pemabuk handal yang setiap malam bercokol di pojok bar favorit kalian, dibandingkan sebagai vokalis salah satu band terbaik Inggris pemenang Mercury Award. Si pemabuk Gurvey dengan nafas alkoholnya akan berkoar dengan senang hati tentang masa kecilnya yang berbeda dengan anak-anak generasi kini, tentang kehilangan orang yang dikasihinya, tentang seorang teman yang sangat ia hargai persahabatannya. Sang vokalis Gurvey, menceritakan hal yang sama dengan suara baritonnya yang khas dan musik solid dari bandnya dalam album baru mereka “Build A Rocket Boys”.

 

Album penerus “The Seldom Seen Kid” yang mengagumkan itu, dibuka dengan “The Birds” melalui suara intens dan penuh kidung dari gitar yang mengawali lagu itu dan vokal khas Guy Garvey, sebelum gulungan suara elektronika membalutnya di akhir lagu. Ini adalah langkah berani untuk membuka sebuah album, karena setelah memenangkan audiens luas melalui “The Seldom Seen Kid”, Elbow tidak mengkanibal diri mereka sendiri dengan memilih lajur pop ala Keane, tapi dengan intelektual, mereka memilih memperkenalkan album ini dengan intensitas dalam yang berdurasi 8 menit.

 

Lagu yang datang setelahnya, “Lippy Kids”, menceritakan masa kecil dari seorang yang besar di Manchester raya, tentang sebuah nostalgia naif yang tidak perlu lagi ditutupi. Dengan iringan bas yang mendentum dengan jeda, lantunan piano yang monoton, dan siulan, setiap kata yang dinyanyikan Gurvey di lagu ini adalah sebuah penghayatan akan waktu yang tidak bisa lagi diulang, akan keluguan, kebandelan sekaligus pandangan anak kecil yang penuh harapan “…you were a freshly painted angel, walking on walls steling booze and hour hungry kisses…do they know those days are golden? Build a rocket boys”.

 

Menyusul lagu itu adalah “With Love” dengan dentingan piano seperti matahari mencium musim semi, dan suara koor yang membahana, lagu ini akan berusaha membuat cinta bersemi di tengah setiap perbedaan yang ada, mungkin ia tidak lagi berusaha, tetapi melodi yang ada di lagu itu sudah membuatnya terjadi “Love will find you out, be sure love will find you out, as anybody with a kind word would know, it’s gonna find you”. Berikutnya dalam daftar lagu album ini adalah “Neat Little Rows”. Yang mengagumkan dari Elbow di lagu ini dan juga banyak lagu mereka sebelum ini, adalah keberhasilan mereka mendefinisikan baru kata epik. Dengan suara drum dan bas yang mendentum, dan suara gitar berat seperti suara pabrik industrial yang tidak mau mengalah terhadap era digital, lagu ini memuncak ketika Gurvey mulai menyanyikan “Lay my bones in the cobble stones, lay my bones in neat little rows” memadukan suara-suara tersebut dengan dentingan glockenspiel dan belasan suara absurd lainnya di latar belakang. Sekali lagi, epik memiliki definisi baru.

 

Suara koor yang dalam “With Love” kita dengar lagi dengan tak kalah agungnya di “Open Arms”, menambahkan unsur keindahan dalam melankoli, setelah sebelumnya di lagu seperti “Jesus A Rochdale Girl”, dan “The Night Will Always Win” kita disuguhkan cerita pribadi Gurvey tentang seseorang yang pernah berarti di kehidupan lama dia, dengan melodi yang sendu sekaligus tenang, seperti seorang yang sedang mencari pembenaran akan apa yang ia telah lakukan di masa lalu. Ketenangan itu pula yang menutup album ini dalam “Dear Friends” sebuah penghormatan bagi teman-teman yang pernah dan akan selalu berarti dalam kehidupan kita “Dear friends you are angels and drunks…but it struck me to say while so far away, you were here in my head, in my head…and you are the stars I navigate home by”.

 

Ketika kita keluar dari bar langganan kita, suara vokalis Gurvey masih terngiang – ngiang di kepala kita. Ia dan bandnya Elbow, telah membuatkan kita sebuah soundtrack tentang fase kehidupan yang tidak lagi kita perlu malu terhadapnya. Tentang kenaifan dan impian masa kecil, tentang kehilangan, tentang persahabatan, tentang kehidupan. Dan rasakan, matahari sedang mencium wajahmu dan musim semi yang telah datang.

 

David Wahyu Hidayat


0 Responses to “Album Review: Elbow – Build A Rocket Boys”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


April 2011
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Categories

Blog Stats

  • 137,356 hits

%d blogger menyukai ini: