20
Mar
11

Album Review: Themilo – Photograph

 

Themilo

Photograph

Sadsonic Labs – 2011

 

“Pecah bisul” komentar Ajie Gergaji, vokalis, gitaris Themilo mengenai “Photograph” album kedua band asal Bandung ini, ketika diwawancara oleh jakartabeat.net baru – baru ini. Butuh waktu 7 tahun antara “Let Me Begin” dan album ini, sebuah rentang yang cukup lama, mengingat band ini adalah salah satu band yang cukup banyak pengikutnya. Namun waktu yang lama tersebut adalah sebuah penantian yang layak untuk ditunggu, karena “Photograph” meskipun cuman berisikan 8 lagu namun semuanya itu merupakan lagu-lagu yang akan menggulung kita dalam sebuah pengalaman sonik yang memukau telinga, raga dan hati.

 

“Stethoscope” membuka pengalaman sonik tersebut, dengan distorsi gitar yang menumpukkan batu-batu euforia dalam jiwa kita, ini adalah teriakan selamat datang kembalinya Themilo dalam kepala kita yang sudah terlalu jengah dengan kehampaan musik pop. Menit 03:15 menandakan kalau album ini siap lepas landas dengan sayatan melodi gitar yang bersahut-sahutan makin meninggi mencapai puncak yang kita sendiri tidak akan pernah mengetahui di mana letaknya.

 

Lagu itu disusul dengan “For All The Dreams That Wings Could Fly”, yang dengan harmonis manis menampilkan vokal latar dari seorang Maradilla Syahridar yang membuat kita seakan tidak lagi menapak ke tanah. Menyusul lagu tersebut adalah “So Regret” yang menurut wawancaranya dari media yang sama di atas, adalah lagu tergalau yang dimiliki Themilo, menceritakan seorang anak durhaka yang tidak pernah memiliki kesempatan untuk meminta maaf kepada orang tuanya yang telah meninggal.

 

“Get In Your Mind” menggambarkan suasana hampa, di mana yang ada hanyalah kekosongan, seperti ruangan bandara udara yang terlalu steril, di mana orang asing berkeliaran tanpa saling sapa, di mana alienasi terjadi satu sama lain, tapi lalu kita menoleh ke depan dan mendapati orang-orang yang kita kasihi berada di sana, sekejap alienasi itu berubah menjadi kehangatan, diiringi melodi gitar yang sahut menyahut, membalut kita dalam ketenangan, menghapus kegalauan.

 

Meskipun lagu – lagu Themilo identik dengan konsep kegalauan yang tanpa putus, sebenarnya di balik semuanya itu, ada sesuatu yang memancarkan sinar pencerahan, dengan suara synthesizer yang mengimbangi intensitas gitar dengan distorsi dan petikan melodi tanpa jeda, seperti yang terdengar dalam “Dreams” maupun optimisme tersirat yang ada dalam “Don’t Worry For Being Alone”.

 

Lalu, dalam segala keindahannya Themilo menghadirkan “Daun Dan Ranting Menuju Surga”, dengan pelan dentingan gitar itu bersahut-sahutan, diiringi suara distorsi ringan yang menggema mememenuhi telinga kita, sebelum Ajie dengan tenang bernyanyi “Hadapi hidup yang remuk, hapus semua kenangan yang kelam…”. “Photograph” mencapai klimaksnya di lagu ini, kita bersyukur akan Themilo, yang  telah mengantarkan lagu-lagu pembasuh keputusasaan kita yang akhirnya berakhir.

 

Dentingan keindahan itu berakhir dalam “Apart” yang menyudahi “Photograph”. Nestapa yang kita hadapi telah larut, tergantikan dengan optimisme baru di hari yang baru, yang tak seorang pun tahu akan seperti apa wujudnya.

 

David Wahyu Hidayat

 


0 Responses to “Album Review: Themilo – Photograph”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Maret 2011
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: