03
Okt
10

Konser Review – The Lightning Seeds, Jakarta 02 Oktober 2010

The Lightning Seeds

Jakarta – Lapangan D Senayan

Sabtu, 02 Oktober 2010

Setlist:

All I Want, Sense, What If…, Flaming Sword (Care cover), You Showed Me (The Turtles cover), Be My Baby (The Ronettes cover), Lucky You, Change, Marvellous, Three Lions, Imaginary Friends, Ready Or Not, The Life Of Riley, Sugar Coated Iceberg, Pure

Review:

Untuk seseorang yang melewati masa SMA di pertengahan 90-an, britpop adalah soundtrack untuk setiap momen yang terjadi di masa itu, dan hari-hari di mana The Lightning Seeds menghiasi ruang nada perjalanan dari rumah ke sekolah, akhir pekan, atau dikumandangkannya “Three Lions” satu musim panas lamanya selama menyaksikan Euro 96, adalah bagian esensial dari masa tersebut.

Satu rentang waktu, di mana tingkat kebahagiaan dipicu oleh lagu-lagu tersebut, tanpa harus dicemari dengan keabsurdan ponsel, internet dan kegilaan dunia maya lainnya. Untuk orang-orang seperti itu, tahun 2010 ini, seperti sebuah tahun yang terlalu indah untuk jadi kenyataan. Setelah diberikan kesempatan menyaksikan Ian Brown langsung pada Agustus lalu, pada Sabtu 02 Oktober 2010, satu kesempatan diberikan lagi, untuk menyaksikan The Lightning Seeds di kota yang sudah hampir tenggelam tapi tetap kita cintai ini, di Jakarta.

Bertempat hanya beberapa ratus meter dari konser Ian Brown 2 bulan sebelumnya, di sebuah lapangan bola yang malam itu berubah menjadi Glastonbury versi Jakarta dengan hamparan lumpur akibat hujan yang mengguyur Jakarta seharian, The Lightning Seeds berdiri di sana memberikan realita manis terhadap sebuah mimpi yang dalam umur manusia yang singkat ini tidak pernah disangka akan menjadi kenyataan malam itu.

Dengan set sangat minimalis, hanya ditemani oleh kibordis, basis dan seorang drummer, Ian Broudie dengan gitarnya berdiri di tengah panggung, kaca mata, jaket, persis seperti yang selalu kita bayangkan akan sosok Ian Broudie dan yang selalu kita lihat dalam video klip mereka satu dekade yang lalu. Dan mereka tampak dalam mood yang sangat baik malam itu, “You Showed Me” dimainkan dengan outro psikedelik yang bisa saja terjadi karena ia terlalu banyak bergaul dengan kakak-beradik Skelly dari The Coral. Di awal setnya, mereka lalu memainkan “Lucky You”. Ini adalah antem 90-an yang menaikkan level endhorphine lapangan D Senayan secara kolektif ke tingkat paling tinggi.

Lagu demi lagu, tingkat kebahagiaan itu makin memuncak seiring dengan perasaan tidak percaya yang dihiasi dengan senyuman di bibir karena melihat yang dilihat di depan mata adalah benar-benar The Lightning Seeds, bukan sekedar cover band handal yang memainkan lagu-lagu mereka. Dan Ian Broudie beserta bandnya juga turut mengambil peran besar mewujudkan fantasi kita, dengan pilihan lagu-lagunya. Malam itu, mereka memainkan sebuah versi akustik sangat mengagumkan dari “Marvellous”. Bahkan dimainkan secara akustik pun, lagu tersebut masih terdengar megah, dan di momen seperti itulah nyata kebesaran sebuah musik pop.

Seakan tidak peduli lagi dengan lumpur yang sudah membuat sepatu dan jeans yang dikenakan menjadi tidak berbentuk, kita larut tergenang bersama gulali musik yang ditawarkan oleh The Lightning Seeds dengan membawakan “Sugar Coated Iceberg”, “Imaginary Friends” dan “Ready Or Not” dari album “Dizzy Heights”. Di pertengahan set mereka bahkan membawakan “Three Lions”. Pertandingan di mana Paul Gascoigne mencetak gol paling hebat satu dekade ke gawang Skotlandia di Wembley lama, terkias kembali di kepala. Kalian boleh katakan ini nostalgia, tapi sejujurnya ini adalah kehidupan dalam format terbaiknya.

Set mereka malam itu ditutup dengan “Pure”. Hanya langit hitam Jakarta yang masih dapat membatasi kebahagiaan itu. Di bawahnya adalah ratusan senyum. Senyuman yang selama konser itu berlangsung, diiringi dengan perasaan tidak percaya bahwa semuanya itu adalah kenyataan, tetapi malam itu semuanya benar-benar terjadi. Dalam genangan lumpur kita ditenggelamkan The Lightning Seeds ke salah satu momen terbaik dalam hidup ini. Satu momen yang akan membekas dalam kesederhaan dan keindahan musik band tersebut untuk selamanya.

David Wahyu Hidayat



3 Responses to “Konser Review – The Lightning Seeds, Jakarta 02 Oktober 2010”


  1. 1 adekris
    Oktober 4, 2010 pukul 2:44 am

    hiks tiket sudah ditangan, tapi karna terjebak di rumah calon mertua untuk mengeset undangan yg harus dibagikan keesokan harinya dgn omel2an, akhirnya gw menghibur diri sambil ngetik bercucuran air mata mendendangkan you showed me, what you say, sense, all i want, lucky you dan sugar coated iceberg yg hanya selang 4 bulan gw bawakan dgn band teman sekantor di bdg ;[[[[ menyakitkan ;[

  2. 2 anomalinya fatir
    Oktober 6, 2010 pukul 11:07 am

    ingin menangis….benar ingin menangisi karena tidak melihat perform mereka, malah kondangan di daerah Ciracas….

  3. Oktober 11, 2010 pukul 10:29 am

    Gue dulu nggak pernah terlalu ‘ngedengerin’ lirik-liriknya the Seeds. Sure, they’re catchy, but for me–my teenage self, back in the nineties–it was always about the melody. Baru pada malam konser itu gue nyadar kalo Ian Broudie might have something to say after all. Yang paling nyangkut di kepala dan hati: bagian “don’t sell the dreams you should be keeping, pure and simple every time”. Cuma sekarang–pas umur udah masuk kepala tiga, dan banyak mimpi masa muda yang terkalahkan oleh kenyataan hidup–lirik itu jadi kerasa banget kebenarannya. And that’s what separates good pop from great pop, innit? My teenage days couldn’t have had a better soundtrack. Mr Broudie, I salute you!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Oktober 2010
S S R K J S M
« Sep   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: