25
Jul
10

Album Review: The National – High Violet

The National

High Violet

4AD – 2010

Kenestapaan adalah sesuatu yang mampu membuat seorang manusia terserak di jurang paling dalam sebuah kehidupan yang tak bermakna. Luluh lantak hancur dalam kesia-siaan seperti usaha menjaring angin di bawah satu Matahari yang menyinari kita semua. Namun, semuanya itu dapat dilawan. Sedikit sinar saja terbersit di ujung sana akan mengubah kenestapaan itu menjadi suatu titik harapan, yang menjanjikan sesuatu, sebuah awal dan kehidupan baru.

Dalam album barunya “High Violet” The National melukis kenestapaan itu menjadi sesuatu yang mendamaikan. Sejak nada pertamanya, “High Violet” adalah lukisan hamparan padang rumput di bawah awan paling mendung yang pernah dilihat manusia, namun di pojok kanan atas lukisan tersebut, sebuah sinar akan mengubah persepsi lukisan tersebut dari kelam menjadi awal sebuah asa.

Di balik penampilan personil The National yang lebih cocok sebagai pengangguran pemabuk yang frustasi mencari pekerjaan dibanding band indie favorit kalian, dua pasang kakak beradik Aaron & Bryce Dessner serta Scott & Bryan Devendorf dan sang vokalis Matt Berninger adalah maestro di bidangnya. “Terrible Love” yang mengawali album itu menset atmosfir album tersebut, penuh melankoli, pilu tetapi entah mengapa melegakan. “Sorrow” yang menyusul lagu pertama itu mengatakan kepada kita bahwa semua yang tidak mengenakkan tidak harus selalu berakhir dengan mengenaskan.

Suara bariton Berninger menghantui kita dengan sangat dalam “Anyone’s Ghost”, ditambah dengan efek gitar yang mendengung di latar belakang, dan iringan alat musik gesek membuat lagu ini akan membangkitkan bulu kuduk kita. Lalu di tengah-tengah album tersebut, kita dapati “Bloodbuzz Ohio”. Seperti yang telah mereka lakukan dalam “Mistaken For Strangers”, ketukan drum yang membawa lagu ini melaju, ditambah dengan dentingan pianonya membuat kita ingin berdansa sendirian dalam kegelapan, meluluhlantakkan segala kekuatiran, dan di tengah segala kekelaman itu kita akan menemukan kelegaan. Yang menjadikan The National sebuah band mengagumkan adalah lagu-lagu seperti itu, karena mereka membuat kita semua menemukan harapan dalam segala sesuatu yang inferior di dalam hidup kita.

Bagian akhir dari album ini, dengan “Lemonworld” dan “Conversation 16” sekali lagi mengoyakkan pikiran kita dan memberikan ketenangan dalam hidup yang seringkali terjebak dalam segala sesuatu yang menggerogotinya.

Album ini adalah pelipur lara kita dalam kehidupan absurd yang sudah lelah termakan segala macam ketamakan dunia ini. “High Violet” adalah lukisan yang akan selalu kita pandangi dan nikmati, karena suara-suara dalam album ini akan mengangkat kita dari  kenestapaan kita, dan pada akhirnya kita semua hanya akan tersenyum dan berterimakasih atas kehidupan ini.

David Wahyu Hidayat


1 Response to “Album Review: The National – High Violet”



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Juli 2010
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Categories

Blog Stats

  • 137,356 hits

%d blogger menyukai ini: