25
Des
09

20 Track Terbaik 2009

Sejujurnya, yang teringat dari tahun ini adalah hal-hal yang tidak ingin diingat. Terlalu banyak kesmrawutan dan ketidakadilan telah terjadi. Mungkin apa saja itu semua, tidak perlu disebutkan di sini, untuk itu kalian hanya perlu melihat kaleidoskop 2009 dari media – media favorit kalian. Untungnya tidak semuanya terhilang begitu saja waktu di tahun 2009 ini. Kita masih ingat bagaimana The S.I.G.I.T dengan sangat spektakuler mengguncang Bandung waktu merilis “Hertz Dyslexia EP” pada tanggal 20 Juni 2009. Lalu ketika Jakarta berpesta bersama Phoenix tanggal 01 Agustus 2009, kita terharu, karena teror pun tidak dapat mengalahkan dan memecahkan kita.

Dirunut satu persatu ke belakang selama 2009, masih banyak lagi kejadian-kejadian yang akan memukau kalian masing-masing, dan untuk setiap kejadian itu tersisa suatu tempat untuk sebuah lagu mendokumentasikan momen tersebut. Di bawah ini adalah 20 lagu yang menjadikan tahun saya, dalam segala kekacauannya dan dalam segala sukacitanya. Selamat menyongsong dekade yang baru!

David Wahyu Hidayat

20. Leaky Lifeboat – Sonic Youth

Satu hal yang dimiliki oleh Sonic Youth yang tidak dimiliki oleh band-band lain seangkatannya adalah durabilitas mereka mengantarkan karya-karya yang memukau. “Leaky Lifeboat” dengan intronya yang menggelitik, dan efek gitar yang seakan memberi ruang 3 dimensi dalam gemuruhnya suara, membuat Sonic Youth masih tetap relevan di penghujung dekade ini

19. Don’t Walk On By – The Lightning Seeds

Setelah sibuk berkeliaran memproduseri musik untuk band-band seperti The Coral, The Zutons dan The Subways; Ian Broudie kembali ke akarnya, The Lightning Seeds. Dan yang menyenangkan dari hal itu adalah ia belum lupa bagaimana membuat perasaan kita seringan mungkin, sehingga kita seperti berada di antara awan yang membuai kita dengan melodi-melodi manis.

18. Evacuate – The Boxer Rebellion

Serangan gitar itu bagaikan sebuah senapan mesin yang menyeruak di serangan fajar, dan hantaman drum itu meghembuskan sebuah nafas baru di tengah jiwa yang sedang lelah. Lalu, teriakan itu. Teriakan itu menghempaskan kita yang sedang duduk termenung di sofa. Ini adalah suara nyata sebuah pergerakan.

17. Crystalised – The XX

Seorang teman mengatakan kalau band ini adalah masa depan brit indie. Dengan perpaduan suara seperti era awal The Cure bertemu dengan Notwist bertemu versi aristokrat seorang Karen O di sebuah kafe yang sangat nyaman di London, mungkin teman saya itu ada benarnya.

16. Undisclosed Desire – Muse

5 tahun lalu, mungkin kita akan segera mengiris kuping sendiri, bila mendengar Muse membuat lagu seperti “Undisclosed Desire”. Tapi mendengarnya di tahun 2009 ini, semuanya terdengar logis. Ini adalah perkembangan paling tepat dari Muse. Merambah musik mereka ke area yang bercumbu panas dengan r ‘n’ b, tidak membuat Muse kehilangan kelasnya, tapi hanya sebuah sebuah penjelasan akan pembuktian kecerdasan mereka.

15. I’m Throwing My Arms Around Paris – Morrissey

Bila ada yang masih meragukan kalau Morrissey sudah tidak bisa lagi menembakkan amunisi terbaiknya dalam membuat lagu yang medeskripsikan perasaan kita dengan sangat di tahun 2009 ini, maka pintalah agar orang ini mendengarkan “I’m Throwing My Arms Around Paris” dari album terakhirnya “Years Of Refusal”. Dengan melodis melankoli lagu ini menjelaskan mengapa Morrissey masih tetap relevan sampai saat ini.

14. Runaway – Yeah Yeah Yeahs

Yeah Yeah Yeahs dalam form terbaik mereka, dan yang mencengangkan ini semua dibawakan bukan dengan musik yang menjadi ciri khas mereka. Dengan dentingan piano yang rapuh melambai, lagu ini seperti orkestrasi Yeah Yeah Yeahs yang memberikan gambar terhadap keinginan untuk melarikan diri dari kepenatan yang dihadapi dalam hidup, tetapi dalam pelarian itu kita semua lalu menemukan jawabannya.

13. Valium In The Sunshine – Maps

Waktu nada-nada synthesizer itu menghentikan pikiran kita sejenak, dan James Chapman menyanyikan “You make me so good to be around” pertanda bahwa ia telah kembali berada dalam wujudnya sebagai Maps, kepala kita dipenuhi perasaan halusinasi yang menyenangkan, seperti merengguk candu dalam cawan terlarang, setelahnya kita melayang terbang dibawanya.


12. Two By Two – Animal Kingdom

Nada-nada terbaik akan selalu diingat orang, tak peduli tingkat kebesaran band yang menyanyikan lagunya. Animal Kingdom mungkin masih merupakan band anonim saat ini, tapi bila mereka terus memproduksi lagu seperti “Two By Two” dengan melodi intens yang membuat ketagihan dan suara vokal yang khas menyanyikan melodi yang tidak pernah mau dikeluarkan dari kepala, bukan tidak mungkin dalam waktu singkat mereka akan menjadi nama dalam komoditi rumah tangga kalian semua.

11. Boat Behind – Kings Of Convenience

Lagu ini adalah suara musim panas yang berkepanjangan. Ia tidak pernah berhenti, kita akan selalu merasakan sinar matahari yang menyapu lembut pipi kita dengan hangat, dan badan akan selalu menggeliat penuh kemalasan menikmatinya. Bila kita pernah berada di musim panas ini, di paralel universum yang diciptakan oleh Kings Of Convenience, sudah dapat dipastikan, kita tidak akan pernah rela meninggalkannya.

10. Lasso – Phoenix

Masih ingatkah kalian semua akan malam tanggal 01 Agustus 2009? Negara ini baru saja diguncang dengan serangan bom Kuningan kedua dua minggu sebelumnya. Tapi malam itu, sepertinya musik mengalahkan teror, dan di atas semuanya Phoenix menunjukkan kita, mengapa dengan musik semuanya dapat terhapus. “Lasso” adalah pop dan pop adalah perasaan yang indah, tanpa ketakutan.

09. Bhang – The S.I.G.I.T

Siapapun yang pernah membuat suling menjadi alat musik yang dapat mengumandangkan lagu rock ‘n’ roll adalah seorang yang cerdas. The S.I.G.I.T melakukan itu dalam “Bhang”, sebuah lagu yang tanpa basa-basi menyusupi hasrat untuk menendang kekesalan dan batasan yang ada. Jadi, siapa yang berani menantang The S.I.G.I.T?

08. The Fixer – Pearl Jam

Menggairahkan. Itu yang pertama kali dirasakan waktu mendengar “The Fixer” untuk pertama kalinya. Mereka, Pearl Jam seperti menemukan kembali kesenangannya dalam bermain musik, yang terdengar hanyalah teriakan optimisme dalam “yeah yeah yeah” yang dinyanyikan Vedder, dan kekompakan McCready serta Gossard memainkan gitarnya. Ya, menggairahkan!

07. Crying Lightning – Arctic Monkeys

Dipilih sebagai single pertama dari “Humbug” album paling aktual mereka, “Crying Lightning” sama sekali bukan lagu yang menjadi ciri khas Arctic Monkeys. Dengan efek distorsi penuh dengan tandatangan Josh Homme yang memproduseri album ini, “Crying Lightning” menohok kita langsung ke ulu hati, menjadikan anak-anak asal Sheffield itu menampilkan sisi gelap dan misterius mereka.

06. Get On Your Boots – U2

“The future needs a big kiss”, ini adalah upaya Bono menginisiasikan dirinya kembali  merenggut tahta rockstar, setelah terlalu lama berusaha menjadi politikus. Dengan suara bas Adam Clayton yang kasar, dan gitar khas tandatangan The Edge yang bersuarakan bagai amarah yang dipendam terlalu lama, mereka telah berhasil kembali menempatkan Bono di jajaran paling atas para rockstar, dan lihat, semua rockstar lainnya pun tunduk kepadanya.

05. In This Light And On This Evening – Editors

“I swear to God/I heard the earth inhale moment before it spat its rain down on me/I swear to God/In this light and on this evening London’s become the most beautiful thing I’ve seen”. Kata-kata ini dibalut dengan suara synthesizer yang melengking, dan bas monotonik yang merobek relung jiwa membuat lagu ini sebuah pernyataan cinta akan kota yang kita tinggali. Sebelum dan setelahnya tidak banyak kita jumpai lagu yang segitu dalamnya memberikan penghormatan kepada sebuah kota.

04. Stellify – Ian Brown

Konon, Ian Brown menciptakan lagu ini untuk diberikan kepada Rihanna. Tapi kemudian ia menyadari, bahwa lagu ini begitu dasyhatnya sehingga ia simpan untuk dirinya sendiri dan dirilis sebagai single pertama dari album aktualnya “My Way”. Untung lagu ini tidak jatuh ke tangan Rihanna, karena lagu ini mendeskripsikan Ian Brown dengan elemen terbaiknya, yaitu dengan dentuman irama yang menfiturkan kebanggan seorang yang berasal dari utara daratan Inggris.

03. 10:03 – Doves

10:03 adalah lagu terbaik Doves dari album “Kingdom Of Rust”. Dimulai dengan sangat pelan, hampir-hampir menghantui dan menghanyutkan kita ke alam seberang. Lalu di menit 02:50, lagu ini berubah menjadi sesuatu yang sangat epik. Apa yang telah ada sudah dihempaskan, apa yang akan datang telah didefinisikan lagu ini, dan yang akan datang itu adalah sebuah keagungan.

02. Morning Lights Recover – Ansaphone

Makin sering lagu ini didengar, ia semakin magis. Terutama bila didengarkan pada saat – saat pertama sebuah pagi, di mana semuanya kelihatan sempurna. Seperti petikan gitar yang bersahut-sahutan di lagu ini, begitu memulihkan dan mencerahkan hari.

01. Where Did All The Love Go? – Kasabian

Bagi banyak orang Tom Meighan adalah seorang yang mempunyai omong besar tanpa kemampuan apa-apa, dan Sergio Pizzorno adalah seorang gitaris yang hanya diberkati dengan tampang tampan tanpa mempunyai apapun. Orang-orang tersebut membenci Kasabian. Bagi orang-orang lainnya, Kasabian adalah penyelamat. Dengan dipersenjatai melodi yang akan membuat kita bersiul tanpa henti dan diiringi dengan kemegahan alat musik gesek serta synthesizer, “Where Did All The Love Go” adalah sebuah kualitas, tidak peduli apa yang orang banyak katakan tentang Tom dan Serge.

Untuk membaca 10 album terbaik tahun 2009 pilihan musik blog SupersonicSounds ini, klik tautan berikut ini:

https://supersonicsounds.wordpress.com/2009/12/27/10-album-terbaik-2009/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Desember 2009
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: