05
Des
09

40 Track Terbaik 2000 – 2009, bagian 2

Dalam catatan blog ini sebelumnya, kalian telah membaca urutan 40 – 21 track terbaik sepanjang 2000 – 2009 yang dipilih oleh penulis. Di bawah ini adalah urutan 20 – 1. Selamat membaca dan selalu merayakan kehidupan bersama musik yang kalian cintai.

David Wahyu Hidayat

20. Black Amplifier – The S.I.G.I.T

Tanpa perlu penjelasan lebih lanjut, satu hal telah pasti. The S.I.G.I.T adalah band paling bombastis yang muncul di negara ini pada dekade ’00. Dipersenjatai dengan lick gitar yang mampu membunuh keresahan, “Black Amplifier” adalah ayat-ayat suci rock ‘n’ roll yang memberikan inspirasi spiritual kepada mereka yang muda di 10 tahun pertama abad 21.

19. True Love Way – Kings Of Leon

Perjalanan panjang Kings Of Leon menapaki tahta rock ‘n’ roll bukanlah perjalanan yang mudah. Memulainya dengan suara – suara kasar dipadu dengan musik tipikal dataran selatan AS, memasuki album ketiga “Because Of The Times” mereka memadukannya dengan sentuhan – sentuhan manis yang nyaris bersinggungan dengan pop. Hasilnya adalah sebuah musik americana yang memberikan ciri khas baru dan membuat mereka menjadi besar, tak tersentuh. “True Love Way” adalah tapal batu semua itu.

18. Tribulations – LCD Soundsystems

Harus diiterasi sekali lagi dalam blog ini, James Murphy adalah seorang bangsat. Kita semua harus mengucap syukur, karena di usia mudanya ia menolak pekerjaan menjadi penulis untuk “Seinfeld”. Karena bila tidak kita tidak akan pernah mendengarkan karya-karyanya baik di DFA maupun LCD Soundystems. Seseorang yang berani mencuri dari New Order, lalu mengubah sebuah musik elektronik bagaikan orgi liar rock ‘n’ roll bukanlah seorang peniru. Ia adalah seorang jenius dan orang itu bernama James Murphy.

17. Di Udara – Efek Rumah Kaca

Lupakan semua bentuk lagu protes berbahasa Indonesia yang pernah ada sebelumnya. Dengarkan “Di Udara” dan dengan sekejap kita akan menyadari betapa cermat pelirikan yang ada di sana. Musikalis, sebagai bangsa Indonesia kita bersyukur telah dianugerahi sebuah band bernama Efek Rumah Kaca. Karena lagu ini adalah sebuah antem, dan akan terpatri di hati kita untuk selamanya.

16. F.E.A.R – Ian Brown

Si raja monyet itu pernah mengakui kalau “F.E.A.R” adalah karya terbaik dirinya. Dengan lirik yang selalu dirangkai dari 4 huruf tersebut, dan perpaduan musik antara orkestrasi sederhana dan elektronik, mungkin ia benar. Karena “F.E.A.R” adalah sebuah potongan musik yang terdengar kekal, dan akan mengabadikan nama Ian Brown selamanya.

15. If I Ever Feel Better – Phoenix

Di awal dekade ini, waktu kita menginginkan sebuah lagu pop dansa bergitar yang cerdas, tanpa diembeli dengan kebangkitan 80-an yang berlebihan, Phoenix datang dengan “If I Ever Feel Better”, dan menggoyangkan kaki kita dengan otomatis. Di penghujung dekade ini, mendengarkan lagu ini kembali, kedua kaki kita masih saja tergoyang dengan ringan, mengikuti irama dari “If I Ever Feel Better”.

14. Shadows Fall – The Coral

Mendengarkan The Coral, seperti memasuki sebuah mesin waktu, kembali ke tahun 60-an, di mana musik dibuat secara analog dan dapat dinikmati sepanjang masa. Dengan irama sea shanty yang menghanyutkan, “Shadows Fall” membuat The Coral menjadi unik, mereka terlalu klasik untuk muncul di abad 21, dan di situlah letak kelebihan mereka.

13. Fell In Love With A Girl – The White Stripes

Yang membuat “Fell In Love With A Girl” terdengar begitu hebat adalah kemampuan instannnya untuk memompa adrenalin kita sampai melewati puncaknya dengan durasinya yang sangat singkat. Dan kalau mengingat itu hanya dilakukan berdua oleh Jack dan Meg White, rasa kagum kita akan semakin menjadi-jadi.

12. Hoppipola – Sigur Ros

Bila seseorang hanya diberikan satu kali kesempatan untuk menciptakan satu lagu dalam kehidupan mortalnya yang singkat, dan keluar dengan sebuah karya seperti “Hoppipola”, maka ia akan meninggal dengan damai, karena “Hoppipola” adalah sebuah maha karya. Detik-detik terakhir hidupnya ia akan mendengarkan maha karya itu, memandang langit merah yang menaungi dirinya dan orang-orang yang ia cintai, tahu kalau kehidupannya telah ia lewati dengan epik, dan ia menyanjungnya dengan sangat. Setelahnya ia akan menutup matanya, penuh senyum, dan istirahat dengan damai untuk selamanya.

11. Take Me Out – Franz Ferdinand

Tahun 2004, Franz Ferdinand datang dengan konsep musik gitar yang akan membuat wanita-wanita muda tanpa ragu turun ke lantai dansa. Sepanjang tahun 2004 kita mengalami seluruh lantai dansa diisi dengan gadis-gadis beramorakan harum memenuhi lantai dansa yang telah lengket dengan tumpahan bir sebuah pesta yang tak kenal henti, dan terdengar dari tata suara klab tersebut adalah “Take Me Out”.

10. Plug In Baby – Muse

Gigantis adalah kata yang tepat diberikan kepada Muse, terutama jika mendengar “Plug In Baby”. Dengan mencolong pola bas dari Air dan lick gitar yang sensasional, Muse membawa diri mereka sendiri dan semua orang yang mendengarkannya menembus lapisan terakhir atomosfir ini, tenggelam dalam perayaan massal rock ‘n’ roll.

09. Time For Heroes – The Libertines

“Did you see a stylish kids in a riot..” pertanyaan itu membuka lagu The Libertines ini dengan kelas. Waktu itu di kala Pete dan Carl masih akur, dan yang disebut pertama belum kemakan egonya sendiri dan tenggelam dalam adiksi substansi ilegal, “Time For Heroes” adalah sebuah pernyataan yang jujur, dan waktu itu, kita benar – benar melihat bahwa The Libertines adalah pahlawan yang kita cari selama ini.

08. Club Foot – Kasabian

Dengan kebrutalan yang jujur dan paduan ketajaman gitar serta musik elektronik akselerasi, Kasabian menghentakkan kita dengan “Club Foot” di penghujung 2004. Mereka mengembalikan proporsi arogansi yang terjustifikasi terhadap musik Britannia Raya, yang telah terlalu banyak dipenuhi oleh band-band komedi. Yang dilakukan Kasabian dengan “Club Foot” adalah sebuah restorasi, menempatkan musik kembali untuk dipuja seperti mesias yang akan menyelamatkan kita.

07. Polypanic Rooms – Polyester Embassy

Sesungguhnya tidak pernah ada yang akan mengerti apakah sebenarnya ruangan-ruangan polipanik itu. Tapi berada di dalamnya, ketika kita dihujani oleh orgasme melodi yang satu disusul dengan orgasme melodik lainnya, kita tidak akan peduli lagi. Yang ada adalah sebuah kemegahan, dan sebuah perasaan yang hampir mendekati sebuah kesempurnaan.

06. Someday – The Strokes

Naif, tidak terjamah, dan selalu menikmati waktu-waktu terbaik. Itulah yang dirasakan waktu mendengarkan “Someday”. Janji-janji itu masih dapat dipenuhi, dan tanah perjanjian hanyalah sejauh pandangan mata. Dengan melodi-melodi menggeliat yang menari dengan manisnya di telinga kita, “Someday” adalah The Strokes dalam momen terbaik mereka.

05. Pounding – Doves

Kita berdiri di antara tepian rentangan waktu. Kita berusaha menangkapnya dan membuatnya berhenti untuk sesaat. Menikmatinya dan berkata kepada diri sendiri “Ini adalah saatnya”. Ini adalah hal yang mustahil, kecuali kamu bernama Doves dan menciptakan lagu berjudul “Pounding”. Lagu ini adalah sebuah eskapisme dan usaha untuk mewujudkan kenyataan yang seringkali berlari tak pernah terkejar.

04. Pioneers – Bloc Party

Diawali dengan sebuah echo gitar seperti sebuah panggilan untuk bangun dari mimpi, “Pioneers” lalu mendeterminasi kita dengan hantaman drum, gitar yang sekali lagi menumpuk di atas pondasi anestesi melodi, dan vokal Kele Okereke yang intens. Mendengarkan lagu ini, seperti diberikan harapan baru untuk membenahi semua yang telah hancur. Yang kita perlukan hanyalah waktu dan bila kita memilikinya, kita tidak akan pernah sekalipun kalah.

03. I Bet You Look Good On The Dance Floor – Arctic Monkeys

“I Bet You Look Good On The Dance Floor” adalah sebuah lagu penting untuk dekade ’00 ini. Terlepas dari fakta bahwa Arctic Monkeys adalah salah satu band pertama yang mengalami kesuksesan berkat internet marketing, lagu ini adalah sebuah fenomena untuk dirinya sendiri. Dengan nadanya yang mencumbu liar telinga dan iramanya yang membuat kita menghentakkan kaki ke lantai, tanpa kecanggihan internet sekalipun, lagu ini akan sukses, kapan pun, di manapun.

02. Yellow – Coldplay

Apa yang membuat Coldplay dicintai semua orang? Dan apa yang membuat “Yellow” menjadi begitu sukses? Melodi yang ada di lagu itu membuat para pecinta musik indie yang waktu itu sedang berada pada kondisi sekarat karena tidak mempunyai band yang hendak dipuja, mencintai Coldplay. Liriknya yang sangat klise itu, merambah manusia-manusia di jalur utama untuk juga ikut mencintai Coldplay. Dengan “Yellow” Coldplay telah membuat monumen yang membuat mereka menjadi band terbesar dekade ini.

01. Idioteque – Radiohead

Segala sesuatu yang mendefinisikan rentangan waktu antara tahun 2000 sampai 2009 ada dalam “Idioteque”. Ketakutan akan krisis dan pemanasan global, dan terjebaknya manusia di dalam dunia maya digital, semuanya dapat dirasakan dalam lagu paling jenius yang pernah dihasilkan Radiohead ini. Diawali dengan sebuah sekuens yang di-sample dari “Mild und Leise” karya Paul Lansky, lagu ini langsung menghapus segala yang kita kenal dari Radiohead dan waktu yang ada sebelum tahun 2000. Dipenuhi dengan berbagai macam blips dan suara elektronika lainnya, dan entah bagaimana tetap melodik, “Idioteque” menyusupkan racun yang tak pernah keluar dari darah kita. Ketika hal – hal esensial tergusur sepanjang dekade ini, digantikan oleh semua yang maya dan otomatis; ketika keoptimisan terhadap dunia yang kita tinggali, digantikan oleh kekuatiran akan hari kiamat dalam bentuk terorisme dan bumi yang makin panas; apakah yang harus kita lakukan? Tenggelam dalam semuanya itu? Atau tetap merayakan kehidupan, seperti seorang Thom Yorke yang menari gila diiringi lagu ini. Terserah kalian. Tapi kalau kalian bertanya kepada saya, yang saya lakukan adalah yang terakhir, sampai pada akhir dari segala jaman.

Untuk bagian pertama dari 40 track terbaik sepanjang 2000 – 2009 pilihan SupersonicSounds, silahkan klik tautan di bawah ini:

https://supersonicsounds.wordpress.com/2009/12/04/40-track-terbaik-2000-2009-bagian-1/

Untuk membaca 20 album terbaik sepanjang 2000 – 2009 pilihan SupersonicSounds, silahkan klik tautan di bawah ini:

https://supersonicsounds.wordpress.com/2009/12/06/20-album-terbaik-2000-2009/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Desember 2009
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: