11
Okt
09

Album Review: Pearl Jam – Backspacer

Pearl Jam - BackSpacer

Pearl Jam

Backspacer

Universal Indonesia – 2009

Jauh di pertengahan dekade 90-an, sebuah mixtape mengubah selera musik saya untuk selamanya. Walaupun dalam perkembangannya, saya mengambil jalur lain dari genre yang ada di mixtape tersebut, tapi saya merasa berhutang terhadap satu band yang ada di kaset tersebut, karena band tersebut telah membuka jalan terhadap keajaiban dunia musik di luar jalur utama, dan sejak saya menerima mixtape tersebut, saya memutuskan untuk tidak akan pernah meninggalkan kecintaan terhadap band tersebut. Band itu berasal dari Seattle, dan bernama Pearl Jam.

Sekarang, di tahun 2009, Pearl Jam merilis album terbarunya “Backspacer”, yang hanya sepanjang 36 menit dan 31 detik adalah album terpendek durasinya yang pernah dikeluarkan band tersebut. Tapi bukan itu yang membuat album ini menjadi spesial. “Backspacer” terdengar segar dan langsung, mungkin ini adalah album Pearl Jam paling istimewa sejak merilis “Binaural” di tahun 2000.

Dengan gebrakan secepat suara supersonik di empat lagu pertama “Gonna See My Friend”, “Got Some”, “The Fixer” dan “Johnny Guitar”, musik Pearl Jam seakan terdengar  lebih mendekat ke The Who daripada suara yang menjadi tandatangan musik asal Seattle di tahun 90-an. Bila mendengarkan “The Fixer” yang menjadi single pertama dari album ini, mereka terdengar seperti sedang berada dalam puncak kesenangan bermain musik, menjadikan lagu ini sebagai sebuah nomor rock penggoda telinga yang bergairah. “Got Some” yang dikemas dalam 3 menit, penuh dengan dinamika rock penuntut kesiagaan telinga dan adrenalin pendengarnya. Ini adalah contoh lain yang menunjukkan betapa menikmatinya para personil Pearl Jam membuat musik di album ini.

Setelah 4 lagu yang dipenuhi ekstase penuh, “Just Breathe” membawa kita ke tepian yang tenang ditemani oleh petikan gitar akustik dan suara khas Eddie Vedder. Ini adalah bentuk musik americana Pearl Jam yang telah disempurnakan sejak 2 album sebelumnya. Mendengarkannya seperti memberikan kita pandangan luas tentang Amerika yang tenang, dengan angin politik baru yang memberikan harapan. Dalam “Amongst The Waves” Vedder menyanyikan dengan menggugah “If not for love I would be drowning”, sama seperti “Just Breathe” lagu ini memberikan sebuah harapan baru yang menenangkan. Setelahnya dalam “Unthought Known” Pearl Jam memberikan kita optimisme dalam kehidupan, di mana ritem gitar itu becampur dengan suara piano dan vokal Vedder dalam repetisi melodi yang intens.

“Supersonic” menghentak kita kembali dalam semangat rock yang menyenangkan. Sepotong “yeah yeah” dari Vedder, seperti juga yang terdengar di “The Fixer” mencerminkan betapa senangnya keadaan band itu saat ini, lalu ketika di menit 1:21 solo gitar McCready mulai menguasai lagu tersebut, kita pun tidak bisa lain selain berteriak “yeah” juga dalam hati kita masing-masing. Sebuah lagu karangan Vedder berjudul “Speed Of Sound” menapakkan kita kembali ke tanah dengan temponya yang santai, sebelum “Force Of Nature” mengangkat kita masuk dalam sebuah lagu rock melodik, diawali dengan suara wah-wah lalu dari situ beranjak naik melayang menuju klimaks.

“Backspacer” berakhir dengan sebuah lagu yang dengan sederhana dinamai “The End”. Kembali nuansa americana terasa di sini, dengan temponya pelan, merefleksikan semua yang telah terjadi di belakang, dan betapa kita harus bersyukur atas semua itu. Sebuah hembusan nafas ringan mengiringi nyanyian Vedder di lagu itu “My dear, the end comes near…” tak lama sesudahnya lagu itu, beserta “Backspacer” usai sudah. Dan kita telah menikmati setengah jam terbaik dari salah satu band terbesar Amerika saat ini. Bukan tanpa sesuatu Pearl Jam adalah band terakhir yang bertahan dari generasinya, mereka bertahan karena mereka terus menghasilkan lagu yang penuh kekuatan untuk penggemarnya dan lagu itu adalah lagu-lagu berarti yang sulit ditandingkan dengan segala elemen musik dalam generasi band sekarang ini. “Backspacer” adalah bukti dari semua itu.

David Wahyu Hidayat


1 Response to “Album Review: Pearl Jam – Backspacer”



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Oktober 2009
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: