30
Sep
09

Pencerahan Jiwa: Morning Lights Recover – Ansaphone

morning lights recover2

Pagi buta, hari Raya Idul Fitri 2009. Telapak kakimu terbenam pasir hitam pantai selatan. Wajahmu tertepa angin laut, sekejap memberikan kesejukan dari penatnya kehidupan di kota. Pagi itu, di hari yang fitri itu, dirimu melarikan diri. Yang terlihat hanya mentari yang menyembunyikan mukanya di balik awan mendung pagi, dan satu orang peselancar yang berusaha menantang ombak di waktu yang masih terlalu pagi itu.

Mereka yang merayakan hari raya, mungkin sedang sibuk bersiap-siap untuk melakukan ibadahnya. Mereka yang tidak, masih terlelap berusaha menikmati hari libur yang terlalu sedikit dalam setahun. Sisanya, orang – orang seperti dirimu dan saya, termenung menatap lautan yang terpampang di depan mata, sambil berusaha mencerna datangnya hari itu.

Sayup-sayup bersaingan dengan suara debur ombak, dentingan suara gitar dengan penuh delay bersahut-sahutan, berjingkat dari telinga kiri ke telinga kanan, sepertinya lagu itu mengerti bagaimana harus menterjemahkan pemandangan yang ada di depan mata. Di tampilan pemutar musik digitalmu tertera sebuah judul “Morning Lights Recover” dari sebuah band asal Bandung bernama Ansaphone. Sesuai dengan hari itu, lagu tersebut terasa suci, agung tapi tetap berjuang setapak demi setapak menuju kecemerlangan.

Masih tidak begitu jelas, suara vokal yang mengiringi lagu itu menyampaikan salamnya kepada kita, tapi kita tidak peduli dengan hal itu. Pagi itu, lagu itu seperti sebuah kidung yang menyatukan kita pada diri kita sendiri, lalu kepada sesama kita, dan kemudian kepada alam. Kita menghembuskan nafas, dan berharap kalau saja semuanya bertahan dalam kesempurnaan ini, dalam kesempurnaan melodi yang didengar di lagu tersebut, dalam keperawanan pagi yang sepertinya tidak akan pernah mengenal kacaunya kehidupan. Tapi mungkin itu semua yang membuat kita kembali berjuang, karena semuanya akan berlalu, dan tidak akan pernah sama lagi. Tapi kita akan selalu kembali, untuk merasakan kedamaian sesaat itu, apapun harganya.

Pagi berikutnya, semua pakaian sudah dikepak, perjalanan kembali menuju kekacauan telah terhampar di depan mata, tapi di tengah itu semua ada sesuatu yang menenangkan jiwa. Sesuatu itu adalah sinar mentari yang memancar dari balik karang besar di pantai tersebut, dan entah mengapa, untuk sekejap kita semua merasa dipulihkan.

David Wahyu Hidayat

Lagu Morning Lights Recover dari Ansapahone dapat didengar di laman MySpace mereka: http://www.myspace.com/ansaphonetheband


0 Responses to “Pencerahan Jiwa: Morning Lights Recover – Ansaphone”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


September 2009
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: