21
Jun
09

Konser Review: The SIGIT – The Dyslexia Concert – Bandung, The Venue Eldorado, 20 Juni 2009

The S.I.G.I.T

The Dyslexia Concert

Bandung – The Venue, Eldorado

20 Juni 2009

Band Pembuka: Jack & Four Men, Monkey To Millionaire, Speaker 1st

IMG00026-20090620-2112 - Copy

Sabtu Malam, 20 Juni 2009. Langit Bandung bertaburkan bintang, udara sejuk menembus kulit dan tulang sekitar 3000 orang yang berbalutkan kaos dan aksesoris lain, memproklamirkan diri mereka sendiri untuk melakukan sebuah pemujaan kepada suatu wujud bernama rock ‘n’ roll. Di dalam gedung The Venue, Eldorado Bandung, sebuah panggung besar telah siap untuk penyembahan tersebut, lengkap dengan kain latar belakang raksasa yang menjadi sentral dari pemujaan yang akan terjadi selama 2 jam berikutnya. Kain itu bergambarkan sebuah lingkaran yang dikelilingi dengan sambaran petir, di dalamnya tertera rangkaian kata yang bertuliskan The Super Insurgent Group Of Intemperance Talent. 2 buah kata di bawahnya tertulis alasan mengapa kita semua berada di sana malam itu: “The Dyslexia” merujuk kepada kepingan musik bernama “Hertz Dyslexia” yang dirilis pada malam konser tersebut. Semuanya terasa benar, seakan tidak ada plot yang lebih tepat lagi untuk mengungkapkan ambisi. Untuk The SIGIT, malam itu adalah saatnya. Di The Venue, Eldorado Bandung malam itu mereka menunjukkan ambisi untuk menampilkan visualisasi dari kesempurnaan ide mereka. Ide itu tidak lain dan tidak bukan bernama: Rock ‘n’ Roll.

Perayaan malam itu dibuka dengan “Black Amplifier”, dan lihat 3000 orang di ruangan tersebut menyembah kepada titisan rock ‘n’ roll dalam wujud Acil, Adit, Farri dan Rekti. Sejak menit pertama The SIGIT menampilkan sebuah kesempurnaan. Kalau kita membutuhkan musik yang akan menghempaskan kita berulang kali setiap kali kita mendengarnya, dengarkan mereka malam itu, dan kita semua tidak memerlukan apa-apa lagi di dunia selain musik mereka. Dengan sebuah blitzkrieg, set mereka malam itu diteruskan dengan “Let It Go”, “Horse” dan “Damned Woman” di mana di antara lagu – lagu tersebut, Rekti menyapa semua pasukannya malam itu dengan seruan “Malam ini, di tempat ini, politik dan uang tidak ada artinya”. Dan kita pun menyambutnya, dengan kepalan tangan di udara, berteriak histeris sambil berdansa liar seakan kita telah menjadi pahlawan-pahlawan baru bangsa ini.

Memasuki pertengahan konser Rekti mengganti gitar Gibson SG-nya dengan sebuah gitar akustik, dan mulai memainkan “Provocateur” seperti sebuah kidung untuk jiwa-jiwa yang terselamatkan di The Venue malam itu. Dibantu dengan permainan kibor oleh Sidiq dari Polyester Embassy dalam “Live In New York”, rangkaian nomor akustik itu dilanjutkan. Dengan gedung konser yang lalu dipenuhi cahaya bintang artifisial berwarna putih dan biru merefleksikan langit Bandung malam itu, lagu tersebut terdengar lebih dari hanya sekedar impian fana. Mendengarnya malam itu, kita dibuat untuk percaya bahwa sesuatu yang magis akan terjadi bila kita cukup percaya untuk meyakininya dan membuatnya terjadi. The SIGIT lalu melanjutkannya dengan sebuah nomor dari Neil Young berjudul “Only Love Can Break Your Heart” yang juga terdapat di “Hertz Dyslexia” EP.

IMG00032-20090620-2114

Puas dengan ekskursinya malam itu ke area akustik, The SIGIT menggebrak lagi dengan “Alright” dan “The Party”, di mana di lagu yang disebutkan terakhir Acil seperti kesetanan menggebuk perangkat drumnya, bertarung tanpa henti dengan perangkat yang ada di depannya seperti hendak meruntuhkan dinding The Venue. Sebuah lagu lain dari “Hertz Dyslexia” berjudul “Bhang” menampilkan sisi kecermatan The SIGIT dalam mengusung rock ‘n’ roll. Di tengah teriakan Rekti dan raungan gitar Farri, Rekti memainkan suling/rekorder, menimbulkan sisi kejutan dalam dinamika lagu tersebut.

Akhir dari set utama The SIGIT malam itu diawali dengan “Did I Ask Your Opinion” yang dipenuhi dengan seruan massal pasukan The SIGIT untuk menjual jiwanya kepada rock ‘n’ roll. Setelah lagu itu, dengan dibagikannya puluhan tamburin kecil, Rekti mengajak penonton untuk melakukan jamming raksasa pada lagu terakhir di set utama tersebut “Nowhere End”. Kita semua tidak tertahankan lagi menjadikan malam itu sebagai sebuah perayaan tanpa henti. Di atas panggung seluruh anggota band pembuka malam itu, Jack & Four Men, Monkey To Millionaire, Speaker 1st serta Sidiq juga ikut berpartisipasi dalam perayaan itu, dengan menabuh perkusi dan segala sesuatu yang bisa dipukul, menjadikan lagu itu sebagai pamungkas yang layak untuk set utama mereka.

Dengan tak dibiarkan menunggu lama, The SIGIT kembali ke panggung untuk menusuk kembali jiwa kita dengan “Clove Doper” dan “Soul Sister”. Rekti dan Farri kembali berduel gitar, masing-masing berusaha menaklukkan yang lainnya, tapi yang terdengar oleh kita adalah keduanya keluar sebagai pemenang yang menaklukkan telinga dan hati kita. Dihabisi dengan “Money Making”, mata uang The SIGIT menghujani penonton dari langit-langit The Venue. Selesai sudah dua jam penuh ambisi dan kemagisan. Sebuah kesempurnaan yang seperti datang dari negara lain. Kita hanya tersungkur kagum terkesima akan keajaiban yang baru saja dialami.

Di luar, langit Bandung masih terhiasi dengan kumpulan bintang yang menyinari kita semua, orang – orang beruntung yang telah menjadi bagian dari sesuatu yang spektakuler. The SIGIT membuktikan, tidak akan pernah ada kata terlalu kecil untuk memenuhi sebuah ambisi. Mereka telah membuat diri mereka sendiri menjadi besar melalui konser tersebut, dalam skala pertunjukkan itu diadakan, dengan kesempurnaan dalam musik yang mereka mainkan. Kita semua adalah saksi mereka malam itu. Sebarkan ini ke semua orang di luar sana.

David Wahyu Hidayat


1 Response to “Konser Review: The SIGIT – The Dyslexia Concert – Bandung, The Venue Eldorado, 20 Juni 2009”


  1. 1 yasmine insurgent
    Juni 22, 2009 pukul 6:29 am

    akhhh spechless!!! i love it


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: