24
Des
08

Album dan Track Terbaik 2008

Satu tahun lagi telah berlalu di depan mata kita. Setahun yang dipenuhi dengan musik mengagumkan yang datang dari dalam maupun luar negeri. Musik sekali lagi menunaikan tugasnya, ia memberikan kita kemenangan-kemenangan kecil, walalupun seringkali kehidupan menolak untuk memberikan yang kita inginkan. Tapi dengan musik, kita bangkit kembali, dan kita kembali dengan kuat, untuk menikmati kehidupan itu sendiri.

Dari tanah air tercinta, Efek Rumah Kaca di penghujung tahun membuat sebuah karya monumental dengan album kedua mereka “Kamar Gelap” yang penuh dengan teriakan menuntut kemenangan yang layak menjadi milik kita. Lalu, tanpa diduga, sekumpulan pemuda dari Semarang, yang menamakan dirinya OK Karaoke menancapkan musik yang mereka ciptakan ke dalam hati kita, dan sejak itu mereka kita proklamirkan sebagai pahlawan indie bangsa ini.

Di luar perbatasan negeri ini, Coldplay mengajarkan kita untuk mencintai kembali kehidupan yang kita miliki dengan album terbaik setelah merilis debut album mereka delapan tahun silam. Di sisi lain Atlantik, Kings Of Leon telah mengantarkan sebuah album yang membuat kita semakin ternganga betapa menakjubkannya mereka sebagai band. Dan tentu saja kembalinya Oasis dengan “Dig Out Your Soul” memuncaki perjalanan musikalis kita tahun ini.

Dengan musik, sekali lagi kita dapat berkata “Ini adalah tahun yang baik untuk kita”. Boleh dibilang, sudah lama secara musikalis kita tidak pernah sebaik ini lagi. Di bawah ini adalah sedikit dari jutaan musik-musik mengagumkan yang menjadi favorit penulis di tahun ini. Lupakan krisis di luar sana, tidak ada gunanya kita meratap, ini saatnya merayakan kehidupan.

David Wahyu Hidayat

Album Terbaik 2008:

dig_out_your_soul

1. Oasis – Dig Out Your Soul

Sejak pertama kali mendengarkan “The Shock Of The Lightning”, satu hal telah pasti, bahwa Oasis sekali lagi membuat sesuatu yang magis di “Dig Out Your Soul”. Faktanya, ini adalah album yang selalu kita tunggu untuk dibuat Oasis. Kembali diproduseri oleh Dave Sardy, album ini adalah sebuah perjalanan psikedelia menuju keabadian, ke tempat di mana tidak ada orang lain yang akan membawa kita ke sana, selain oleh Liam, Noel, Andy dan Gem. “Dig Out Your Soul” menciptakan keajaiban, dan untuk itulah kita selalu membutuhkan Oasis.

Track esensial: The Shock Of The Lightning, I’m Outta Time, Falling Down

kings-of-leon-only-by-the-night

2. Kings Of Leon – Only By The Night

2008 adalah saat di mana Kings Of Leon menjadi besar. Album ini adalah sebuah pernyataan sikap. Cukup sudah dunia dibanjiri dengan band-band rock yang tidak punya tampilan maupun musik yang bisa disebut sebagai menginspirasikan. Dengan melodi penuh hook (“Use Somebody”) dan ambisi (“Crawl”) “Only By The Night” akan mengantarkan Kings Of Leon menjadi raja. Glastonbury telah membuktikannya.

Track esensial: Closer, Use Somebody, Sex On Fire

vivalavida

3. Coldplay – Viva La Vida or Death And All His Friends

Album ini mengembalikan kepercayaan kita kepada Coldplay, setelah mereka menjadi idola arus utama. Lagu-lagu di album ini dibiarkan mengalir, terisi oleh ambiens pengaruh sang produser Brian Eno. Di sini mereka juga berani mengeksplor teritorial baru, seperti dalam “Chinese Sleep Chant” yang terdengar seperti Coldplay sedang kegandrungan Shoegaze. Ini adalah album terbaik Coldplay setelah Parachutes, sesederhana itu.

Track esensial: Viva La Vida, Life In Technicolor, Yes

intimacy_cover1

4. Bloc Party – Intimacy

Dengan ramuan musik elektronik bercampur dengan suara gitar yang menderteminasi alam pikiran kita, “Intimacy” adalah perkembangan logis dari musik Bloc Party. Album yang menawarkan banyak sisi ini, mampu menantang pendengarnya, membuatnya menjadi menarik untuk selalu dieskplorasi. Dibuka dengan gempuran beat dalam “Ares”, dan ditutup dengan kemegahan “Ion Square”, di antara keduanya kita akan menemukan banyak lagi suara-suara yang akan membawa diri ke dalam sebuah orgasme musikalis.

Track esensial: Ares, Ion Square, Talons

the_seldom_seen_kid

5. Elbow – The Seldom Seen Kid

Dengan memenangkan “Mercury Prize” untuk album ini, Elbow mendapatkan justifikasi yang sudah seharusnya mereka peroleh, setelah tanpa henti memukau telinga kita melalui rangkaian melodi yang membekas di hati, seperti dalam “One Day Like This”, atau lantunan tentang kesempurnaan hidup dalam “Weather To Fly”. Album ini adalah sebuah keindahan yang ingin kita nikmati sendiri, seperti keindahan menyaksikan hari baru terpancar di depan mata kita.

Track esensial: Ground For Divorce, Weather To Fly, One Day Like This

efek-rumah-kaca-kamar-gelap1

6. Efek Rumah Kaca – Kamar Gelap

“Masih Ada Cara Menjadi Besar”, dilantunkan Cholil dalam “Menjadi Indonesia”. Dengan caranya sendiri, termasuk meyakini kalau pasar bisa diciptakan, Efek Rumah Kaca mengukuhkan diri mereka menjadi salah satu band terbesar di negeri ini dengan album kedua mereka “Kamar Gelap”. Di sini musik mereka seperti naik kelas, menumpuk satu epik di atas epik lainnya. Secara musikalis maupun lirik sulit untuk menyentuh Efek Rumah Kaca sekarang ini. Mereka telah menghantarkan suatu karya mengagumkan, sebuah karya yang akan menjadi monumen musikalis bangsa ini.

Track esensial: Mosi Tidak Percaya, Menjadi Indonesia, Kau Dan Aku Menuju Ruang Hampa

primal-scream-beautiful-future

7. Primal Scream – Beautiful Future

Dilabelkan “The Pop Album” oleh NME, Primal Scream menelurkan sebuah album yang kaya akan segala sesuatu yang menjadi ciri khas mereka; Acid House, Accelerated Rock n Roll, Dark Electro; sambil menambah jutaan sentuhan pop ke dalamnya. Dengarkan saja “Beautiful Summer” yang menyentuh jiwa malas kita yang tengah menikmati matahari senja, atau “The Glory Of Love” yang menggoda nakal dengan tepukan tangan yang mengiringi lagu tersebut. Misi itu telah terlaksana.

Track esensial: Beautiful Future, Can’t Go Back, Beautiful Summer

vampireweekendcd2

8. Vampire Weekend – Vampire Weekend

Kejutan skena indie tahun ini berasal dari New York, dengan wujud musik yang dipengaruhi oleh ketukan ritmus dari Afrika dan manifesto untuk membuat suara gitar mereka seperti suara gitar Johnny Marr di “This Charming Man”. Hasilnya adalah sebuah penyegaran. Vampire Weekend memukau kita dengan kecerdasan mereka memilih nada seperti dalam “Oxford Comma” atau struktur musik yang intelek menggemaskan dalam “Campus”. Siapa yang menyimak musik tahun 2008 ini, tidak akan dapat berpaling dari Vampire Weekend.

Track esensial: A Punk, Oxford Comma, Campus

forth

9. The Verve – Forth

Mesias itu telah datang untuk kedua kalinya. Dengan kembali bersama The Verve, Richard Ashcroft seperti menemukan kembali ketajaman bermusiknya, yang selama ini tidak terlihat ketika bersolo karir. Tidak ada yang lebih mencerahkan melihat sosoknya dan mendengar suaranya bersahut-sahutan dengan gitar psikedelia Nick McCabe. Melalui “Forth”, The Verve telah resmi kembali.

Track esensial: Love Is Noise, Valium Sky, Judas

foalsantidotescover

10. Foals – Antidotes

“Antidotes” adalah sebuah album yang penuh dengan lick gitar yang minimalis, tidak lazim, namun efektif dalam membentuk sebuah ekstase melodi yang membuat kita ingin berdansa. Dengan album ini, Foals membuat sebuah pesta kecil dengan cara mereka sendiri, sebuah pesta yang dirangkai dengan sengatan melodi seperti yang didengar dalam “Cassius” atau dengan kecerdasan suara intro drum dalam “Red Sock Pugie”.

Track esensial: Cassius, Red Sock Pugie, Balloons

Track Terbaik 2008:

1. Oasis – The Shock Of The Lightning

Ingat tahun 1994? Ingat sebuah lagu berjudul “Supersonic” yang menghempaskan kita dari sofa dan berkata “Ini adalah musik yang akan mendefinisikan hidup”? 14 tahun sesudahya “The Shock Of The Lightning” memberikan perasaan yang sama. Band itu masih memberikan arti yang sama dalam kehidupan. Dipenuhi oleh solo drum fantastis, lagu ini adalah lagu yang menandakan kalau Oasis masih dapat melakukan hal terbaik yang mereka dapat lakukan, yaitu memberikan perasaan optimisme di setiap hari dalam kehidupan.

2. Coldplay – Viva La Vida

Joe Satriani mengklaim, kalau Chris Martin mencuri lagu ini darinya. Sejujurnya siapakah yang peduli dengan Joe Satriani? Berani bertaruh, dia tidak dapat menyanyi seagung Chris Martin menyanyi di lagu ini, tidak dapat menggugah hati ribuan orang yang mendengar lagu ini, dan membuat kita merasakan kalau hidup ini adalah hal yang terindah yang kita miliki. Coldplay melakukan itu semua melalui Viva La Vida. Sekali lagi siapa yang peduli dengan Joe Satriani?

3. Elbow – Weather To Fly

“Are we having the time of our life?”, kata-kata itu dinyanyikan berulang-ulang Guy Garvey, dalam sebuah lagu yang menggambarkan waktu di mana segala sesuatu berjalan sempurna. Nada-nada di dalam lagu ini adalah jawaban pertanyaan itu, karena semuanya begitu mendamaikan dan menenangkan. Segala sesuatunya berhenti dalam kesempurnaan.

4. Kings Of Leon – Use Somebody

Musim panas 2008. Glastonbury Festival. 100.000 orang menyaksikan raja baru mereka sedang mengumandangkan lagu yang menebas keraguan kalau Kings Of Leon adalah band yang mengagumkan. Tanpa kehilangan akarnya, dengan vokal Caleb yang parau sekaligus seksi, lantunan suara latar yang memanggil kita untuk bernyanyi, dan suara gitar sonik yang merobek kehampaan, “Use Somebody” adalah perjalanan Kings Of Leon menuju dominasi global, percaya atau tidak percaya.

5. Efek Rumah Kaca – Mosi Tidak Percaya

Sebuah anthem bombastis dipenuhi oleh riff gitar yang menggapai keabadian, tepuk tangan penuh harapan, dan teriakan “Oiii!!!” yang akan meruntuhkan janji-janji palsu yang selalu terdengar di telinga kita. Ini adalah mosi tidak percaya, teriakan hati nurani melawan kepalsuan. Hai kalian di atas sana, dengarkan nyanyian ini “Janjimu, pelan-pelan akan menelanmu”.

6. Tomte – Kuss Mich Wach Gloria

Satu hal yang tidak pernah berhenti dilakukan Thees Uhlmann, vokalis Tomte, adalah ia bisa mengisahkan sebuah cerita paling sederhana yang pernah ada di muka bumi ini. Dan entah mengapa, cerita yang kita dengar dalam bentuk lagu-lagu Tomte itu selalu dapat diidentifikasikan kepada diri kita sendiri. Untuk itu kita mencintai Thees Uhlmann dan Tomte. Bagi orang lain di luar sana itu semua hanyalah sebuah pathos, tapi untuk kita, itu semua berarti kehidupan.

7. Bloc Party – Talons

Salah satu track kunci di album ketiga mereka. “Talons” menggebrak dengan perpaduan gitar dan glockenspiel yang bercumbu satu sama lain, menciptakan keintiman antara sisi eksperimental Bloc Party dengan kekuatan lagu yang menjadi ciri khas mereka seperti kita kenal dalam “Banquet”. Salah satu momen terbaik Bloc Party 2008.

8. OK Karaoke – Milky Way

Pahlawan indie negeri ini, bagian I – OK Karaoke. Ketika pertama kali mendengarkan lagu ini, kuping terasa tidak percaya kalau musik sebagus ini dibuat di Semarang. Setiap detik di lagu ini menginspirasikan, setiap nadanya menghilangkan kegalauan yang ada di hati. OK Karaoke adalah pembuktian bahwa masih banyak band di negara ini yang membuat musik betulan dan menebarkan keindahan dengan caranya sendiri. OK Karaoke telah memberikan harapan.

9. Sweaters – Everything For Everyone

Pahlawan indie negeri ini, bagian II – Sweaters. Lagu ini adalah salah satu permata yang terdapat di mini album Sweaters “Written Like Postcards”, dirilis oleh Lovely Records tahun ini. Bila hormon kebahagiaan kalian tidak ada ada di level yang paling tinggi setelah mendengar lagu ini, dengan irama riangnya dan gitar penuh anestesia, maka ada sesuatu yang salah dengan kuping kalian. Bila kalian merasakannya, katakan pada teman, kalau kalian telah mendengarkan sesuatu yang mengagumkan.

10. Primal Scream – Can’t Go Back

Dengan video bernuansakan pembunuhan masal Charles Manson, single yang menandakan kembalinya Primal Scream di planet musik kita, adalah sebuah nomor yang terus terang tanpa mencoba berbasa-basi. Bas Mani di situ memainkan melodi yang menyetir kekuatan lagu tersebut, dan gitar Andrew Innes meraung-raung mencari jiwa-jiwa yang terhilang. Ini adalah lagu ‘rok n rol’ terseksi tahun ini.

11. Oasis – I’m Outta Time

Karya terbaik yang pernah dihasilkan Liam Gallagher sampai pada detik ini. 8 tahun yang lalu ia masih berjuang dengan “Little James”, sekarang ia membuat kita merinding berdiri, dipenuhi kegaiban melodi dari lagu ini. Dengan melankolis ia memperdaya kita, tidak percaya akan waktu yang terpencar, lalu kemudian tersadar, bila kita menemukan kedamaian di pikiran kita, semuanya akan menjadi abadi.

12. Paul Weller – Echoes Round The Sun

Sejak nada pertama lagu ini didengar, hanya satu yang dapat disimpulkan, yaitu lagu yang ditulis sang Modfather bersama Noel Gallagher ini, adalah lagu yang membahayakan jiwa mereka yang tidak pernah puas akan nada-nada ultimatum. Memasuki dekade kelima dalam hidupnya, Paul Weller masih terus tanpa henti mengeksplorasi wilayah baru dalam bermusik, dan “Echoes Round The Sun” termasuk dalam jajaran musik terbaik yang pernah keluar dari dirinya.

13. Spiritualized – I Gotta Fire

Kembalinya si manusia ruang angkasa Jason Pierce setelah mengambang sekian lama di angkasa luar. Lagu ini seperti judulnya, penuh dengan api, ‘rok n rol’ yang membakar diri, penuh agresi. Seperti seseorang yang hendak membalaskan dendam dengan rencana paling sempurna yang telah direncanakan 1000 tahun lamanya.

14. Vampire Weekend – A Punk

Pop ekspor terbaik dari negeri Obama 08. Dengan ijazah akademis dari universitas Ivy League di tangan masing-masing, para personil Vampire Weekend malah membuangnya begitu saja, dan menggantinya dengan gitar, bas, dan drum. Hasilnya adalah sebuah musik indie yang paling menyegarkan yang kita dengar di tahun di mana Amerika Serikat memilih presiden kulit hitam pertama mereka.

15. The Verve – Valium Skies

Suara Ashcroft yang misterius menghipnotis kita untuk menatap langit, gitar McCabe yang tak putus bagaikan sebuah loop yang membius kita mencapai ketidaksadaran. The Verve tidak lain adalah sebuah kemegahan. Hanya untuk itu band ini ditakdirkan untuk hadir, dan “Valium Skies” melakukan itu untuk kita.

16. Foals – Cassius

Bila Foals sudah ada sejak tahun 1974, mungkin lagu ini akan dipilih sebagai salah satu lagu yang akan menghangatkan suasana pertarungan tinju legendaris “The Rumble In The Jungle”. Karena nada-nada yang ada di keseluruhan lagu ini, menyengat seperti tinju seorang Cassius Clay alias Muhammad Ali. Dan bukan itu saja, sepanjang lagu ini kita akan menari, seperti Ali menari di atas ring, lalu dengan tawa merubuhkan lawannya dengan kepuasan.

17. Mystery Jets – Young Love

Selama empat menit lamanya kita disadarkan kalau musik dari tahun 80-an tidaklah selamanya mimpi buruk, bila dikemas secerdas dan senakal seperti yang dibawakan oleh Mystery Jets di lagu ini. “Young Love” menggoda kita untuk ikut melantun bersama mereka diiringi dengan kegamblangan pop yang akan menelanjangi akal sehat kita.

18. Black Kids – I’m Not Gonna Teach Your Boyfriend How To Dance With You

Satu lagi track tahun 2008 yang meminjam berat musik era 80-an. Dengan bas melodik dan vokal yang mengingatkan kita pada seorang legenda hidup bernama Robert Smith. Ini adalah lagu untuk berhura-hura, untuk menghabiskan malam dan tidak menyadari kalau kita telah minum bir lebih banyak satu botol dari yang kita sanggupi. Ketika kita muda, tidak ada salahnya menjadi naif dan menikmati hidup, atau?

19. REM – Supernatural Superserious

REM adalah sebuah suara di mana kita membentangkan tangan ke udara, di tengah harumnya malam sebuah musim panas. Yang ada hanyalah musik, dan semua waktu terbaik yang pernah kita nikmati. Keseluruhan album “Accelerate” bercerita tentang itu, dan lagu ini adalah puncak dari semuanya.

20. MGMT – Time To Pretend

“Let’s make some music, make some money, find some models for wives. I’ll move to Paris, shoot some heroin and fuck with the stars”. Adakah cara lain yang mendeskripsikan keinginan kita untuk menjadi seorang hedonis perfeksionis seperti yang dilantunkan lagu ini?

David Wahyu Hidayat


6 Responses to “Album dan Track Terbaik 2008”


  1. Desember 24, 2008 pukul 11:07 am

    mau nambahin 10 album terbaik 2008 versi tizar aziz :

    10. JONNY GREENWOOD – OST. THERE WILL BE BLOOD
    9. THE GOOD THE BAD AND THE QUEEN – THE GOOD THE BAD AND THE QUEEN
    8. EFEK RUMAH KACA – KAMAR GELAP
    7. THE MARS VOLTA – BEDLAM IN GOLIATH
    6. DEATH CAB FOR CUTIE – NARROW STAIRS
    5. HOMICIDE – ILLSURREKSHUN
    4. JENS LEKMAN – NIGHT OVER KORTEDALA
    3. U.N.K.L.E – END TITTLES…STORY FILM
    2. SIGURROS – MED SUD I EYRUM VID SPILLUM ENDAULAUST
    1. M83 – SATURDAY=YOUTH

  2. Maret 7, 2009 pukul 5:08 am

    sip..

    keren erk dan homicide

  3. 4 amet
    Maret 15, 2009 pukul 1:01 am

    kayaknya dengarnya british banget yah?
    tp thank you atas review
    gue setuju ama yang oasis sayang rolling stone cuman kasih 2 bintang….

  4. 5 INUYASA
    Agustus 15, 2009 pukul 8:37 am

    terimakasih selamat bertemu juga


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Desember 2008
S S R K J S M
« Okt   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: