14
Sep
08

Album Review: Primal Scream – Beautiful Future

Primal Scream

Beautiful Future

B Unique Records – 2008

Bila kita menelusuri wikipedia, untuk mencoba mencari tahu termasuk ke dalam genre apakah band asal Glasgow, Skotlandia ini, maka yang tertera di sana adalah: Alternative Rock, Indie Pop, House, Techno, dan Acid House. Genre Pop murni tidak tercantum di sana, sehingga ketika NME mengkoinkan frase kalau “Beautiful Future” adalah pop album Primal Scream, kita tidak tahu apakah harus mengenyitkan dahi skeptis kita, atau berteriak kegirangan karena inilah satu-satunya elemen yang belum kita dapatkan dari Primal Scream.

Senyum tipis di sudut bibir kita mulai tampak ketika nada pertama titel track album ini terdengar di panca pendengaran kita. Sebagai lagu yang membuka sebuah album “Beautiful Future” sangat menjajikan. Keriangan Bobby Gillespie menyanyikan lagu ini dapat dirasakan seperti pastinya matahari pagi terbit mengawali sebuah hari. Lagu ini, kemudian disusul oleh “Can’t Go Back” yang diambil sebagai single pertama dari album ini. Terdengar sangat agresif sekaligus seksi, menaikkan kecerahan album ini ke tingkat berikutnya. Lentingan Gillespie yang diselimuti oleh akselerasi riff rok ‘n’ rol yang bisa dibilang menjadi ciri khas Primal Scream, melebarkan senyuman tersebut memenuhi bibir kita.

Diproduseri oleh Paul Epworth (manusia yang bertanggung jawab atas debut album mengagumkan dari Bloc Party dan Maximo Park) serta Björn Yttling dari Peter Bjorn and John, “Beautiful Future” mulai membuktikan dirinya tidak perlu ditakuti setelah 2 lagu pertama. Karena sesuatu bernama pop itu bukanlah sebuah aib yang harus dihindari.

“Uptown” mengingatkan kita pada ketukan ritem dari tahun 80-an, dalam hal yang sangat positif. Di sini, pengaruh dub dan house Primal Scream dari era “Screamadelica” seperti kembali walaupun dalam lingkup yang masih sangat prematur. “The Glory Of Love” melanjutkan kurs tersebut, kali ini dilengkapi dengan sentuhan tepukan tangan yang membuat kita merasa setiap jalan yang kita tapaki adalah lantai dansa pribadi kita.

Primal Scream di album ini mencoba dengan sangat keras untuk menantang publik, kalau sesuatu bernama pop bisa dikemas dalam hal lain. “Beautiful Summer” adalah salah satu contohnya. Yang menjadi signifikan dalam album ini adalah seberapa jauh mereka sedang/sudah bereksperiman dengan suara yang mereka hasilkan, pada akhirnya nada jugalah yang memegang kendali. Hampir setiap lagu, mempunyai setiap nada yang mudah diingat, dan mungkin akan disiulkan di sebuah cerahnya hari. Itu adalah kunci lagu pop yang berisi, dan “Beautiful Summer” mempunyainya. Primal Scream memainkan itu dengan sangat handal, di saat kita terbuai dengan nada-nada pop tersebut, yang di album ini juga dibantu dengan suara feminin Lovefoxx (di lagu “I Love to Hurt (You Love to Be Hurt)”) dan seorang legenda folk Linda Thompson (di lagu “Over & Over”), mereka kemudian mengingatkan pendengarnya, kalau mereka masih punya kemampuan menghantarkan riff akselerasi rok ‘n’ rol bagai sebuah pisau bedah menyayat kulit manusia, seperti yang difiturkan oleh “Necro Hex Blues”.

Ketika menghantarkan “XTRMNTR” di tahun 2000, Bobby Gillespie secara pribadi merasakan sesuatu yang buruk akan segera terjadi. Dan ia benar, karena setelah 09/11 segalanya tidak pernah sama lagi di planet ini. 7 tahun berikutnya, ia menamakan album band yang ia komandoi dengan judul “Beautiful Future”, dan bila semua orang berpikir secerah, seindah dan seoptimis lagu-lagu di album ini, sepertinya itu semua akan segera terjadi.

David Wahyu Hidayat


0 Responses to “Album Review: Primal Scream – Beautiful Future”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


September 2008
S S R K J S M
« Jul   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Categories

Blog Stats

  • 137,356 hits

%d blogger menyukai ini: