14
Jun
08

Album Review: Foals – Antidotes

Foals

Antidotes

Transgressive Records – 2008

Bayangkan diri kalian adalah anggota salah satu band indie yang hendak mendobrak mata, telinga dan hati orang – orang yang mendengar musik band kalian. Di kehidupan lama, sesaat sebelum memutuskan untuk berkonsentrasi penuh dengan band tersebut, kalian adalah mahasiswa ketiga terbaik di salah satu universitas ternama di negeri kalian. Semuanya itu dilempar begitu saja keluar dari jendela, untuk mengikuti sebuah panggilan terhadap sesuatu bernama musik. Lalu kalian bersama dengan band, melalui waktu terbaik yang pernah dipunyai seseorang dengan merekam debut album kalian di New York bersama orang yang menurut NME dinobati sebagai “Most forward thinking people in music today”. Dan bila itu semua terlihat seperti tidak ada resikonya, hasil rekaman bersama produser ternama itu dirombak begitu saja, begitu kembali ke negeri yang kalian tinggali, dengan alasan musik hasil dari sesi rekaman di NY tersebut tersebut terdengar terlalu “spacey”. Debut album itu kemudian diproduseri ulang sendiri oleh band. Hasilnya? Hasilnya adalah sebuah indie hit, dan pembuktian bila jika kalian cukup berani mengambil resiko, hasil yang didapat akan sesuai dengan besarnya resiko itu sendiri. Masih belum berani untuk melakukan hal itu? Karena, sebuah band telah melakukannya dengan sukses di tahun 2008 ini, dan band itu bernama FOALS.

Debut album berjudul “Antidotes” itu tidak bisa dielakkan, telah menjadi buah bibir pecinta indie, dan mereka sudah dinobatkan menjadi harapan baru untuk musik paling menggairahkan di tahun 2008 ini. Semuanya bermula dari single mereka “Mathletics” yang dirilis tahun lalu, disusul kemudian dengan video apartemen-gig mereka yang bertebaran di Youtube. Peramalan akan mejadi pahlawan baru itu, tidak terlalu digubris oleh Yannis Philippakis, sang vokalis. Ia menganggap itu semua hanyalah pemberitaan berlebihan yang tidak menunjukkan esensi sebenarnya dari musik yang Foals mainkan. Lalu seperti apa musik Foals sebenarnya?

Mereka memainkan sebuah musik yang bila ditarik benang merahnya ke awal abad 21 ini, dapat ditelusuri kepada jejak Franz Ferdinand – Bloc Party – Klaxons. Bukan, bukan karena mereka menjiplak ketiga band tersebut, tetapi karena mereka berusaha menciptakan sebuah musik dance dengan gitar. Mungkin para skeptiker akan menolak ide ini, karena setelah paruh pertama dekade 00 berlalu, ide itu harus diakui, bukan lagi sesuatu yang paling menyegarkan yang dapat ditawarkan sebuah band. Jadi, mengapa kita harus mendengarkan Foals lagi?

Foals memberikan sebuah katalisasi dalam musik yang mereka ciptakan di “Antidotes”. Musik mereka tidak terdengar terlalu arty seperti Franz Ferdinand, dan di sisi lainnya tidak terkesan rave seperti Klaxons. Tentu saja, synthesizer memainkan perannya di album ini, tetapi yang membuat album ini menggairahkan adalah permainan gitar Yanis sendiri dengan Jimmy Smith. Keduanya hanya memainkan nada, tanpa akord, mengkombinasikan nada-nada yang ujungnya tidak mengarah kepada kesia-siaan tetapi kepada suatu ekstase melodi. Dengarkan saja “Olympic Airways” dan “Electric Bloom” di album ini. Single paling aktual mereka “Red Sock Pugie” juga menfiturkan sesuatu yang cerdas dengan intro drum yang memantul dari telinga kiri ke kanan ketika kita mendengarkannya. Kedua single sebelumnya “Cassius” dan “Balloons” adalah 2 indie hit yang akan mengingatkan kita, kalau tahun 2008 bukan hanya berisikan band – band tidak berarti, tetapi di tengah-tengah itu semua ada sebuah perayaan kecil bernama Foals.

Mereka telah membuktikannya. Foals berani mengambil resiko untuk menghidupi musik yang mereka cintai, untuk mengeluarkan inspirasi jiwa mereka tanpa memperhatikan apa yang seharusnya terjadi jika mereka tetap berpegang pada kehidupan “normal” mereka. Album ini adalah Antidotes dalam arti yang sebenarnya untuk kehidupan kita. Sudahkah kalian siap untuk mengambinya?

David Wahyu Hidayat


0 Responses to “Album Review: Foals – Antidotes”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: