27
Jan
08

Album Review: The S.I.G.I.T – Visible Idea Of Perfection

the-sigit-visible-idea-of-perfection.jpg

The S.I.G.I.T

Visible Idea Of Perfection

FFCuts Records – 2006

Di tahun 2005 NME mendeskripsikan musik The S.I.G.I.T sebagai “Scorching Gonzo Zep Rock”, di tahun 2007 mereka menandatangani kontrak dengan salah satu perusahaan rekaman Australia bernama Caveman! untuk pendistribusian “Visible Idea Of Perfection” di negara kanguru tersebut, yang disusul dengan tur Australia. Di tahun 2008, mereka akan manggung di SXSW Festival di Austin, Texas, Amerika Serikat. Sebuah perhelatan yang terkenal menjadi barometer untuk band – band baru yang nantinya akan memenuhi ruang semesta musik di kepala kita. Masih adakah sesuatu yang dapat mengerem sepak terjang The S.I.G.I.T?

Sekilas memang perjalanan karir band asal Bandung ini terlalu mulus untuk ukuran sebuah band yang pada awal karirnya sering membawakan lagu – lagu The Stone Roses dan The Seahorses di bawah nama The Cinnamons. Tapi disimak sekali lagi dengan cermat, perjalanan impian The S.I.G.I.T ini didukung oleh sebuah album yang solid dan penuh dengan permainan gitar virtuoso yang memang dalam setiap momennya terdengar mega, baik dalam suara maupun perasaan yang hadir waktu mendengarkannya.

Tak bisa dipungkiri lagi riff – riff bombastis yang ada di “Visible Idea Of Perfection” dipengaruhi oleh tandatangan Jimmy Page. Dimulai dengan “Black Amplifier” yang menendang nafsu, The S.I.G.I.T seperti tidak mempedulikan kalau musik mereka mungkin terlalu retro, di saat di mana setiap manusia sudah tidak peduli lagi akan sesuatu yang bernama Garage Rock. Tapi mereka tidak ambil pusing. Liukan gitar dan teriakan dalam “Black Amplifier” mengawali album ini dengan tempo yang tepat, mencoba untuk mengambil komando akan apa yang akan didengar di lagu-lagu setelahnya.

Horse” diisi dengan perpaduan dinamis keempat personil The S.I.G.I.T (Rektiviaton Yoewono – Vox & Gitar, Aditya Bagja Mulyana – Bas & Vox, Farri Icksan Wibisana – Gitar & Vox, Donar Armando Ekana – Drums) mengundang pendengarnya untuk berdansa seliar yang pernah mereka kenal. “No Hook” yang ditulis berdasarkan kefrustasian mereka waktu belum mendapatkan kontrak rekaman, mencerminkan keempat pemuda tersebut sedang mencumbu satu sama lain dengan instrumen mereka masing – masing. Sedangkan “Live In New York” adalah sebuah nomor akustik tentang impian akan kehidupan yang lebih baik di sebuah kota dunia bernama New York.

Lagu tersebut dilanjutkan dengan sebuah nomor berjudul “Clove Doper” yang membahayakan jiwa, seperti lusifer yang menghasut kita untuk tenggelam dalam kehidupan hedonisme tiada henti. Diselingi dengan sebuah lagu tentang pengalaman teman mereka dengan seorang waria yang diberi judul “Soul Sister” The S.I.G.I.T lanjut menghantam kita dengan “Save Me” yang penuh dengan teriakan berisikan hook. Mereka tidak berhenti di situ saja, serangan terhadap hormon ekstase kita dilanjutkan dalam “Let It Go”. Dengarkan solo gitar lagu ini yang dimulai pada menit 02:30 dan siap-siaplah untuk terkesima.

All The Time” adalah sebuah proklamasi untuk hidup selamanya yang bersanding sangat pantas dengan lagu yang mengikutinya “Alright”, karena di lagu ini The S.I.G.I.T memberikan kita sebuah format kepercayaan baru bernama Rok ‘N Rol, seperti mengantarkan pesan kalau tidak ada yang lebih penting dari hidup ini selain percaya bahwa semuanya menuju ke sesuatu yang lebih baik.

The S.I.G.I.T telah berhasil memberikan sinyal kedashyatan sepak terjang mereka melalui “Visible Idea Of Perfection”. Cepat atau lambat, musik mereka akan menginfeksi bukan hanya orang – orang di negara tecinta ini, tetapi juga mereka yang di luar sana, seperti sebuah epidemi yang tak terelakkan. Apalagi yang ditunggu dunia?

David Wahyu Hidayat


8 Responses to “Album Review: The S.I.G.I.T – Visible Idea Of Perfection”


  1. Februari 15, 2008 pukul 2:52 am

    Eh.. ketemu David di sini deh😉

  2. Mei 4, 2008 pukul 12:35 am

    viva the insurgent army…

    lookin for insurgent lyrics, visit my blogspace…
    http://prasignature.blogspot.com

  3. April 14, 2010 pukul 12:02 pm

    weeww..
    mantap gan,,
    jadi pengen ngeriview the sigit nih,
    heheh
    band asal bandung mah kudu di review nih,
    tapi kapan ya waktunya..
    hoho

    salam kenal

  4. 4 selly akbar
    Maret 19, 2012 pukul 8:19 am

    I  ̇̇̇ ̣̇̇̇̇ ̣̣̇̇̇̇ ̣̣̣̇̇̇ ̣̣̣̣̇̇ ̣̣̇̇̇ ̣̇̇̇ ̇̇ U The S.I.G.I.T

    :* ‎​‎​♍uuuªaªa©©hhh‎​ ‎​:*
    ♍uuuªaªa©©hhh♡:*♡…….

    ‎​​‎​​​♏υª©h… ♏υª©h… ♏υª©h 

  5. September 23, 2014 pukul 1:41 am

    Hello there, just simply started to be tuned in to your blog by using Bing, and discovered that it’s really informative. I will look for the town. I will be pleased for those who continue the following later on. Several persons is going to be reaped the benefit from your writing.. digital marketing All the best!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Mar »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: