07
Nov
07

Album Review: Oasis – Don’t Believe The Truth

oasis_dont_believe_the_truth.jpg

Oasis
Don’t Believe The Truth
Sony BMG – 2005


Beberapa orang tidak dapat meninggalkan tahun 90-an. Dekade yang telah memberikan kita Grunge, Post Grunge, Britpop, generation-X, Friends dan tentu saja Oasis. Bagi beberapa orang, band asal Burnage, Manchester ini telah menyelamatkan masa muda mereka. Oasis telah memberikan mereka “lifestyle” untuk memandang hidup dengan optimis, untuk menikmati masa muda dengan tangan terkepal ke udara. Dengan alasan itulah mereka tidak dapat lari meninggalkan Oasis, apapun yang terjadi dengan band tersebut, apapun kualitas album yang mereka hasilkan. Karena seperti yang pernah dilantunkan Liam dengan sangat manis di pertengahan 90-an, Oasis adalah “the one that save me”.

Sekarang di pertengahan dekade yang baru ini, kita pun beranjak dewasa. Begitu juga Noel dan Liam. Mereka tidak lagi memproduksi lagu-lagu seperti “Cigarettes and Alcohol”, “Supersonic” atau “Live Forever”, tetapi mencoba mencari makna dan ideal sebuah hidup di “Don’t believe the truth”. Hilang sudah solo gitar Noel yang mengagumkan seperti dalam “Bring it on down” atau “Headshrinker”. Oasis 2005 adalah Oasis yang menunjukkan mereka sebagai sebuah band yang utuh, yang masih memberikan arti bagi mereka yang tidak pernah bisa keluar dari tahun 90-an.

Karena bila dilihat dengan obyektif, “Lyla” tidak akan menggerakkan anak umur 15 tahun untuk membentuk sebuah band. Inspirasi mereka sekarang akan datang dari band-band baru seperti Maximo Park atau Bloc Party. “Don’t believe the truth” adalah sebuah album bagi mereka yang mengenal sedikit sejarah musik, untuk mereka yang tahu siapakah Velvet Underground dan Revolver adalah album terbaik yang pernah dihasilkan The Beatles.

Oasis di “Don’t Believe The Truth” tidak lagi mencoba untuk membuktikan diri mereka sebagai band terbaik yang pernah ada di dunia ini. Di album ini mereka puas dengan apa yang telah mereka raih, dan hal ini justru memberikan “Don’t Believe The Truth” suatu kelebihan. Diawali dengan “Turn Up The Sun” yang merupakan pembuka album yang tidak khas dari Oasis dibanding “Hello” dan “The Hindu Times”, mereka mencoba untuk memberikan “vibe” lain di komposisi Andy Bell ini. Melody gitar dan Outro di lagu tersebut, membawa kita untuk terbuai, sebelum berubah menjadi sebuah nomor khas Oasis.

“Mucky Fingers” adalah tribut Noel untuk Velvet Underground. Intens dan dengan solo harmonika di akhir lagu, mejadikannya sebagai salah satu lagu yang sangat lain yang pernah dihasilkan Oasis. Ketiga komposisi Liam, seperti dalam “Heathen Chemistry” juga bersinar di album ini. Terutama “The Meaning Of Soul”. 102 detik Rok ‘n’ Rol murni. Langsung, cepat dan menghajar telinga kita dengan optimismus alá Oasis “I’m a different breed, I’m outta league, I’m 10 out of 10, alright”.

Pusat dari album ini tapi terletak di “The Importance Of Being Idle”. Noel dengan mengejutkan mencoba bernyanyi dengan sebuah falsetto yang indah. Sebuah lagu untuk mencoba mencari kepuasan dan arti hidup yang kita jalanin. Lagu untuk mid-20’s yang sedang berada di persimpangan jalan. Lagu bagi mereka yang 10 tahun lalu diselamatkan oleh Oasis di masa muda mereka, dan begitu juga kali ini. “But I don’t mind, as long as there a bed beneath the stars that shine, I’ll be fine, if you give me a minute, a man’s got a limit, I can’t get a life in my heart’s not in it”.

Album ini mungkin bukanlah “A return to form” seperti yang banyak diharapkan orang, tapi lebih sebagai sebuah karya dari mereka yang telah mencapai puncaknya, dan sekarang hidup dalam usaha untuk mempertahankan apa yang mereka punyai, yakni keidealan hidup. Bagi kita, yang tidak bisa lari dari tahun 90-an, Oasis masih berarti banyak, karena mereka masih membuat kita ingin menggapai mentari dan bersinar bersamanya.

David Wahyu Hidayat


0 Responses to “Album Review: Oasis – Don’t Believe The Truth”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


November 2007
S S R K J S M
    Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: