07
Nov
07

Album Review: Muse – Black Holes And Revelations

bharcover.jpg

Muse
Black Holes And Revelations
Warner – 2006


Ada yang salah dengan generasi sekarang ini. Mau tahu kenapa? Kalau popstar dan rockstar mereka datang dari sebuah “Casting Show”, maka itu adalah sesuatu yang tidak normal. Generasi ini kekurangan band sesungguhnya untuk dipuja, sebuah band untuk diagungkan, sebuah band yang merupakan “Rock Star” sejati.

Ingin tahu seperti apa “Rock Star” yang sebenarnya? Pergi ke toko CD terdekat Anda, lalu beli album Muse terbaru berjudul “Black Holes And Revelations” itu. Bila masih ada yang mencap Muse adalah jiplakan Radiohead, berarti ia tidak pernah mengerti tentang Muse ataupun musik. Sama seperti mereka yang mengerti Radiohead hanya dari “Creep”, “High And Dry” dan “Fakes Plastic Tree”. Maaf, bagi kalian, kalianlah sesungguhnya “Fakes Plastic Trees” itu!

“Black Holes And Revelations” adalah album Muse berspektrum paling luas. Seperti dengan judulnya, musik di album ini akan menembus lubang hitam yang paling pekat, dan membawa kita kepada pencerahan alam semesta.

Berangkat dari bumi dengan kidung hikmat “Take A Bow”, kita akan memasuki alam tanpa gravitasi dengan melodi indah “Starlight”. Di sini Muse memberanikan diri untuk menunjukkan pop-appeal mereka dengan paduan lantunan piano dan suara falsetto Matt Bellamy tanpa harus terkesan murah seperti “Keane”. Pada “Supermassive Black Hole” kita diajak menari di pesawat ruang angkasa kita, melayang tanpa gaya tarik. Debut single ini adalah terobosan Muse, seperti muak dengan keadaan dunia sekarang, lagu yang diinspirasikan dari malam – malam yang terbuang di klab-klab New York City, akan mengajak kita berdansa ke dalam malam yang memabukkan.

“Map Of The Problematique” meneruskan ekstase kita di malam itu. Mengkombinasikan distorsi gitar, dan suara synth yang manis, kita dibawa tetap berada dalam situasi terbius, dalam khayalan. “Soldier’s Poem” adalah musik “for the morning after” setelah mendengarkan suara bombastis keempat track pertama album ini. Sekilas terdengar seperti saudara kembar “Unintended”, lagu ini membuktikan Muse belum kehilangan sentuhan mereka menyuarakan lagu – lagu untuk menemani fajar – fajar pilu penuh kepedihan.

“Follow through/make your dreams come true/don’t give up the fight/ you will be all right because there’s no one like you in the universe”. Kata – kata ini mengawali “Invincible”, sebuah nomor indah penuh keoptimisan seperti layaknya keindahan akan terbukanya sebuah peluang baru untuk memulai hari. “What you leave behind/and what you choose to be/ and whatever they say/ your soul’s unbreakable”. Lagu ini ditutup dengan kata – kata “We’re invincible”. Yupe, jangan peduli pada yang lain, lakukan yang harus dilakukan, maka kita tidak akan pernah terkalahkan.

“Black Hole And Revelations” menampilkan seluruh kemampuan Muse dari 3 album sebelumnya. Nada – nada pilu Matt Bellamy, paduan bas dan drum yang membuat kalian bergoyang, serta raungan gitar virtuoso itu menciptakan ruang tersendiri yang akan kita lihat ketika mendengarkan album ini. Ditutup dengan “Knights Of Cydonia” sebuah nomor epik yang meledakkan alam semesta suara di kuping kita, Muse memberikan kita apa yang kita cari selama ini. Inginkan sebuah “Supernova Rock Star” ? Album ini jawabannya.

David Wahyu Hidayat


0 Responses to “Album Review: Muse – Black Holes And Revelations”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


November 2007
S S R K J S M
    Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: