07
Nov
07

Album Review: Kasabian – Empire

kasabian_empire.jpg

Kasabian
Empire
Sony/BMG – 2006


Apa yang akan dirasakan oleh seorang anak kecil, jika ia telah mengetahui apa yang akan ia dapatkan sebagai hadiah Natalnya di bulan November? Ketika hari Natal tiba, dan ia mendapatkan hadiah yang sebenarnya, momen mengejutkan itu telah hilang. Semuanya terasa seperti terantisipasi. Biarpun hadiah itu adalah seusatu yang menakjubkan, tapi keajaibannya telah hilang. Karena anak itu telah mengetahui sebelumnya.

Di tahun 2006 ini, di mana akses ke musik menjadi sebegitu mudahnya dengan situs seperti myspace.com, tanggal rilis album baru dari sebuah band tidak lagi menjadi sesuatu yang membuat penasaran. Seringkali dikehendaki oleh band itu sendiri, mereka menaruh musik yang akan mereka rilis di myspace. Mungkin dengan tujuan promosi, di lain sisi untuk menunjukkan “F*ck You – attitude” kepada perusahaan rekaman mereka. Yang diuntungkan adalah kita sebagai penggemar musik, yang dapat menikmati itu semua secara gratis.

Sedihnya, momen penasaran itu telah terambil sendirinya dari kita, yang sebagai seorang fans tidak tahan untuk tidak mendengarkan sebuah bentuk musik baru entah dari myspace atau dalam bentuk lainnya.

Dalam hal album baru Kasabian yang berjudul Empire, band asal Leicester tersebut telah menaruh album ini dalam versi lengkap mungkin kurang lebih sebulan sebelum album itu sendiri dirilis. Setelah pendegaran pertama, yang ada hanyalah sebuah perasaan bahwa semuanya telah terantisipasi. Tidak ada yang baru.

Yang salah dari Empire bukanlah myspace. Didengar pertama kali, kemegahan Kasabian yang pernah ada di “Club Foot” dipaksa untuk tampil lebih “grandious” di album ini, entah dengan tambahan permainan “string quartet” atau alat musik tiup, atau hanya dengan sesederhana efek synth yang ada di setiap lagu di album ini. Kesan pertama adalah kekecewaan, karena album ini tidak mengejutkan. Seperti ditulis oleh salah satu majalah musik, album ini adalah kopi dari kopi dari kopi. Masih adakah kemegahan yang tersisa di sana?

Baru ketika kita mencoba mendengarkan album ini berulang – ulang, kita merasakan ada sesuatu yang patut disorot lebih teliti lagi di sini. Tak sengaja, “hook” yang dinyanyikan Tom Meighan dalam “By My Side” kita nyanyikan sambil menghirup kopi kita di pagi hari. Ketika kita mengendarai mobil kita di malam hari, tangan kita tak sadar mengetuk-ngetukkan jari ke setir mengikuti ritmus dari “Stuntman”. Kaki kita dihentakkan ke lantai mengikuti dentuman bas Chris Edwards di “Shoot The Runner” dan “Last Trip (In Flight)” ketika kita mempersiapkan malam minggu dengan diiringi album ini. Ketika kita memandang ke belakang hari yang telah kita lewati diiringi dengan biusan melodi dari “British Legion” dan “The Doberman”, tanpa disadari album ini berubah menjadi sesuatu yang lebih mengagumkan dari kesan pertamanya.

Jika saja mereka tidak terlalu berambisi untuk membuat album terhebat setelah “Definitely Maybe” dan lebih berkonsentrasi ke diri mereka sendiri, mungkin album ini bisa menjadi sesuatu yang mencengangkan. Mungkin album ini tidak akan membawa kita ke tanah perjanjian yang dijanjikan Tom Meighan dan Sergio Pizzorno, tapi ini masih cukup untuk menuntun kita menuju sebuah oasis dari tengah gurun yang kita tinggalkan.

David Wahyu Hidayat


0 Responses to “Album Review: Kasabian – Empire”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


November 2007
S S R K J S M
    Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Categories

Blog Stats

  • 137,356 hits

%d blogger menyukai ini: