07
Nov
07

Album Review: Doves – Some Cities

somecities.jpg

Doves
Some Cities
Heavenly/EMI – 2005

Ingat musim panas 2002? Waktu “Pounding” dari Doves menjadi soundtrack musim panas kita. Ketika segalanya berjalan sempurna, satu musim panas lamanya? Sekarang Doves kembali, untuk mengantarkan sebuah soundtrack lain untuk kita. Bukan untuk sebuah saat di mana kita merasakan keindahan untuk sekejap, tapi mereka memberikan soundtrack kepada kota yang kita cintai, di mana perubahan di kota itu berarti juga perubahan bagi diri kita, di mana kita tumbuh berkembang sebagai manusia, seperti kita berada sekarang. Apapun namanya kota itu: Jakarta, Bandung, Dortmund, Amsterdam, Manchester; Doves telah mengantarkan sebuah album penuh “hommage” kepada kota yang kita cintai masing – masing.

“Too much history coming down” dinyanyikan Jimi Goodwin, dalam titel track sekaligus pembuka album tersebut. Baginya kota itu ialah Manchester, bagi diri penulis artikel ini, kota itu adalah Jakarta, dan Dortmund. Kota yang kita tinggali masing – masing, secara tidak langsung telah menjadi bagian dari diri kita. Terlalu banyak kenangan yang hinggap di sana, sehingga terkadang sulit untuk beranjak dan meninggalkannya. Dengarkan “Some Cities” sambil menelusuri setiap sudut kota yang kita cintai, dan kita akan menangis tertawa mengingat setiap kenangan yang terdapat di sana.

“Black And White Town” ialah usaha Doves mengembalikan atmosfir yang diberikan “Pounding” di album kedua mereka “The Last Broadcast”. Hentaman drum khas Andy Williams, permainan piano “the unofficial 4th member” Martin Rebelski, dan backing vokal di lagu tersebut, memberikan sentuhan “soul” yang sangat “uplifting”. Ini adalah lagu untuk meninggalkan sebuah kota yang sudah tidak dapat menawarkan apa – apa lagi dalam kehidupan kita. “You better make sure that you don´t crack your head on that pavement” kata Goodwin di lagu tersebut.

Menarik dari “Some Cities” ialah kenyataan, kalau kita dari awal tahu, bahwa album ini adalah sebuah album yang luar biasa, tetapi tidak akan pernah mencapai titik sempurna. Lihat saja permainan gitar Jez Williams yang terkesan terpatah-patah di “Black And White Town”, intro gitar yang tidak harmonis di “Almost Forget Myself”, atau dalam “The Storm”, kita seperti mendengarkan sebuah radio di tengah badai, yang justru menimbulkan keindahan lagu tersebut. Doves adalah sebuah keindahan yang tidak pernah mencapai kesempurnaan di dalam album ini, dan di situlah letak kekuatan mereka.

“Walk in Fire” adalah “There Goes The Fear” versi ringan mereka di album ini. Walaupun terkesan Doves seperti mengulang apa saja yang telah mereka buat di dua album sebelumnya, “Some Cities” tidak pernah membosankan. Album tersebut malah makin menunjukkan sisi – sisi yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya, setelah beberapa kali mendengarkannya.

Beberapa orang mengklaim debut album Doves “Lost Soul” sebagai album yang menyelamatkan kehidupan pernikahan mereka. “Some Cities” adalah album yang akan menyelamatkan mereka, yang sedang mengalami “mid-twenty crisis”. Dengarkan album ini di jam – jam pertama sebuah hari yang baru, dan kita akan menyadari kehidupan yang ada di depan, tidaklah sesuram yang kita bayangkan. Karena pada akhirnya akan ada sesuatu atau seseorang yang akan membawa kita kembali kepada cinta dan kehidupan seperti dinyanyikan Goodwin di “Snowden”, “Bring me back to love/Bring me back to life”.

Pada akhirnya kita kembali ke kota yang kita cintai, untuk menjalani kehidupan yang kita miliki, dan kita pun tertawa bersama mereka. “Some cities crush/ Some cities heal/ Some cities laugh”.

David Wahyu Hidayat


1 Response to “Album Review: Doves – Some Cities”


  1. Oktober 25, 2008 pukul 1:21 pm

    doves merupakan salah satu band yang bisa membuat saya berpaling dari musik-musik british lainnya…sound mereka cukup idealis dan different, namun labum terbaik doves jatuh di album LOST SIDE, jadi untuk album SOME CITIES itu masih biasa saja gak jauh dari album THE LAST BROADCAST, coba deh putar ulang labum mereka di LOST SIDE..seperti band yang memasuki masa transisi yang jika kita denger seperti masa transisinya radiohead di album OK COMPUTER ke album KID A.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


November 2007
S S R K J S M
    Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: