06
Nov
07

Konser Review: Bloc Party – Cologne, 19.04.2005

blocparty_koeln30.jpg

Bloc Party

Live Music Hall, Cologne

19.04.2005

 

Penonton: 1500 (Sold Out)

Band Pembuka: RichAndKool, The Cribs

Setlist: Like Eating Glass, Positive Tension, Little Thoughts, Banquet, This Modern Love, The Marshals Are Dead, She´s Hearing Voices, Blue Light, Helicopter, The Answer. Encore: So Here We Are, Price Of Gasoline, Tulips, Pioneers.

 

Review:

Setiap manusia memerlukan “drugs” di kehidupannya masing-masing. Beberapa orang medapatinya dalam bentuk pil, bubuk dan asap, ada yang menemukannya dalam sebuah form religius, yang lain dalam bentuk seks, dan sekelompok orang tertentu menemukannya dalam bentuk musik. Untuk golongan terakhir ini, tahun 2005 merupakan tahun yang spesial, karena setelah lama tidak mendapatkannya, “golden shot” yang mereka butuhkan itu datang dalam bentuk sebuah debut album. “Silent Alarm” dari Bloc Party.

Satu hal akan membuat mereka “high” setelah mendengar musik dari Bloc Party. Bukan karena kuartet asal London tersebut memiliki tampang untuk menjadi seorang popstar atau karena ayah mereka salah satu pendiri majalah mode ternama, tapi karena mereka memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh banyak band yang sedang beredar di orbit planet pop kita. Sesuatu itu bernama talen.

blocparty_koeln21.jpg

Talen jugalah yang membawa Bloc Party berdiri di atas panggung Live Music Hall Cologne, pada hari di mana dunia mendapatkan Paus baru mereka. Sekitar pukul 22:45 Kele Okereke (Vokal/Gitar), Russel Lissack (Gitar), Gordoan Moakes (Bass/Vokal), dan Matt Tong (Drum) menggebrak set mereka malam itu dengan “Like Eating Glass”. Suasana Live Music Hall seperti sedang menonton sebuah suspense-thriller dari Alfred Hitchcock, ketika mendengar delay gitar Lissack membuka lagu tersebut, yang disambut dengan bass intensif Moakes. Kele seperti sedang berada dalam mood terbaiknya malam itu, berteriak dengan energis “It´s so cold in this house”. Kenyataannya, Live Music Hall malam itu telah mendidih, menyambut dengan antusias kedatangan musik Bloc Party.

blocparty_koeln16.jpg

Setelah lagu tersebut Bloc Party tidak membiarkan atmosfir Live Music Hall menjadi turun kembali, mereka malah langsung menghantam para penonton dengan “Positive Tension”, yang malam itu benar-benar sesuatu yang istimewa, terutama ketika lagu tersebut berubah arahnya sama sekali, sewaktu ritmus gitar Kele dilalap dengan permainan mengagumkan ketiga personil lainnya.

Setelah “Little Thoughts” salah satu lagu lama mereka yang menawarkan warna alternativ rock yang berbeda dengan lagu lainnya dari “Silent Alarm”, Bloc Party melanjutkan set mereka dengan “Banquet”. Ini adalah lagu yang membuat Live Music Hall menjadi lantai disko paling panas di Cologne malam itu. Sehabis lagu tersebut, Bloc Party menurunkan tempo sedikit dengan “This Modern Love”, yang terkesan lebih hidup dimainkan Live. Lagu itu menimbulkan sisi sexy Bloc Party yang mencoba bercumbu dengan musik pop yang beredar saat ini.

blocparty_koeln11.jpg

“The Marshals Are Dead” adalah sebuah lagu yang cukup sulit dicerna untuk ukuran Bloc Party. Permainan drum alá militer yang dimainkan Tong, terkesan sedikit monoton di lagu tersebut. Tapi ketika lick gitar Lissack mulai memenuhi spektrum ruangan Live Music Hall, jelaslah mengapa lagu tersebut merupakan salah satu lagu favorit Bloc Party yang selalu dimainkan di setiap gig mereka. Tiba-tiba “The Marshals Are Dead” berubah menjadi lagu yang sangat “ear-catching”. Suara backing vokal Moakes yang dipadu dengan teriakan “Forever” Kele menciptakan sebuah harmonis yang manis dan mengagumkan.

blocparty_koeln28.jpg

Lagu berikutnya adalah lagu di mana karpet merah akan ditebarkan untuk Bloc Party, karena “She´s Hearing Voices” menunjukkan kejeniusan dan keindahan Bloc Party secara sempurna. Lagu tersebut memperlihatkan Kele dengan gila memutar knob efek gitarnya sampai menimbulkan suara seperti pesawat ruang angkasa memasuki ruang hampa. Di sisi kanan panggung, Russel Lissack memperkosa gitarnya tanpa belas kasihan. Melihat permainannya malam itu seperti melihat perpaduan seorang Johnny Marr muda dengan Johnny Greenwood sebelum diculik oleh alien.

Bloc Party malam itu benar-benar berada dalam form yang luar biasa. Kele sesekali terlihat bercanda dengan penonton dengan bahasa seperti layaknya seorang gentleman dari Britannia Raya. Ia lalu memulai “Helicopter” dengan duduk di pinggir panggung, yang pada kesan pertama terlihat begitu santai, tapi kedinamisan lagu tersebut membuat penonton sekali lagi berada dalam suasana penuh euphorie. “The Answer” menutup set utama mereka malam itu.

Encore mereka dimulai dengan “So Here We Are”, disambung dengan versi luar biasa dari “Price Of Gas”. Efek gitar yang diciptakan di lagu tersebut benar-benar berbeda dari yang terdengar di versi albumnya. Dengan serangan delay Lissack dan Kele yang datang dari segala arah, kuping penonton seperti ditusuk oleh sebuah suara mempesonakan. Keindahan malam itu diteruskan dengan “Tulips”, di lagu ini Bloc Party benar-benar “poptastic”. Bayangkan lagu ini di sebuah dunia pop lain, maka “Tulips” akan menjadi hits, menjadi soundtrack setiap orang yang sedang jatuh cinta. Begitu indah.

blocparty_koeln19.jpg

Bloc Party mengakhiri gig mereka dengan “Pioneers”. Di lagu tersebut, semua mengalami klimaksnya, baik penonton maupun Bloc Party. “We promise the world we tame it, what we´re hoping for?/ All we need is time, all we need is time” teriak Kele. Semua merasakan malam ini adalah sebuah pesta, dan tidak ada yang mengingikan semuanya itu berakhir. Bloc Party telah memukau Cologne, dan semua yang ada di konser itu merasakan satu hal. Malam itu tidak ada satu band pun di dunia ini yang akan dapat menyentuh Bloc Party. Bloc Party adalah mesias. God bless them, God bless Bloc Party.

David Wahyu Hidayat

Foto: EinsL1ve (Markus Meske)


2 Responses to “Konser Review: Bloc Party – Cologne, 19.04.2005”


  1. 1 bese
    Agustus 20, 2008 pukul 10:13 pm

    nice bos…
    sering2 liputan begini lagi ya..
    … sekalian mp3 nya gitu ato videonya ^^

  2. 2 anggi
    September 5, 2008 pukul 4:22 pm

    keren keren !
    bagus reviewnya nih
    go bloc party !


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


November 2007
S S R K J S M
    Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: