06
Nov
07

Album Review: Bloc Party – Silent Alarm

silentalarmcover.jpg

Bloc Party
Silent Alarm
Wichita/V2 – 2005

Hype memprediksikan, Bloc Party akan menjadi band terbesar di tahun 2005 ini. Hype berkata pula, Bloc Party ialah “The Next Franz Ferdinand”. Bila kita hanya percaya pada hype, maka Bloc Party adalah sebuah band yang hanya ingin dibesarkan oleh musik press, dengan menggunakan kesuksesan Franz Ferdinand tahun lalu.

Fakta: Bloc Party telah memproduksi salah satu debut album paling meyakinkan selama 5 tahun terakhir. Kenyataan: “Silent Alarm” menawarkan spektrum yang lebih luas dari debut album Franz Ferdinand tahun lalu. Membandingkan Franz Ferdinand dengan Bloc Party, ialah seperti membandingkan Glasgow Rangers dengan Arsenal. Ini adalah fakta, bukan sekedar hype!

Diawali dengan “Like Eating Glass”, Bloc Party membuka dengan jelas, ke arah mana serangan musikalis mereka akan tertuju. Lagu ini ialah lagu yang dapat langsung menunjukkan kemampuan keempat personil Bloc Party dengan instrumen mereka masing – masing. Impresif.

“Helicopter” dan “Banquet” adalah nomor obligatoris mereka, sebagai salah satu band yang muncul di awal abad 21, yaitu lagu untuk mengantar para indie – freaks berdansa di lantai klub favorit mereka masing – masing, lantai di mana sneaker mereka “berperang” melawan lengketnya tumpahan alkohol.

Keindahan dan kejeniusan Bloc Party terletak dalam kemampuan mereka menciptakan “wall of sound” di belakang vokal Kele Okereke. Permainan gitar Russel Lissack patut diberikan kredit sebagai pionir generasi baru gitaris dari britannia raya. Buktinya dapat terdengar di bagian akhir dari “She´s Hearing Voices”. Tetapi bukan dalam kemahiran Lissack memainkan efek gitarnya, terletak kunci keseluruhan “sound” Bloc Party. Hal itu terletak di dalam diri Matt Tong. Permainan drumnya begitu meyakinkan, seperti sebuah monster yang siap menghancurkan segala sesuatu yang ada di depannya.

Satu hal yang membuat Bloc Party berbeda dengan banyak “hype” lainnya ialah kemampuan mereka menghasilkan “pop – appeal” yang tinggi di setiap lagu dalam “Silent Alarm”. “Pioneer”, “Blue Light” dan “This Modern Love” adalah lagu – lagu di mana “pop – appeal” Bloc Party akan menembak langsung diri kita, dan hati kita tidak akan dapat berbuat apa – apa selain mencintai lagu mereka.

Semua itu memuncak dalam “So Here We Are”. Mereka yang sinis akan berkata, “Ini hanyalah usaha Bloc Party merebut fans Coldplay & Co.”. Hey, Bloc Party bukanlah Keane, dan sesinis apapun seorang manusia, mereka tidak akan dapat memungkiri kemanisan melodi, seperti yang terdapat di “So Here We Are”. Lagu ini ialah format musik pop sesungguhnya, dan adalah sesuatu yang alamiah jika setiap orang mencintai lagu ini.

“Silent Alarm” adalah sebuah album untuk dimiliki dan dikagumi. “Something Glorious Is About To Happen” teriak Kele di “Positive Tension”. Itu bukanlah sebuah slogan belaka, karena itulah perasaan yang keluar mendengar setiap lagu dalam “Silent Alarm”. Jangan pernah percaya pada hype, percayalah pada musik yang kita dengar.

David Wahyu Hidayat


2 Responses to “Album Review: Bloc Party – Silent Alarm”


  1. 1 Adey Sucuk Zakaria Bahar
    Januari 12, 2009 pukul 11:57 am

    wahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh..
    bloc party mang mantep arsenal juga!

    cmon bloc party!
    cmon arsenal!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


November 2007
S S R K J S M
    Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: