04
Nov
07

Album Review: Coldplay – Parachutes

coldplayparachutesalbumcover.jpg

Coldplay
Parachutes
Parlophone/EMI – 2000

The New Acoustic Movement atau Quiet is the new loud, ialah sebutan yang banyak diberikan kepada band seperti Travis, Coldplay, Elbow, dan Starsailor. Siapa yang sangka bila musik “mellow” seperti yang mereka bikin bakal digandrungi oleh orang banyak?

Tetapi walaupun dicap dengan label yang sama, masing-masing band tersebut mempunyai ciri khasnya masing-masing. Kuartet yang terdiri dari Chris Martin, Will Champion, Guy Berryman, dan Jon Buckland ini banyak menggunakan efek reverb dan delay di debut album mereka ini. Kedua efek tersebut seperti menjadi trademark mereka, dengar saja “Don´t Panic” dan “Shiver”. Suara Vokal Chris Martin mengingatkan pada Thom Yorke sebelum Radiohead merekam Kid A dan Amnesiac.

Dimulai dengan suara gitar akustik pada “Don´t Panic” yang kemudian dilanjutkan dengan “Spies”, “Yellow” dan “Trouble” Coldplay membawa kita ke perasaan bahwa saat ini seperti selalu berada di jam 4 dini hari. Damai, menunggu hari baru yang akan datang. Mendekati akhir dari album tersebut, matahari mulai memancarkan sinarnya di ufuk sana, dan kita pun tersadar dari lamunan kita. Hari baru telah dimulai, saatnya untuk memulai kembali kehidupan. Everything´s not lost.

David Wahyu Hidayat


1 Response to “Album Review: Coldplay – Parachutes”



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


November 2007
S S R K J S M
    Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Categories

Blog Stats

  • 137,446 hits

%d blogger menyukai ini: