<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Supersonic Sounds</title>
	<atom:link href="http://supersonicsounds.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://supersonicsounds.wordpress.com</link>
	<description>There's nothing conceptually better than Rock and Roll</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 May 2012 09:20:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='supersonicsounds.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/34febac3048bc1b9a0a868d0456d70a8?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Supersonic Sounds</title>
		<link>http://supersonicsounds.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://supersonicsounds.wordpress.com/osd.xml" title="Supersonic Sounds" />
	<atom:link rel='hub' href='http://supersonicsounds.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Album Review: Bangkutaman &#8211; Love Among The Ruins (Re-Release)</title>
		<link>http://supersonicsounds.wordpress.com/2012/05/27/album-review-bangkutaman-love-among-the-ruins-re-release/</link>
		<comments>http://supersonicsounds.wordpress.com/2012/05/27/album-review-bangkutaman-love-among-the-ruins-re-release/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 May 2012 09:20:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bangkutaman]]></category>
		<category><![CDATA[Skena Lokal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supersonicsounds.wordpress.com/?p=883</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Bangkutaman Love Among The Ruins (Re-release) Blossom Records – 2012   Rekaman musik seringkali merupakan pembatas waktu yang sangat akurat untuk menandai sebuah rentang waktu. Sebuah rentang waktu yang seringkali bermakna berbeda untuk setiap orang. &#160; Beberapa waktu lalu, Bangkutaman merilis ulang album pertama mereka “Love Among The Ruins” dalam bentuk CD. Bagi banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supersonicsounds.wordpress.com&#038;blog=2052065&#038;post=883&#038;subd=supersonicsounds&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://supersonicsounds.files.wordpress.com/2012/05/cover-latr.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-884" title="cover-LATR" src="https://supersonicsounds.files.wordpress.com/2012/05/cover-latr.jpg?w=150&h=138" alt="" width="150" height="138" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Bangkutaman</em></strong></p>
<p><strong><em>Love Among The Ruins (Re-release)</em></strong></p>
<p><strong><em>Blossom Records – 2012</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Rekaman musik seringkali merupakan pembatas waktu yang sangat akurat untuk menandai sebuah rentang waktu. Sebuah rentang waktu yang seringkali bermakna berbeda untuk setiap orang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beberapa waktu lalu, Bangkutaman merilis ulang album pertama mereka “Love Among The Ruins” dalam bentuk CD. Bagi banyak orang yang mengikuti band ini sejak awal mungkin ini merupakan mesin waktu untuk nostalgia ke waktu di mana album tersebut pertama kali dirilis, bagi saya pribadi, dirilis ulangnya album ini merupakan kesempatan untuk mengerti apa yang sebenarnya terjadi ketika album ini dikeluarkan melalui musik mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akhir dekade 90-an dan paruh pertama dekade 00-an saya habiskan di luar tanah air, dikarenakan studi saya. Ingatan pribadi saya tentang album indie hebat dari tanah air waktu itu, berhenti sampai dengan album pertama Pure Saturday dan In (No) Sensation dari Pas. Setelahnya lagu-lagu hebat dari Indonesia saya dengar dari cerita-cerita teman atau paket kiriman kaset/CD yang dikirimkan oleh saudara saya/salah seorang teman saya. Sekembalinya ke tanah air tahun 2005, teman saya menyarankan saya untuk membeli “Garage Of The Soul” EP dari Bangkutaman, dia menambahkan kalau band ini adalah “Stone Roses-nya Indonesia”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bergegas saya membeli album itu dan sekejap menyenangi apa yang saya dengar. Terutama “Satelit” yang menurut saya seperti “I Am The Resurrection”-nya versi Bangkutaman. Ketika mereka menelurkan “Ode Buat Kota” tahun 2010 saya pun salut, karena mereka tidak lagi melulu berpakem kepada nada-nada Roses-eske tapi dapat mengeksplorasi genre musik lain, kadang terdengar Dylan-eske kadang terdengar tetap sangat Britpop. Album itu kemudian menjadi salah satu favorit saya di tahun itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mendengar mereka akan merilisi ulang album pertama mereka, saya sangat antusias untuk memilikinya, karena ini akan membuat rasa penasaran terpuaskan terhadap cikal bakal band ini. Sejak mendengarkan “Kera” sebagai lagu pertama album ini, saya langsung menyadari bahwa ini adalah sebuah pernyataan. Tidak terbayangkan apa rasanya jika saya tetap berada di tanah air kalau saya pertama kali mendengarkan lagu ini di dekade 00 yang lalu. Mungkin antusiasme tiada batas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nada-nada Roses-eske sangat kental di album itu. Jika saya pada waktu itu membayangkan sebagai seorang pecinta The Stone Roses, dan tidak punya bayangan sama sekali kapan saya akan menyaksikan mereka, saya akan merasa sangat bangga bahwa ada band dari negeri sendiri yang setidaknya berusaha untuk meraih semua yang pernah diraih The Stone Roses.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kabut” menerbangkan kita dengan efek <em>wah-wah</em> dan sapaan melodik “Pa..Paaa.. Pa..Paaa..Pa..Paaa..Paaa” sebelum kita diberikan suguhan melodik lainnya. Salah satu puncak di album ini menurut pandangan pribadi saya adalah mendengarkan “Soul Of A Shoemaker”. Permainan gitar J.Irwin yang berat dan kasar bukanlah bertujuan untuk mengkopi permainan John Squire tetapi seperti hendak berkata, kalau kalian mau dan berusaha seorang pemain gitar dari band indie kecil dapat menjadi seorang pahlawan gitar baru kalian. Dan ia melakukannya persis seperti itu tanpa cela sedikitpun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Bunga Matahari” dengan nada optimismenya membangkitkan perasaan yang nyaman sekali rasanya. Istimewa sekali mendengarkan lagu seperti itu dari band dalam negeri. Lalu ketika nada-nada riang “Catch Me When I Fall” menangkap kesederhanaan hari kita semua, kita hanya tersenyum membayangkan akan keadaan sempurna tanpa sedikitpun rasa kuatir di mana mentari bersinar untuk kita semua.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Love Among The Ruins” bukan sekedar rekaman musik pemuas nostalgia saja, namun  seperti tulisan Felix Dass di <em>sleeve note </em>album rilis ulang itu, memang merupakan sebuah penanda jaman. Sebuah tapal batu yang hanya dapat terjadi pada waktunya ketika itu, dan sekarang kita yang menjadi saksinya langsung maupun tidak langsung hanya dapat tersenyum bahagia mendengarkan semua nada-nada di dalamnya yang selalu menghiasi hidup ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>David Wahyu Hidayat</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/skena-lokal/bangkutaman/'>Bangkutaman</a>, <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/skena-lokal/'>Skena Lokal</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supersonicsounds.wordpress.com/883/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supersonicsounds.wordpress.com/883/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supersonicsounds.wordpress.com/883/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supersonicsounds.wordpress.com/883/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supersonicsounds.wordpress.com/883/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supersonicsounds.wordpress.com/883/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supersonicsounds.wordpress.com/883/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supersonicsounds.wordpress.com/883/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supersonicsounds.wordpress.com/883/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supersonicsounds.wordpress.com/883/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supersonicsounds.wordpress.com/883/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supersonicsounds.wordpress.com/883/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supersonicsounds.wordpress.com/883/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supersonicsounds.wordpress.com/883/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supersonicsounds.wordpress.com&#038;blog=2052065&#038;post=883&#038;subd=supersonicsounds&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supersonicsounds.wordpress.com/2012/05/27/album-review-bangkutaman-love-among-the-ruins-re-release/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7129bcf6aa81ffa257cdef4dfa91b650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">David Wahyu Hidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://supersonicsounds.files.wordpress.com/2012/05/cover-latr.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">cover-LATR</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Album Review: Telegraph &#8211; Translucent</title>
		<link>http://supersonicsounds.wordpress.com/2012/05/27/album-review-telegraph-translucent/</link>
		<comments>http://supersonicsounds.wordpress.com/2012/05/27/album-review-telegraph-translucent/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 May 2012 08:28:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Skena Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Telegraph]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supersonicsounds.wordpress.com/?p=879</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Telegraph Translucent Soundcity Records – 2012   Adalah suatu hal yang menakjubkan, negara yang jaraknya ribuan kilometer jauhnya ini dari pusat peradaban musik bernama London atau New York, dapat selalu menghasilkan karya-karya musik yang kental dipengaruhi oleh artis-artis brilian dari olimpia musik pop tersebut. Tak terkecuali sebuah band bernama Telegraph dari Jakarta. Band yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supersonicsounds.wordpress.com&#038;blog=2052065&#038;post=879&#038;subd=supersonicsounds&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://supersonicsounds.files.wordpress.com/2012/05/telegraph-translucent.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-880" title="Telegraph - Translucent" src="https://supersonicsounds.files.wordpress.com/2012/05/telegraph-translucent.jpg?w=150&h=146" alt="" width="150" height="146" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Telegraph</em></strong></p>
<p><strong><em>Translucent</em></strong></p>
<p><strong><em>Soundcity Records – 2012</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Adalah suatu hal yang menakjubkan, negara yang jaraknya ribuan kilometer jauhnya ini dari pusat peradaban musik bernama London atau New York, dapat selalu menghasilkan karya-karya musik yang kental dipengaruhi oleh artis-artis brilian dari olimpia musik pop tersebut. Tak terkecuali sebuah band bernama Telegraph dari Jakarta. Band yang beranggotakan Ipung (Vokal, gitar akustik), Rama (bas gitar), Ruly (gitar elektrik), Ronny (gitar electric) dan Iman (drum) ini baru saja merilis debut album mereka “Translucent” yang penuh dengan nuansa kental musik pasca <em>new-wave</em> dan pasca <em>punk.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Ambien adalah kata kunci dalam debut album tersebut. Diawali dengan nomor instrumental berjudul sama dengan albumnya Telegraph mewarnai musik mereka dengan nuansa kelam, menghanyutkan dengan <em>delay </em>yang menghiasi setiap sudut digitalisasi musik mereka. Atmosfir tersebut dilanjutkan dengan “Score” yang tetap mengandalkan efek <em>delay</em> dan vokal Ipung yang setengah berteriak setengah bernyanyi memantapkan bahwa ini adalah pakem musik yang mereka akan keluarkan di album ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Album ini tidak hanya mengambil pengaruhnya dari genre musik yang disebutkan di atas tetapi sesungguhnya sangat terasa pengaruh musik dari Bloc Party dalam setiap lagu yang ada di sini. Dan ini bukanlah sebuah hal negatif. Telegraph berani mengambil sentuhan-sentuhan yang menjadi pengaruh mereka untuk kemudian disinkronisasikan dengan karya mereka sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seperti ketika musik dan vokal mereka terpadu waktu mereka memainkan “Perfection”. Teriakan Ipung “Music is the way the touch to make a kind of happiness, we’re just trying to reach the stars” yang selaras dengan kepungan musik yang dimainkan membuat album ini menimbulkan kelokalannya sehingga kita tidak berpikir akan London tetapi akan Jakarta dan usaha band ini membuat sesuatu yang menimbulkan dampak lewat musik yang dimainkan. Atau waktu mereka memberikan kita lagu seperti “The Fall” dan “We’ll Meet In The End” sesungguhnya kental sekali pengaruh dari band yang disebutkan di atas, tapi keberanian Telegraph menfiturkannya patut disaluti karena mereka berani memberikan musik yang jarang dapat ditemukan di skena lokal negeri ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Translucent” diakhiri dengan karya 8 menit penuh ambien yang pantas memuncaki debut album yang sangat berani ini. Kita tinggal menunggu langkah selanjutnya dari Telegraph, kalau mereka memberanikan diri keluar dari bayang-bayang band yang sangat mempengaruhi mereka itu, maka tidak pelak lagi band ini akan menambah kebanggaan dan kekayaan akan musik dari negara ini. Telegraph, kami tunggu langkah kalian selanjutnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>David Wahyu Hidayat</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/skena-lokal/'>Skena Lokal</a>, <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/skena-lokal/telegraph/'>Telegraph</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supersonicsounds.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supersonicsounds.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supersonicsounds.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supersonicsounds.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supersonicsounds.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supersonicsounds.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supersonicsounds.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supersonicsounds.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supersonicsounds.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supersonicsounds.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supersonicsounds.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supersonicsounds.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supersonicsounds.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supersonicsounds.wordpress.com/879/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supersonicsounds.wordpress.com&#038;blog=2052065&#038;post=879&#038;subd=supersonicsounds&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supersonicsounds.wordpress.com/2012/05/27/album-review-telegraph-translucent/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7129bcf6aa81ffa257cdef4dfa91b650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">David Wahyu Hidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://supersonicsounds.files.wordpress.com/2012/05/telegraph-translucent.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Telegraph - Translucent</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konser Review: Pure Saturday &#8211; Gedung Kesenian Jakarta, 15 Mei 2012</title>
		<link>http://supersonicsounds.wordpress.com/2012/05/27/konser-review-pure-saturday-gedung-kesenian-jakarta-15-mei-2012/</link>
		<comments>http://supersonicsounds.wordpress.com/2012/05/27/konser-review-pure-saturday-gedung-kesenian-jakarta-15-mei-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 May 2012 05:05:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konser]]></category>
		<category><![CDATA[Pure Saturday]]></category>
		<category><![CDATA[Skena Lokal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supersonicsounds.wordpress.com/?p=873</guid>
		<description><![CDATA[Pure Saturday The Grey Concert Gedung Kesenian Jakarta 15 Mei 2012   Setlist: Sesi 1: Intro – Centenial Waltzes, The Horsemen, Lighthouse, Musim Berakhir, Starlight, Utopian Dreams, The Air The Empty Sky, Passepartout, To The Edge, Albatross Part I – III &#160; Sesi 2: Elora, Spoken, Nyala, Pagi, Coklat, Enough, Simple, Desire, Cinta Hitam, Labirin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supersonicsounds.wordpress.com&#038;blog=2052065&#038;post=873&#038;subd=supersonicsounds&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Pure Saturday</em></strong></p>
<p><strong><em>The Grey Concert</em></strong></p>
<p><strong><em>Gedung Kesenian Jakarta</em></strong></p>
<p><strong><em>15 Mei 2012</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Setlist: </em></strong></p>
<p><em>Sesi 1: </em>Intro – Centenial Waltzes, The Horsemen, Lighthouse, Musim Berakhir, Starlight, Utopian Dreams, The Air The Empty Sky, Passepartout, To The Edge, Albatross Part I – III</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Sesi 2: </em>Elora, Spoken, Nyala, Pagi, Coklat, Enough, Simple, Desire, Cinta Hitam, Labirin</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Encore: </em>Kosong, Buka</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Review:</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://supersonicsounds.files.wordpress.com/2012/05/gambir-20120515-01004_hagrid_kryptonite_clean.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-874" title="Pure Saturday, live at Gedung Kesenian Jakarta" src="https://supersonicsounds.files.wordpress.com/2012/05/gambir-20120515-01004_hagrid_kryptonite_clean.jpg?w=655&h=491" alt="" width="655" height="491" /></a></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pionir tetaplah akan menjadi pionir, sebuah titel yang akan tetap melekat walaupun dimakan lamanya waktu dan perubahan zaman. Pure Saturday adalah pionir, lagunya “Kosong” merubah apa yang kita kenal tentang indie musik di negeri ini. Ia menggerakkan sampai akhirnya tercipta banyak musik-musik hebat yang datang dan sangat patut diapresiasi di negeri ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selasa malam 15 Mei 2012 adalah malam di mana kita merayakan sebuah pionir dalam wujud sebuah konser yang dinamakan “The Grey Concert” untuk menyambut dirilisnya album terbaru Pure Saturday.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lokasi dan persyaratan pra konser tersebut sudah dipenuhi dengan Gedung Kesenian Jakarta sebagai tempat konser dan dirilisnya sebuah album baru yang mengakhiri penantian selama 7 tahun. Dan dikatakan juga, album ini akan menampilkan sebuah Pure Saturday baru.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketika lampu gedung kesenian era kolonial itu digelapkan, ratusan pasang mata penasaran menyaksikan sebuah mata mendelik ke kanan ke kiri di layar video panggung yang sudah gelap, hati berdebar menunggu apa yang akan terjadi diiringi lantunan musik klasik dari Strauss yang memenuhi tata suara gedung tersebut. Lalu satu persatu masuklah keeempat personil Pure Saturday dalam siluet kegelapan panggung, ketika lampu menyala dan video berubah menjadi seekor kuda yang dipacu berlari sekencang angin, Satrio NB sang vokalis muncul. Penonton pun terkejut. Karena 2 hal. Yang pertama adalah ketidakpercayaan akan musik yang dimainkan, lagu pertama berjudul “The Horsemen” itu penuh dengan efek yang menggaung ditambah keagungan permainan kibor, synthesizer Yockie Suryo Prayogo jauh dari irama <em>jingle jangle </em>khas Pure Saturday. Yang kedua adalah penampilan Satrio yang serba hitam, dengan muka dipoles putih seperti seorang artis pantomim.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penampilan Pure Saturday malam itu memang sangat teatrikal di sesi pertama yang khusus membawakan lagu-lagu dari album “Grey” dengan urutan setia seperti yang di album. Menyusul “The Horsemen” adalah “Lighthouse” yang mungkin paling dekat dengan repertoir standar Pure Saturday. Menambah sesi teatrikal sesi pertama itu, Satrio membacakan puisi – puisi di antara lagu-lagu yang dimainkan. Puisinya menghibur, terkadang serius tetapi juga menyentil seperti ujarannya akan krisis idola yang dimiliki negeri ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://supersonicsounds.files.wordpress.com/2012/05/gambir-20120515-01011_aladin_clean.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-875" title="Pure Saturday, live at Gedung Kesenian Jakarta" src="https://supersonicsounds.files.wordpress.com/2012/05/gambir-20120515-01011_aladin_clean.jpg?w=655&h=491" alt="" width="655" height="491" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Starlight” dimainkan dengan dilatarbelakangi tarian balerina yang dengan gemulai mengitari para personil Pure Saturday. Bila ada yang sebelumnya meragukan arah musikalis yang diambil Pure Saturday, setidaknya dalam lagu ini keraguan itu deitampik dengan tempo lagu yang sedang, kemudian memuncak seperti protes sunyi diiringi letupan drum yang berbaris menghentak menuju puncak.</p>
<p>“Passepartout” walaupun bukan seperti lagu biasa yang dimainkan Pure Saturday juga sangat perlu diperhitungkan, bukan tidak mungkin ke depannya lagu ini adalah lagu yang akan diminta untuk dimainkan oleh Pure People dalam setiap konser Pure Saturday. Konser sesi pertama itu ditutup dengan keagungan syahdu “Albatross” yang terbagi dalam 3 bagian, sesaat aroma rock klasik muncul di sana tapi itu semua dipadukan dengan kecerdasan Pure Saturday meramu sebuah lagu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam sesi kedua, Pure Saturday tampil dengan setelan standarnya. Satrio tampil dengan tidak lagi berteatrikal. Lagu yang dimainkan pun merupakan campuran nomor-nomor klasik mereka. Dibuka dengan “Elora” baik Pure Saturday maupun penonton nampak lebih bisa menikmati konser tersebut. Satrio sesekali membaur di antara penonton seperti sebelum menyanyikan “Coklat” bersama Rekti dari The SIGIT.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://supersonicsounds.files.wordpress.com/2012/05/gambir-20120515-01022_sophia_clean.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-876" title="Pure Saturday, live at Gedung Kesenian Jakarta" src="https://supersonicsounds.files.wordpress.com/2012/05/gambir-20120515-01022_sophia_clean.jpg?w=655&h=491" alt="" width="655" height="491" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mendengarkan nomor-nomor seperti “Enough”, “Simple” dan “Desire” dalam suasana seperti itu dan di bawah tempat yang menakjubkan seperti Gedung Kesenian Jakarta memberikan suasana yang sangat intim dalam lagu-lagu tersebut. “Labirin” dibawakan dengan dinyanyikan paduan suara SMA 78 yang membuat berdirinya bulu kuduk. Didengarkan di album, lagu itu sendiri sudah luar biasa, tetapi dinyanyikan dalam konser tersebut, lagu tersebut menjadi sangat epik dan merupakan salah satu pemuncak konser malam itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pure Saturday menutup konser intim sepanjang 2 jam tersebut dengan <em>encore </em>“Kosong” yang dinyanyikan Cholil dari Efek Rumah Kaca, dan sebagai nomor pamungkas mereka membawakan “Buka”. Luar biasa adalah kata yang terlalu sederhana untuk mendeskripsikan konser tersebut. Malam itu penuh dengan kejutan, penuh dengan momen-momen intim yang sangat sempurna yang harus terjadi malam itu di Gedung Kesenian Jakarta. Pure Saturday adalah pionir, dan dengan “Grey” mereka akan meneruskan titel tersebut, tanpa dimakan waktu menuju keabadian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>David Wahyu Hidayat</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/konser/'>Konser</a>, <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/skena-lokal/pure-saturday/'>Pure Saturday</a>, <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/skena-lokal/'>Skena Lokal</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supersonicsounds.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supersonicsounds.wordpress.com/873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supersonicsounds.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supersonicsounds.wordpress.com/873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supersonicsounds.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supersonicsounds.wordpress.com/873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supersonicsounds.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supersonicsounds.wordpress.com/873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supersonicsounds.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supersonicsounds.wordpress.com/873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supersonicsounds.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supersonicsounds.wordpress.com/873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supersonicsounds.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supersonicsounds.wordpress.com/873/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supersonicsounds.wordpress.com&#038;blog=2052065&#038;post=873&#038;subd=supersonicsounds&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supersonicsounds.wordpress.com/2012/05/27/konser-review-pure-saturday-gedung-kesenian-jakarta-15-mei-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7129bcf6aa81ffa257cdef4dfa91b650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">David Wahyu Hidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://supersonicsounds.files.wordpress.com/2012/05/gambir-20120515-01004_hagrid_kryptonite_clean.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pure Saturday, live at Gedung Kesenian Jakarta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://supersonicsounds.files.wordpress.com/2012/05/gambir-20120515-01011_aladin_clean.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pure Saturday, live at Gedung Kesenian Jakarta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://supersonicsounds.files.wordpress.com/2012/05/gambir-20120515-01022_sophia_clean.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pure Saturday, live at Gedung Kesenian Jakarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konser Review: Morrissey &#8211; Tennis Indoor Senayan, 10 Mei 2012</title>
		<link>http://supersonicsounds.wordpress.com/2012/05/27/konser-review-morrissey-tennis-indoor-senayan-10-mei-2012/</link>
		<comments>http://supersonicsounds.wordpress.com/2012/05/27/konser-review-morrissey-tennis-indoor-senayan-10-mei-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 May 2012 04:46:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konser]]></category>
		<category><![CDATA[Morrissey]]></category>
		<category><![CDATA[Skena Internasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supersonicsounds.wordpress.com/?p=868</guid>
		<description><![CDATA[Morrissey Tennis Indoor Senayan 10 Mei 2012   Setlist: How Soon Is Now, You Have Killed Me, You’re The One For Me Fatty, Alma Matters, Black Cloud, When Last I Spoke To Carol, Shoplifters Of The World Unite, Every day Is Like Sunday, I Know It’s Over, First Of The Gang To Die, Meat Is [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supersonicsounds.wordpress.com&#038;blog=2052065&#038;post=868&#038;subd=supersonicsounds&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Morrissey</em></strong></p>
<p><strong><em>Tennis Indoor Senayan</em></strong></p>
<p><strong><em>10 Mei 2012</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Setlist: </em></strong>How Soon Is Now, You Have Killed Me, You’re The One For Me Fatty, Alma Matters, Black Cloud, When Last I Spoke To Carol, Shoplifters Of The World Unite, Every day Is Like Sunday, I Know It’s Over, First Of The Gang To Die, Meat Is Murder, Let Me Kiss You, I’m Throwing My Arms Around Paris, Last Night I Dreamt That Somebody Loved Me, Ouija Board, To Give (The Reason I Live), I Will See You In Far-Off Places, Speedway</p>
<p><em>Encore: </em>Still Ill</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Review:</em></strong></p>
<p><a href="https://supersonicsounds.files.wordpress.com/2012/05/kebayoran-lama-20120510-00953_melissa_clean.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-869" title="Morrissey live in Jakarta, 10 May 2012" src="https://supersonicsounds.files.wordpress.com/2012/05/kebayoran-lama-20120510-00953_melissa_clean.jpg?w=655&h=491" alt="" width="655" height="491" /></a></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Lebih dari satu dekade yang lalu, saya membuat sebuah kesalahan yang saya pikir akan menjadi salah satu blunder terbesar dalam hidup saya. Kesalahan itu adalah menolak ajakan seorang teman untuk menonton Morrissey di Cologne ketika saya masih melanjutkan studi di Jerman.</p>
<p>Seiring dengan jalannya waktu, semakin pula saya menghayati album-album The Smiths satu persatu, lirik Morrissey yang sederhana dan langsung menohok dalam tematik kehidupan sehari-hari adalah pengiring saya menjalani kehidupan jauh dari tanah air, bahkan ketika kembali dan harus berjibaku dengan keadaan serba abu-abu dari pekerjaan dan kehidupan ibukota yang brutal tanpa harapan, lirik-lirik itu kerap kali menumbuhkan sebersit senyum. Atas alasan itulah saya makin menyesali mengapa saya menolak ajakan teman saya waktu itu. Perlahan tapi pasti saya mulai berdamai dengan diri saya sendiri, kalau saya takkan pernah melihat penampilan Morrissey secara langsung.</p>
<p>Tapi di malam 10 Mei 2012 itu semuanya berubah. Di saat kita merasa harapan terkubur, ternyata dia benar-benar berdiri di depan mata saya dan ribuan penonton lainnya di Tennis Indoor Senayan. Dengan didahului oleh klip-klip video pop klasik di antaranya dari Nico dan The New York Dolls, membangun euforia yang sudah tidak lagi tertahankan akan figur seorang Morrissey. Sampai akhirnya layar putih itu terbuka, digantikan muka Oscar Wilde yang menanyakan “Who Is Morrissey?”, tanpa disadari lagi sosok itu sudah berdiri, menyanyikan “How Is Soon Now?”. Histeria memenuhi ruangan, ini adalah kehausan belasan tahun yang akhirnya terbanjiri dengan air bah yang melebih ekspektasi yang pernah ada. Bagi banyak orang ini mungkin bukan hanya sekedar pemenuhan mimpi, tetapi bayangan akan sebuah tempat yang lebih indah dari bumi.</p>
<p>“I did not expect this” ujar Morrissey di awal konser. Begitu juga dengan kita. Mendengarkan “You’re The One For Me Fatty”, “Alma Matters” berturut-turut, lagu-lagu yang menghias hari-hari adolesen yang dengannya terasa begitu berarti dan tidak menguap begitu saja, semuanya terasa sureal, terkadang berpikir apakah hal yang terjadi di depan kita sekarang ini nyata dan benar-benar terjadi? Beberapa orang beruntung yang ingin merasakan bahwa malam itu benar-benar terjadi bahkan ada yang naik ke atas panggung dan memeluk Morrissey, untuk melumerkan kejadian malam itu dari khayalan mereka, dan mensemenkan momen tersebut dalam lini masa kehidupan mereka.</p>
<p>“I Know It’s Over” meluluhkan kembali hati semua orang yang hadir malam itu, sebelum dihempaskan lagi dengan “First Of The Gang To Die” dan pesan obligatoris Morrissey dalam “Meat Is Murder” yang diiringin dengan tampilan video penjagalan ayam dan sapi. Entah berapa orang yang mengkonversi dirinya menjadi vegetarian setelah malam itu.</p>
<p>Keajaiban malam itu harus diakhiri dengan “Still Ill”, melalui intro gitar yang menderu seperti kereta api uap dan ketika Morrissey menyanyikan “England is mine and it owns me a living” kita diperhadapkan pada sebuah kenyataan yang manis bahwa ini semua terlalu indah untuk menjadi kenyataan. Dengan durasi sekitar satu setengah jam, konser itu mungkin nampak terlalu singkat, tetapi tidak pelak lagi satu setengah jam itu akan menggapai keabadian dalam kehidupan kita, dan tidak akan ada yang berani mengambilnya dari kita.</p>
<p><em>David Wahyu Hidayat</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/konser/'>Konser</a>, <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/skena-internasional/morrissey/'>Morrissey</a>, <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/skena-internasional/'>Skena Internasional</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supersonicsounds.wordpress.com/868/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supersonicsounds.wordpress.com/868/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supersonicsounds.wordpress.com/868/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supersonicsounds.wordpress.com/868/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supersonicsounds.wordpress.com/868/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supersonicsounds.wordpress.com/868/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supersonicsounds.wordpress.com/868/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supersonicsounds.wordpress.com/868/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supersonicsounds.wordpress.com/868/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supersonicsounds.wordpress.com/868/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supersonicsounds.wordpress.com/868/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supersonicsounds.wordpress.com/868/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supersonicsounds.wordpress.com/868/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supersonicsounds.wordpress.com/868/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supersonicsounds.wordpress.com&#038;blog=2052065&#038;post=868&#038;subd=supersonicsounds&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supersonicsounds.wordpress.com/2012/05/27/konser-review-morrissey-tennis-indoor-senayan-10-mei-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7129bcf6aa81ffa257cdef4dfa91b650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">David Wahyu Hidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://supersonicsounds.files.wordpress.com/2012/05/kebayoran-lama-20120510-00953_melissa_clean.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Morrissey live in Jakarta, 10 May 2012</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Album Terbaik 2011</title>
		<link>http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/24/10-album-terbaik-2011/</link>
		<comments>http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/24/10-album-terbaik-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 07:46:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Skena Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Skena Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaik 2011]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supersonicsounds.wordpress.com/?p=859</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana kita mengucapkan selamat tinggal kepada serentetan waktu yang telah berlalu. Terlebih ketika waktu tersebut memberikan kita momen-momen yang akan diingat dalam waktu yang lama, selama Matahari masih bersinar di atas kita? Akankah kita tersenyum tanpa henti ketika mengingat saat di mana kebahagiaan itu menoreh di hati kita? Bagaimana dengan kenangan yang menyedihkan, bagaimana kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supersonicsounds.wordpress.com&#038;blog=2052065&#038;post=859&#038;subd=supersonicsounds&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/album2011.png"><img title="Album2011" src="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/album2011.png?w=655&h=259" alt="" width="655" height="259" /></a></p>
<p>Bagaimana kita mengucapkan selamat tinggal kepada serentetan waktu yang telah berlalu. Terlebih ketika waktu tersebut memberikan kita momen-momen yang akan diingat dalam waktu yang lama, selama Matahari masih bersinar di atas kita? Akankah kita tersenyum tanpa henti ketika mengingat saat di mana kebahagiaan itu menoreh di hati kita? Bagaimana dengan kenangan yang menyedihkan, bagaimana kita akan mengingatnya? Akankah kita menyetel musik yang akan membuat kita tenggelam sesaat untuk mengharubiru di dalamnya lalu bangkit untuk beranjak ke sesuatu yang baru?</p>
<p>Tahun 2011 kita mengucapkan selamat tinggal kepada mereka yang meninggalkan kita secara musikalis. Tidak harus mortal seperti Amy Winehouse yang terlalu cepat membawa bakatnya ke dunia lain atau perginya Steve Jobs yang adalah seorang ikon digital yang mengubah cara kita mengkonsumsi informasi dan musik, tetapi juga karena beberapa orang/band memilih untuk menyudahi aksi mereka melukis awan melodi kita. LCD Soundsystem melakukannya dengan sangat gemilang melalui konser perpisahannya di Madison Square Garden New York. Sedangkan REM membubarkan diri mereka, di saat kita hendak mencintai mereka lagi ketika mendengar lagu seperti Überlin.</p>
<p>Tapi tahun ini juga adalah tahun di mana kita boleh merasakan karya-karya yang menandakan kembalinya mereka yang pernah berarti di kehidupan kita secara musikalis. Ada yang melakukannya dengan gempa sesaat, tetapi di akhir tahun kita lupa akan relevansi mereka seperti yang dilakukan The Strokes. Atau jika kita memilih versi yang lebih baik, ada sekumpulan orang yang melakukannya dengan paket yang hampir bisa dibilang hampir menyentuh batas kesempurnaan seperti yang dilakukan Polyester Embassy dengan albumnya Fake/Faker ataupun konser tunggal mereka Silent Yellow Ensemble di bulan Oktober 2011. Namun, kejutan terbesar tahun ini untuk urusan <em>comeback </em>adalah kembalinya The Stone Roses sebagai sebuah band, dengan formasi klasik Reni, Mani, Ian Brown, dan John Squire. Setelah sebelumnya bersumpah tidak akan pernah bersatu kembali dengan nama The Stone Roses, mereka akhirnya meruntuhkan tembok yang tidak dapat ditembus itu. 2012 akan menjadi pembuktian apakah legasi mereka dapat diteruskan melalui musik baru, dan penampilan <em>live</em> mereka.</p>
<p>Semuanya itu, jatuh bangunnya mereka yang kita puja secara musikalis melukiskan bahwa hidup ini sepintar apapun kita ingin menebaknya, tidak ada yang tahu, dan sebelum kita mengetahuinya ia akan menguap dengan cepat. Karena itu selama kita masih dapat melakukan segala sesuatunya, yang kita harus lakukan hanyalah menikmati hidup ini sebaik mungkin yang dapat kita lakukan. Selamat menikmati cerahnya tahun 2012.</p>
<p><em>David Wahyu Hidayat</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-myloxyloto2.jpg"><img title="220px-Myloxyloto" src="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-myloxyloto2.jpg?w=150&h=150" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p><strong><em>10. Mylo Xyloto – Coldplay</em></strong></p>
<p>Kembali di bawah panduan Brian Eno, “Mylo Xyloto” adalah album di mana Coldplay mengerahkan seluruh kemampuan bermusik mereka selama 1 dekade terakhir. Di dalam album ini, irama R ‘n’ B, gaung <em>riff</em> gitar tandatangan Coldplay dan suara falsetto Chris Martin bersatu menghasilkan sebuah album yang sudah selayaknya dicintai semua kalangan. Ini adalah album di mana 4 orang yang hanya bermimpi agar bandnya mempunyai kontrak rekaman, menaklukkan dunia dengan instrumen <em>poptunist</em> terbaik yang pernah kita dengar di abad 21. Sangat menarik, menunggu apa yang akan mereka lakukan setelah ini.</p>
<p><em>Lagu esensial: Charlie Brown, Major Minus, Us Against The World</em></p>
<p><em>Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “Mylo Xyloto”, silahkan klik tautan berikut ini: <a href="http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/17/album-review-coldplay-mylo-xyloto/">http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/17/album-review-coldplay-mylo-xyloto/</a></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-the_king_of_limbs.jpg"><img title="220px-The_king_of_limbs" src="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-the_king_of_limbs.jpg?w=150&h=150" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p><strong><em>09. The Kings Of Limbs – Radiohead</em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong>Dirilis dengan pemberitahuan yang teramat singkat dan instan, “The Kings Of Limbs” adalah album Radiohead yang mempertahankan kecerdasan bermusik mereka. Di satu sisi dengan rangkaian <em>blips</em> elektronika membuat kita ingin melakukan tarian rasuk digital seperti pada “Lotus Flowers”, di sisi lain kita dicengangkan dengan suara majestik Thom Yorke seperti pada “Give Up The Ghost”. Walaupun hanya berisikan 8 lagu, namun album ini seperti juga rilisan Radiohead sebelum-belumnya merupakan sesuatu yang substansial yang tidak dapat dilewatkan begitu saja tahun ini.</p>
<p><em>Lagu esensial: Lotus Flowers, Separator, Give Up The Ghost</em></p>
<p><em>Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “The Kings Of Limbs”, silahkan klik tautan berikut ini: <a href="http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/02/23/album-review-radiohead-the-king-of-limbs/">http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/02/23/album-review-radiohead-the-king-of-limbs/</a></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em> </em></p>
<p><a href="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/noelgallagherhighflyingbirds1.jpg"><img title="Noelgallagherhighflyingbirds" src="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/noelgallagherhighflyingbirds1.jpg?w=150&h=150" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p><strong><em>08. Noel Gallagher’s High Flying Birds &#8211; Noel Gallagher’s High Flying Birds</em></strong></p>
<p>Walaupun banyak lagu di album ini yang sudah dapat diprediksi akan terdengar seperti apa, namun kehadiran kembali Noel Gallagher adalah sebuah kelas tersendiri untuk pecinta musik Britania Raya. Dengan nomor klasik baru seperti “If I Had A Gun”, dan eksplorasi lantai dansa dengan dentingan piano pada “AKA..What A Life” dan trumpet ala New Orleans di “The Death Of You And Me”, Noel memberikan dirinya relevan di peta musik saat ini. Lalu dengan menghantarkan lagu yang sudah lama tertunda rilisnya “(I Wanna Live In A Dream In My) Record Machine” yang menyentuh kembali keintiman sebuah stadion, membuat debut album ini sebuah klasik Noel Gallagher yang kita rindukan sejak bubarnya Oasis.</p>
<p><em>Lagu esensial: If I Had A Gun, (I Wanna Live In A Dream In My) Record Machine, The Death Of You And Me</em></p>
<p><em>Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “Noel Gallagher’s High Flying Birds”, silahkan klik tautan berikut ini: <a href="http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/17/album-review-noel-gallaghers-high-flying-birds-noel-gallaghers-high-flying-birds/">http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/17/album-review-noel-gallaghers-high-flying-birds-noel-gallaghers-high-flying-birds/</a></em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><a href="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/different_gear_still_speeding.jpg"><img title="Different_Gear,_Still_Speeding" src="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/different_gear_still_speeding.jpg?w=150&h=150" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p><strong><em>07. Different Gear, Still Speeding &#8211; Beady Eye</em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong>Liam Gallagher adalah seorang rockstar, dan aura itulah yang ia bangun lewat Beady Eye yang diisi personil Oasis formasi terakhir minus Noel. Beady Eye adalah band yang berbeda dengan Oasis. Di album ini, Gem &amp; Andy lebih berani mengeksplorasi lagu yang pada jaman Oasis belum tentu dapat dimainkan. Buktinya dapat kita dengar pada “Four Letter Word” yang James Bond-eske, “Millionaire” yang <em>jingle-jangle</em>, dan “The Beat Goes On” yang sangat mengedepankan unsur pop. Jika hal ini terus mereka pertahankan, bukan tidak mungkin kelak, Noel Gallagher akan mengiba untuk bergabung kembali dengan band ini.</p>
<p><em>Lagu esensial: Four Letter Word, Wigwam, The Beat Goes On</em></p>
<p><em>Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “Different Gear, Still Speeding”, silahkan klik tautan berikut ini: <a href="http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/03/27/album-review-beady-eye-different-gear-still-speeding/">http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/03/27/album-review-beady-eye-different-gear-still-speeding/</a></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/the-sand-band.jpg"><img title="The Sand Band" src="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/the-sand-band.jpg?w=150&h=150" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p><strong><em>06. All Through The Night &#8211; The Sand Band</em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong>“All Through The Night” dari The Sand Band, adalah album fajar sebuah hari yang sangat sempurna. Meski direkam dengan sangat sederhana oleh rekaman <em>8 track</em>, namun hasilnya adalah suasana sebuah pagi yang masih perawan dengan <em>slide</em> gitar yang menghantui, suara <em>reverb</em> kental yang mengisi kekosongan pagi dan keindahan menyambut hari melalui lantunan melodi yang memilukan namun mengibaskan segala cemas.</p>
<p><em>Lagu esensial: Set Me Free, Open Your Wings/Interlude, To Be Where You Are</em></p>
<p><em>Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “All Through The Night”, silahkan klik tautan berikut ini: <a href="http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/14/album-review-the-sand-band-all-through-the-night/">http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/14/album-review-the-sand-band-all-through-the-night/</a></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-the_black_keys_el_camino_album_cover1.jpg"><img title="220px-The_Black_Keys_El_Camino_Album_Cover" src="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-the_black_keys_el_camino_album_cover1.jpg?w=150&h=150" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p><strong><em>05. El Camino – The Black Keys</em></strong><em></em></p>
<p><strong><em></em></strong>Duo garage rock/blues yang paling keras bekerja selama 10 tahun terakhir ini, dan akhirnya membuahkan 3 Grammy dan penghasilan sebanyak 2 juta Dollar, boleh berpesta merayakan kemenangannya melalui album “El Camino” ini. Karena di album ini kita akan kembali menemukan bahwa nomor akustik dan solo gitar blues dahsyat dapat kembali berpadu dalam “Little Black Submarine”, bersiul penuh keriangan diiringi “Nova Baby” dan berdansa sekonyol mungkin dengan “Lonely Boy” di latar belakang. Ini adalah kemenangan para pecundang yang sebelumnya tidak pernah diperhitungkan.</p>
<p><em>Lagu esensial: Lonely Boy, Litlle Black Submarine, Nova Baby</em></p>
<p><em>Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “El Camino”, silahkan klik tautan berikut ini: <a href="http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/17/album-review-the-black-keys-el-camino/">http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/17/album-review-the-black-keys-el-camino/</a></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-velociraptor1.jpg"><img title="220px-Velociraptor!" src="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-velociraptor1.jpg?w=150&h=150" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p><strong><em>04. Velociraptor – Kasabian</em></strong></p>
<p>Melalui album ini Kasabian mendefinisikan baru arti sebuah indie gitar album. Sebuah album rock gitar tidak hanya melulu petikan-petikan solid ala Johnny Marr atau solo gitar pentatonik membosankan. Sebuah gitar album dapat juga dipadukan dengan sangat gemilangnya dengan irama hiphop seperti dalam “Days Are Forgotten” ataupun keanehan unik sebuah suara dalam “Switchblade Smiles” di mana suara gitar beradu dahsyat dengan suara synthesizer dan suara teriakan psikedelik. Album ini adalah waktu Kasabian untuk menjadi yang terbesar di Britania Raya.</p>
<p><em>Lagu esensial: Days Are Forgotten, Goodbye Kiss, Re-Wired</em></p>
<p><em>Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “Velociraptor”, silahkan klik tautan berikut ini: <a href="http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/14/album-review-kasabian-velociraptor/">http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/14/album-review-kasabian-velociraptor/</a></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em> </em></p>
<p><a href="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-suckitandsee.jpg"><img title="220px-Suckitandsee" src="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-suckitandsee.jpg?w=150&h=150" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p><strong><em>03. Suck It And See &#8211; Arctic Monkeys</em></strong></p>
<p>Dengan kengerian yang luar biasa, Arctic Monkeys tidak pernah berhenti untuk mematangkan dirinya sebagai sebuah band. Jika dalam “Humbug” mereka mencobai suara rock yang kasar dan berat, di album ini mereka memadukannya dengan suara retro 60-an yang sangat melodius seperti dalam “The Hellcat Spangled Shalala”. Atau dengar saja “Reckless Serenade” yang permainannya basnya sangat menggelitik kita untuk berdansa dengan sinar Matahari yang selalu kita rasakan setiap pagi. Apapun yang dikatakan orang, Arctic Monkeys selalu berada di dunia mereka sendiri, dan apapun yang diragukan orang terhadap band ini, dengan keunikan yang luar biasa, mereka selalu berhasil dan di situlah letak kemagisan Arctic Monkeys.</p>
<p><em>Lagu esensial: The Hellcat Spangled Shalala, That’s Where You’re Wrong, Don’t Sit Down ‘Cause I’ve Moved Your Chair</em></p>
<p><em>Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “Suck It And See”, silahkan klik tautan berikut ini: <a href="http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/08/14/album-review-arctic-monkeys-suck-it-and-see/">http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/08/14/album-review-arctic-monkeys-suck-it-and-see/</a></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em> </em></p>
<p><a href="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-colour_of_the_trap_cover.png"><img title="220px-Colour_of_the_Trap_cover" src="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-colour_of_the_trap_cover.png?w=150&h=150" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p><strong><em>02. Colour Of The Night &#8211; Miles Kane</em></strong></p>
<p>Adalah sebuah kenikmatan mendengarkan “Colour Of The Night” dari Miles Kane. Seperti menelan kapsul yang menidurkan kita dan membawa kita kembali ke pertengahan dekade 60-an, di mana London dipenuhi dengan <em>dandy</em> hedonis dan <em>chic</em> modis beraroma memabukkan. Melodi ditumpuk di atas melodi dalam lagu-lagu seperti “Inhaler”, “Come Closer” dan “Rearrange”. Ini adalah album yang memiliki jiwa, dan kita pun akan dengan senang hati selalu berdansa bersamanya.</p>
<p><em>Lagu esensial: Inhaler, Come Closer, Rearrange</em></p>
<p><em>Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “Colour Of The Night”, silahkan klik tautan berikut ini: <a href="http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/08/01/album-review-miles-kane-colour-of-the-trap/">http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/08/01/album-review-miles-kane-colour-of-the-trap/</a></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em> </em></p>
<p><a href="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/polyester-embassy-fakefaker.jpg"><img title="polyester embassy - fakefaker" src="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/polyester-embassy-fakefaker.jpg?w=148&h=150" alt="" width="148" height="150" /></a></p>
<p><strong><em>01. Fake/Faker &#8211; Polyester Embassy</em></strong></p>
<p>Diawali dengan hempasan akselerasi rock di “Air”, psikedelia space rock di “Space Travel Rock ‘n’ Roll” sentuhan musik alternatif dalam format terbaiknya di “Later On”, dan keambisiusan “Fake/Faker”; Kita akan dengan cepat menyadari bahwa tidak ada album yang lebih baik dari album ini di tahun 2011. Siapapun yang menyaksikan konser Silent Yellow Ensemble pada 01 Oktober 2011 silam, akan sepakat bila apa yang mereka sajikan di rekaman dapat dihidupkan dengan sepadan di penampilan live-nya, mungkin bahkan setahap lebih di atas. Polyester Embassy memberikan harapan dan kebanggan akan skena musik di negeri ini. Untuk itu sudah selayaknya mereka diberikan pengakuan ini: Definitif pengalaman sonik nomor satu 2011.</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><em>Lagu esensial: Later On, Fake/Faker, Space Travel Rock ‘n’ Roll</em></p>
<p><em>Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “Fake/Faker”, silahkan klik tautan berikut ini: <a href="http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/05/14/album-review-polyester-embassy-fakefaker/">http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/05/14/album-review-polyester-embassy-fakefaker/</a></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Untuk membaca 20 lagu terbaik 2011 pilihan musik blog ini, silahkan klik tautan berikut ini: <a href="http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/24/20-lagu-terbaik-2011/">http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/24/20-lagu-terbaik-2011/</a></em></p>
<br />Filed under: <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/skena-internasional/'>Skena Internasional</a>, <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/skena-lokal/'>Skena Lokal</a>, <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/terbaik-2011/'>Terbaik 2011</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supersonicsounds.wordpress.com/859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supersonicsounds.wordpress.com/859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supersonicsounds.wordpress.com/859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supersonicsounds.wordpress.com/859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supersonicsounds.wordpress.com/859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supersonicsounds.wordpress.com/859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supersonicsounds.wordpress.com/859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supersonicsounds.wordpress.com/859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supersonicsounds.wordpress.com/859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supersonicsounds.wordpress.com/859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supersonicsounds.wordpress.com/859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supersonicsounds.wordpress.com/859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supersonicsounds.wordpress.com/859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supersonicsounds.wordpress.com/859/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supersonicsounds.wordpress.com&#038;blog=2052065&#038;post=859&#038;subd=supersonicsounds&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/24/10-album-terbaik-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7129bcf6aa81ffa257cdef4dfa91b650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">David Wahyu Hidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/album2011.png" medium="image">
			<media:title type="html">Album2011</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-myloxyloto2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">220px-Myloxyloto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-the_king_of_limbs.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">220px-The_king_of_limbs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/noelgallagherhighflyingbirds1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Noelgallagherhighflyingbirds</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/different_gear_still_speeding.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Different_Gear,_Still_Speeding</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/the-sand-band.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">The Sand Band</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-the_black_keys_el_camino_album_cover1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">220px-The_Black_Keys_El_Camino_Album_Cover</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-velociraptor1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">220px-Velociraptor!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-suckitandsee.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">220px-Suckitandsee</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-colour_of_the_trap_cover.png?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">220px-Colour_of_the_Trap_cover</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/polyester-embassy-fakefaker.jpg?w=148" medium="image">
			<media:title type="html">polyester embassy - fakefaker</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>20 Lagu Terbaik 2011</title>
		<link>http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/24/20-lagu-terbaik-2011/</link>
		<comments>http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/24/20-lagu-terbaik-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 00:29:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Skena Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Skena Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaik 2011]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supersonicsounds.wordpress.com/?p=822</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana kita mengucapkan selamat tinggal kepada serentetan waktu yang telah berlalu. Terlebih ketika waktu tersebut memberikan kita momen-momen yang akan diingat dalam waktu yang lama, selama Matahari masih bersinar di atas kita? Akankah kita tersenyum tanpa henti ketika mengingat saat di mana kebahagiaan itu menoreh di hati kita? Bagaimana dengan kenangan yang menyedihkan, bagaimana kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supersonicsounds.wordpress.com&#038;blog=2052065&#038;post=822&#038;subd=supersonicsounds&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/tracks2011.png"><img class="alignnone size-full wp-image-826" title="Tracks2011" src="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/tracks2011.png?w=655" alt=""   /></a></p>
<p>Bagaimana kita mengucapkan selamat tinggal kepada serentetan waktu yang telah berlalu. Terlebih ketika waktu tersebut memberikan kita momen-momen yang akan diingat dalam waktu yang lama, selama Matahari masih bersinar di atas kita? Akankah kita tersenyum tanpa henti ketika mengingat saat di mana kebahagiaan itu menoreh di hati kita? Bagaimana dengan kenangan yang menyedihkan, bagaimana kita akan mengingatnya? Akankah kita menyetel musik yang akan membuat kita tenggelam sesaat untuk mengharubiru di dalamnya lalu bangkit untuk beranjak ke sesuatu yang baru?</p>
<p>Tahun 2011 kita mengucapkan selamat tinggal kepada mereka yang meninggalkan kita secara musikalis. Tidak harus mortal seperti Amy Winehouse yang terlalu cepat membawa bakatnya ke dunia lain atau perginya Steve Jobs yang adalah seorang ikon digital yang mengubah cara kita mengkonsumsi informasi dan musik, tetapi juga karena beberapa orang/band memilih untuk menyudahi aksi mereka melukis awan melodi kita. LCD Soundsystem melakukannya dengan sangat gemilang melalui konser perpisahannya di Madison Square Garden New York. Sedangkan REM membubarkan diri mereka, di saat kita hendak mencintai mereka lagi ketika mendengar lagu seperti Überlin.</p>
<p>Tapi tahun ini juga adalah tahun di mana kita boleh merasakan karya-karya yang menandakan kembalinya mereka yang pernah berarti di kehidupan kita secara musikalis. Ada yang melakukannya dengan gempa sesaat, tetapi di akhir tahun kita lupa akan relevansi mereka seperti yang dilakukan The Strokes. Atau jika kita memilih versi yang lebih baik, ada sekumpulan orang yang melakukannya dengan paket yang hampir bisa dibilang hampir menyentuh batas kesempurnaan seperti yang dilakukan Polyester Embassy dengan albumnya Fake/Faker ataupun konser tunggal mereka Silent Yellow Ensemble di bulan Oktober 2011. Namun, kejutan terbesar tahun ini untuk urusan <em>comeback </em>adalah kembalinya The Stone Roses sebagai sebuah band, dengan formasi klasik Reni, Mani, Ian Brown, dan John Squire. Setelah sebelumnya bersumpah tidak akan pernah bersatu kembali dengan nama The Stone Roses, mereka akhirnya meruntuhkan tembok yang tidak dapat ditembus itu. 2012 akan menjadi pembuktian apakah legasi mereka dapat diteruskan melalui musik baru, dan penampilan <em>live</em> mereka.</p>
<p>Semuanya itu, jatuh bangunnya mereka yang kita puja secara musikalis melukiskan bahwa hidup ini sepintar apapun kita ingin menebaknya, tidak ada yang tahu, dan sebelum kita mengetahuinya ia akan menguap dengan cepat. Karena itu selama kita masih dapat melakukan segala sesuatunya, yang kita harus lakukan hanyalah menikmati hidup ini sebaik mungkin yang dapat kita lakukan. Selamat menikmati cerahnya tahun 2012.</p>
<p><em>David Wahyu Hidayat</em></p>
<p><strong><em>20. Karena Kamu Cuma Satu – Naif</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong>Kalian boleh mengatakan lagu ini gombal tingkat tinggi, tetapi melodi klasik yang ada di lagu ini tidak dapat berbohong. Ia lebih jujur daripada segala keplastikan lagu cinta lokal lainnya yang berseliweran di negara ini, dan kadar pop tingkat tinggi yang ada di dalamnya tidak dapat dipungkiri. Ini adalah lagu pernyataan cinta terbaik tahun ini, terserah kalian mau mengakuinya atau tidak.</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='560' height='315' src='http://www.youtube.com/embed/4b_vu1N2JZY?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><strong><em>19. Money – The Drums</em></strong></p>
<p>Jonathan Pierce masih melanjutkan bergoyang seperti Ian Curtis di depan mikrofon dan melengking seperti Morrissey ketika menyanyikan lagu ini. Ah, lagu indie tidak pernah seindah ini rasanya, kalau saja dunia pop ini hanya dipenuhi lagu seperti ini, dan tidak ada lagu lainnya, maka tidak peduli ada uang atau tidak, kita semua akan mati bahagia.</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='560' height='315' src='http://www.youtube.com/embed/IqYgNiZdfh4?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><strong><em>18. Überlin – REM</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong>Tepat di saat kita ingin mencintai kembali REM melalui lagu ini, karena melodinya yang menyuarakan hangatnya matahari dan optimisnya musim panas; mereka membubarkan dirinya. Tapi mungkin itu adalah yang harus mereka lakukan, dan lagu ini adalah salah satu relik REM yang akan mengatakan betapa hebatnya band ini.</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='560' height='315' src='http://www.youtube.com/embed/ZITh-XIikgI?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><strong><em>17. Under Cover Of Darkness – The Strokes</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong>Apa yang terjadi sebenarnya dengan The Strokes? Ketika lagu ini dirilis sebagai <em>teaser</em> “Angles” yang menandakan kembalinya mereka setelah 5 tahun hiatus, yang ada hanyalah teriakan HURRA tiada habisnya. Karena lagu ini adalah bukti nyata kenapa kita mencintai The Strokes, permainan gitar sederhana tetapi menggaet kita untuk selalu menggumamkannya di mana pun kita berada, nyanyian agresif Julian yang membawa kita selalu berada dalam kebanggaan masa muda yang tak pernah habis, arah lagu yang tiba-tiba berubah ketika Nick melakukan solo. Semuanya ada di sini. Tapi “Angles” dirilis, dan kita pun kembali ke kondisi 5 tahun yang lalu. Album yang dilempar tersebut adalah pameran kebanggaan sebuah ego yang kosong tanpa arti untuk mempertahankan disintegrasi yang tidak bisa lagi dicegah.</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='560' height='315' src='http://www.youtube.com/embed/_l09H-3zzgA?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><strong><em>16. Perak – The Brandals</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong>Apakah ini akselerasi rock ala Primal Scream? Apakah ini <em>blitzkrieg pop </em>? Bukan. Ini adalah band kebanggaan Jakarta Timur, dan kita semua boleh berbangga mengukir tato baru di badan kita bertuliskan BRNDLS.</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='560' height='315' src='http://www.youtube.com/embed/SctmFQbBuIU?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><strong><em>15. Stuck On The Puzzle – Alex Turner</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong>Alex Turner adalah seorang penyair. Suaranya menyuarakan ketenangan, melodi yang ia mainkan menyentuh melankoli yang kita tidak pernah tahu pernah ada di hati kita. 6 lagu yang ia buat dan mainkan untuk mengisi OST “Submarine” adalah untaian nada penenang yang akan selalu membuai kita ketika kita kesulitan untuk kembali kepada keindahan mimpi yang pernah kita miliki.</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='560' height='315' src='http://www.youtube.com/embed/K0YEVNacmtw?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><strong><em>14. Zum Laichen Und Sterben Ziehen Die Lachse Den Fluss Hinauf – Thees Uhlmann</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong>Apa jadinya sebuah hari tanpa Thees Uhlmann? Manusia multi talenta ini: Vokalis/gitaris sebuah band Indie papan atas Jerman, penulis musik, pemilik label rekaman indie; selalu punya cara untuk mengungkapkan hal-hal sederhana menjadi sesuatu yang paling indah dalam kehidupan. Kali ini ia bercerita tentang hidupnya, tentang hidup di daerah suburban, tentang tumbuh besar di era perang dingin, tentang kecintaannya terhadap sebuah klub sepakbola. Semuanya sederhana, tetapi seperti suasana optimis dalam lagu ini, ia berhasil mengubahnya menjadi sesuatu yang sangat spesial, dan lihat di akhir hari, ia kembali menyelamatkan kita dari penatnya kehidupan.</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='560' height='315' src='http://www.youtube.com/embed/GwwaYX1oG6g?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><strong><em>13. The Day When Everything Around Us Fall Asleep And We Do Remember How To Awake – L’alphalpha</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong>Pernah merasakan kita terbangun, dan kehilangan segalanya? Kita kehilangan pekerjaan kita, kita kehilangan hal-hal yang kita percayai ataupun kehilangan orang-orang yang kita cintai? Lagu ini mengingatkan kita dengan sangat indahnya, terlebih ketika piano itu berdenting tanpa henti, seperti hendak berkata kepada kita; segala sesuatu akan berubah, dan untuk hal itu kita patut berbahagia dan merayakan kehidupan lebih lanjut.</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='560' height='315' src='http://www.youtube.com/embed/-48BmvOppko?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><strong><em>12. Get In Your Mind – The Milo</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong>Lagu ini sangat merasuki. Di kala benak sedang steril tidak dapat ditembus dan merasakan kehampaan, lagu itu menari-nari dengan sendirinya di benak kita, dengan gaungan gitar yang bersahut-sahutan dan suara falseto seperti seorang malaikat yang sedang memanggil kita, The Milo masuk memasuki pikiran kita menghapuskan segala keresahan kita.</p>
<p><strong><em>11. Neat Little Rows – Elbow</em></strong></p>
<p>Elit Manchester. Apakah Elbow sudah berhasil menembus lingkaran eksklusif tersebut? Yang namanya akan dibicarakan orang bertahun-tahun setelah band mereka bubar, seperti orang membicarakan Joy Division, The Smiths, The Stone Roses dan Oasis? Tidak akan ada yang tahu akan seperti apa nantinya, yang jelas lagu ini adalah langkah pasti Elbow memasuki lingkaran tersebut.</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='560' height='315' src='http://www.youtube.com/embed/vgcrtHmG8qk?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><strong><em>10. Charlie Brown – Coldplay</em></strong></p>
<p><em>Enoxification</em> dalam stadion rock. Inilah Coldplay dalam penampilan terbaik mereka. Ketajaman gitar Jonny Buckland dan suara Chris Martin yang menggembirakan sanubari seperti layaknya kita sedang melompat di atas awan. Dan kita melihat kembang api di atas sana. Brilian.</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='560' height='315' src='http://www.youtube.com/embed/aq-7UBc3BPk?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><strong><em>09. Lotus Flower &#8211; Radiohead   </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong>Lupakan sejenak Thom Yorke yang berdansa dengan asyik di video lagu ini. Tajamkan telinga kalian, rasakan <em>beat </em>yang diiringi tepukan tangan tersebut, rasakan sampai kalian melupakan apa yang ada di sekeliling kalian, dengarkan Thom yang menyanyi dengan agung di lagu ini. Sungguh, Radiohead selalu sukses menempatkan musik di atas segalanya, dan mendefinisikan baru diri mereka. Kembali rasakan <em>beat</em> itu, dan dengan sendirinya kita akan ikut berdansa dengan Thom.</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='560' height='315' src='http://www.youtube.com/embed/cfOa1a8hYP8?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><strong><em>08. If I Had A Gun – Noel Gallagher’s High Flying Band</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong>Waktu Oasis bubar, mungkin kita sempat cemas dan bertanya siapa lagi yang dapat menyanyikan sebuah lagu melankoli berlirik sarkasme yang tiba-tiba dapat mencerahkan hari? Untungnya Noel Gallagher memutuskan untuk keluar dari hiatusnya dan memberikan lagu ini untuk kita semua. Akhirnya hari-hari mendung itu tidaklah segelap yang kita pikirkan karena pada akhirnya Matahari akan bersinar untuk kita semua, diiringi oleh lagu seorang Noel Gallagher.</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='560' height='315' src='http://www.youtube.com/embed/ZthGUTLNXeo?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><strong><em>07. Set Me Free – The Sand Band</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong>Lagu sepanjang 02:49 ini adalah satu-satunya yang kita butuhkan untuk menerobos kekelaman malam yang terlalu sendu. Dengan slide gitar yang menghantui dan suara vokal yang parau dari David McDonnell, lagu ini akan membebaskan kita dari semua kepiluan malam.</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='560' height='315' src='http://www.youtube.com/embed/kret_T1nv20?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><strong><em>06. Lonely Boy – The Black Keys</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong>Di arus utama, kita mungkin sudah penat dengan segala macam jenis dansa kolektif sebuah <em>anthem</em> pesta. Beruntung untuk kita yang setia berdiri di luar arus utama, Tuhan memberikan kita The Black Keys, duo garage/blues yang paling keras bekerja selama 1 dekade terakhir dan akhirnya memberikan jawaban dengan mempersembahkan dansa kolektif indie paling mencengangkan tahun ini dan menginspirasikan ribuan orang untuk mendedikasikan video di youtube sebagai tribut terhadapa lagu ini.</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='560' height='315' src='http://www.youtube.com/embed/a_426RiwST8?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><strong><em>05. The Hellcat Spangled Shalala – Arctic Monkeys</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong>Melodi gitar yang renyah penuh dengan <em>reverb </em>itu mengawali lagu ini, seperti hangatnya sinar Matahari mengawali sebuah musim panas. Semuanya terasa nyaman dan tidak ada yang perlu dikuatirkan. Seperti gambaran hari-hari di mana semuanya berjalan dengan semestinya pada tempatnya masing-masing, diiringi dengan kentalnya aroma melodi musik 60-an yang dibawakan penuh perasaan oleh Arctic Monkeys.</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='560' height='315' src='http://www.youtube.com/embed/auJ4bpMJaxo?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><strong><em>04. Four Letter Word – Beady Eye</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Lagu ini adalah alasan mengapa kita harus menyukai Beady Eye. Liam Gallagher seperti menemukan kembali performa terbaiknya di lagu ini, menyerang seperti Tyson pada puncaknya, diiringi dengan musik James Bond-eske yang dipadukan dengan solo gitar Gem Archer yang tidak pernah didengar dalam musik Oasis setelah “Bring It on Down”. Setelah mendengar lagu ini, masihkah kita bertanya apakah kita masih membutuhkan Oasis saat ini? Tidak untuk saat ini.</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='560' height='315' src='http://www.youtube.com/embed/DkU_rAzdlKk?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><strong><em>03. Days Are Forgotten – Kasabian</em></strong></p>
<p>Jika Kasabian suatu waktu akan merilis kumpulan hits mereka, tidak pelak lagi lagu ini akan masuk sebagai salah satu yang terbesar. Menggabungkan elemen hiphop dan indie rock dari sisi terbaiknya dengan sangat cerdas, lagu ini mendobrak batasan gitar rock mensemenkan posisi Kasabian sebagai salah satu band terbaik Britania Raya saat ini.</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='560' height='315' src='http://www.youtube.com/embed/pBsQVP-Olmw?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><strong><em>02. Later On – Polyester Embassy</em></strong></p>
<p>Sulit untuk memilih satu lagu yang paling baik dari album Fake/Faker, karena album itu dipenuhi oleh lagu-lagu yang sangat handal. Namun jika diharuskan untuk memilih satu, maka pilihannya akan jatuh kepada “Later On”. Lagu ini adalah gambaran kematangan Polyester Embassy, dimulai dari intro bass yang melodik tersebut, <em>verse </em>yang bercumbu dengan kemanisan musik pop, sampai dentingan suara piano di <em>coda; </em>semua unsur-unsurnya tergabung menjadikannya lagu pamungkas hebat dari album dasyhat sebuah band alternatif terbaik yang pernah muncul negara ini.</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='420' height='315' src='http://www.youtube.com/embed/CW2jbYnQjRY?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><strong><em>01. Inhaler – Miles Kane</em></strong></p>
<p>Segala sesuatu yang melekat pada Miles Kane seperti tidak berasal dari masa sekarang, dan itu adalah hal terbaik pada dirinya. Walaupun kental dengan suara retro yang ia mainkan, “Inhaler” mendefinisikan baru teriakan “YEAH..YEAH..YEAH” dan <em>laddism, </em>dibawakan oleh seorang <em>dandy</em> hedonis yang tidak peduli dengan apapun, kecuali keluaran suara gitar dari amplinya.</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='560' height='315' src='http://www.youtube.com/embed/5ArKce0jgjc?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><em>Mixtape 20 lagu di atas dapat didengarkan di tautan berikut ini:</em></p>
<p><a href="http://8tracks.com/supersonicsounds/supersonicsounds-best-tracks-of-2011">http://8tracks.com/supersonicsounds/supersonicsounds-best-tracks-of-2011</a></p>
<p><em>Untuk membaca 10 album terbaik 2011 pilihan musik blog ini, silahkan klik tautan berikut ini: <a href="http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/24/10-album-terbaik-2011/">http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/24/10-album-terbaik-2011/</a></em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/skena-internasional/'>Skena Internasional</a>, <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/skena-lokal/'>Skena Lokal</a>, <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/terbaik-2011/'>Terbaik 2011</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supersonicsounds.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supersonicsounds.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supersonicsounds.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supersonicsounds.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supersonicsounds.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supersonicsounds.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supersonicsounds.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supersonicsounds.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supersonicsounds.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supersonicsounds.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supersonicsounds.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supersonicsounds.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supersonicsounds.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supersonicsounds.wordpress.com/822/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supersonicsounds.wordpress.com&#038;blog=2052065&#038;post=822&#038;subd=supersonicsounds&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/24/20-lagu-terbaik-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7129bcf6aa81ffa257cdef4dfa91b650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">David Wahyu Hidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/tracks2011.png" medium="image">
			<media:title type="html">Tracks2011</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Album Review: The Black Keys &#8211; El Camino</title>
		<link>http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/17/album-review-the-black-keys-el-camino/</link>
		<comments>http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/17/album-review-the-black-keys-el-camino/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 12:48:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Skena Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[The Black Keys]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supersonicsounds.wordpress.com/?p=814</guid>
		<description><![CDATA[The Black Keys El Camino Nonesuch &#8211; 2011   Sejujurnya saya tidak pernah menyukai band 2 orang dengan komposisi gitar &#38; drum (baca: The White Stripes). Tapi semua itu berubah ketika saya menemukan The Black Keys untuk diri saya sendiri tahun lalu. Dengan segala respek yang saya miliki untuk Jack White sebagai seorang gitaris dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supersonicsounds.wordpress.com&#038;blog=2052065&#038;post=814&#038;subd=supersonicsounds&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-the_black_keys_el_camino_album_cover.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-815" title="220px-The_Black_Keys_El_Camino_Album_Cover" src="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-the_black_keys_el_camino_album_cover.jpg?w=150&h=150" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p><strong><em>The Black Keys</em></strong></p>
<p><strong><em>El Camino</em></strong></p>
<p><strong><em>Nonesuch &#8211; 2011</em></strong></p>
<p><em> </em></p>
<p>Sejujurnya saya tidak pernah menyukai band 2 orang dengan komposisi gitar &amp; drum (baca: The White Stripes). Tapi semua itu berubah ketika saya menemukan The Black Keys untuk diri saya sendiri tahun lalu. Dengan segala respek yang saya miliki untuk Jack White sebagai seorang gitaris dan penulis lagu; dan ia benar-benar seorang yang sangat handal dalam bidangnya tersebut; saya tidak pernah menyukai band merah putih tersebut. Memang beberapa lagu mereka brilian, tetapi sebagai satu kesatuan paket, mereka tidak pernah cukup berbicara kepada saya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berbeda halnya dengan The Black Keys. Sejak pertama kali mendengarkan “Tighten Up” saya selalu merasa ada sesuatu yang mencengangkan pada band ini. Mungkin penampilan mereka yang seperti pecundang dan berada di luar lingkaran definisi <em>coolness </em>yang membuat mereka memiliki daya tarik sendiri. Berbeda dengan Meg &amp; Jack White yang sejak awal selalu berpenampilan seperti dewi-dewa blues/garage rock.</p>
<p><em> </em></p>
<p>Tapi meskipun begitu, The Black Keys berbicara melalui musik mereka, dan “El Camino” adalah sebuah album yang luar biasa mengagumkan. Diawali dengan “Lonely Boy” dengan intro tekanan gitar yang kasar dan drum mendentum yang tiba-tiba berubah menjadi ajakan untuk turun ke lantai dansa, dan ketika suara parau Dan Auerbach menyuarakan optimisme waktu menyanyikan “Oooww..wooo..Ooo&#8230;oowww&#8230;I got the love that keeps me waiting” sudah sangat jelas detik saya mendengar lagu itu, adalah momen di mana saya menemukan sebuah indie <em>anthem</em> ultimatif tahun ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dipenuhi dengan suara tepuk tangan dan <em>xylophone</em> “Dead And Gone” adalah karya <em>soul</em> hebat yang menghiasi album ini. “Little Black Submarine” diawali dengan hanya petikan gitar akustik dan suara Auerbach, nyaris terdengar seperti balada, sebelum distorsi gitar dengan sentuhan blues berat merubah haluan lagu tersebut membawa kita kepada sebuah ekstase blues. Lagu ini adalah salam The Black Keys kepada Led Zeppelin. “Run Right Back” memiliki komposisi solid dengan <em>lick</em> gitar menggelitik dan permainan stop ‘n’ go di pertengahan lagu, ditambah sentuhan <em>soul</em> &amp; <em>blues</em> yang manis. Lain pula halnya dengan “Nova Baby”, siapa yang pernah menyangka <em>garage rock </em>terbaik tahun 2011 dimainkan oleh sebuah duo yang sebelumnya diacuhkan oleh orang-orang sebelum mereka memenangkan 3 grammy tahun lalu?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mendengarkan “El Camino” adalah suatu kenikmatan tersendiri. Segala sesuatu yang ada di situ tidak terkesan dibuat atau dipaksakan megah, secara alami 11 lagu yang ada di dalamnya penuh dengan momen-momen kejutan, bahkan untuk orang seperti saya yang sebelumnya tidak pernah percaya kalau musik yang mengagumkan dapat dibuat oleh 2 orang, akhirnya harus mengakui dalam “El Camino” ada sebuah duo yang layak dimahkotai sebagai pionir garage/blues rock ‘n’ roll baru. Ulasan ini adalah salut saya kepada The Black Keys dan “El Camino”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>David Wahyu Hidayat</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/skena-internasional/'>Skena Internasional</a>, <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/skena-internasional/the-black-keys/'>The Black Keys</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supersonicsounds.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supersonicsounds.wordpress.com/814/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supersonicsounds.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supersonicsounds.wordpress.com/814/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supersonicsounds.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supersonicsounds.wordpress.com/814/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supersonicsounds.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supersonicsounds.wordpress.com/814/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supersonicsounds.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supersonicsounds.wordpress.com/814/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supersonicsounds.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supersonicsounds.wordpress.com/814/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supersonicsounds.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supersonicsounds.wordpress.com/814/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supersonicsounds.wordpress.com&#038;blog=2052065&#038;post=814&#038;subd=supersonicsounds&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/17/album-review-the-black-keys-el-camino/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7129bcf6aa81ffa257cdef4dfa91b650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">David Wahyu Hidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-the_black_keys_el_camino_album_cover.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">220px-The_Black_Keys_El_Camino_Album_Cover</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Album Review: Coldplay &#8211; Mylo Xyloto</title>
		<link>http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/17/album-review-coldplay-mylo-xyloto/</link>
		<comments>http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/17/album-review-coldplay-mylo-xyloto/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 12:44:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coldplay]]></category>
		<category><![CDATA[Skena Internasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supersonicsounds.wordpress.com/?p=810</guid>
		<description><![CDATA[Coldplay Mylo Xyloto Parlophone &#8211; 2011   Perjalanan karir Coldplay adalah perjalanan yang diimpikan oleh semua orang yang memimpikan menjadi terkenal melalui musik. Dimulai dengan “Parachutes” satu dekade silam, mereka mungkin masih menjadi favorit kaum indie yang menunggu datangnya sesuatu yang baru. Tapi 11 tahun setelahnya, semua orang, benar-benar semua orang dari semua kaum: indie, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supersonicsounds.wordpress.com&#038;blog=2052065&#038;post=810&#038;subd=supersonicsounds&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-myloxyloto1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-811" title="220px-Myloxyloto" src="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-myloxyloto1.jpg?w=150&h=150" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p><strong><em>Coldplay</em></strong></p>
<p><strong><em>Mylo Xyloto</em></strong></p>
<p><strong><em>Parlophone &#8211; 2011</em></strong></p>
<p><em> </em></p>
<p>Perjalanan karir Coldplay adalah perjalanan yang diimpikan oleh semua orang yang memimpikan menjadi terkenal melalui musik. Dimulai dengan “Parachutes” satu dekade silam, mereka mungkin masih menjadi favorit kaum indie yang menunggu datangnya sesuatu yang baru. Tapi 11 tahun setelahnya, semua orang, benar-benar semua orang dari semua kaum: indie, emo, orang-orang yang melakukan <em>shufflin’</em> setiap hari, goth, hiphop, r’n’b, pecinta k-pop, penikmat dangdut, homo-, hetero-, biseksual, fashionista, semua mencintai Coldplay dengan tarafnya masing-masing. Untuk hal itu, Coldplay sebagai band bisa dibilang sangat-sangat berhasil. “Mylo Xyloto” album terbaru mereka adalah pembuktian akan dogma tersebut.</p>
<p>Diawali oleh titel track album tersebut yang merupakan <em>snippet</em> singkat dengan suara <em>xylophone</em> yang memberikan suasana damai album ini kemudian benar-benar dibuka dengan “Hurts Like Heaven”. Sama dengan judul yang diberikannya, lagu ini seperti suara yang datang dari Atas sana, dengan permainan gitar Jonny Buckland tercurah bagaikan melodi terindah yang pernah kita dengar. Suasana ini segera disambung dengan “Paradise”. Dari surga kita pun melangkah ke keindahan firdaus. Dengan nyanyian “Para..Para..Paradise” yang mau tidak mau mengingatkan kita pada irama “&#8230;Ella&#8230;Ella..Ella” dalam lagu “Umbrella” yang dinyanyikan Rihanna beberapa tahun silam, ini adalah bukti bahwa Coldplay adalah band <em>poptunist</em> sejati yang tahu bagaimana mengkomposisikan sebuah lagu pop dan memenangkan massa itu untuk mereka.</p>
<p>Kesamaan “Paradise” dengan lagu yang dinyanyikan perempuan yang bernama asli Robyn Rihanna Fenty itu bukanlah sebuah kebetulan belaka, karena nona Fenty menyumbangkan suaranya dalam “Princess Of China” dalam sebuah lagu yang dipenuhi dengan hantaman synthesizer yang akan memabukkan kita seperti setetes <em>abisnth</em> di tengah musim dingin. Ekspedisi pop Coldplay di album ini berlanjut dalam “Us Against The World” sebuah nomor syahdu yang hanya menampilkan suara Chris Martin, gitar dan alunan lembut organ.</p>
<p>Untung bagi mereka yang menyukai Coldplay seperti di dalam “Viva La Vida Or Death And All His Friends” terdapat lagu – lagu semacam “Charlie Brown”, “Major Minus” dan “Don’t It Let Break Your Heart” yang  merupakan Coldplay ketika mereka menjadi diri mereka yang terbaik. Suara falsetto optimistis Martin, bergabung dengan delay gitar Jonny Buckland yang di album ini nampak terdengar kalau ia meningkatkan satu tingkat lagi dalam mengeksplorasi gitarnya, adalah sesuatu yang sangat pintar dan layak disandingkan dengan karya – karya Coldplay terbaik sebelumnya.</p>
<p>“Mylo Xyloto” adalah pengukuhan bahwa Coldplay dimiliki oleh semua orang. Mereka tidak lagi memiliki genre. Melalui resep perambahan dunia pop dengan motto “Bila kita tidak dapat melawan, lebih baik kita bergabung dengan mereka” dipadukan dengan sentuhan <em>enoxification </em>yang tersebar di album ini, “Mylo Xyloto” penuh dengan percikan kembang api yang memuaskan semua kalangan di atas. Biarkan telinga dan jiwa kita berbinar dan berwarna seperti sampul album ini yang penuh dengan hingar bingar dan corak warna-warni. Biarkan keceriaan album ini menyelimuti kita.</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>David Wahyu Hidayat</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/skena-internasional/coldplay/'>Coldplay</a>, <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/skena-internasional/'>Skena Internasional</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supersonicsounds.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supersonicsounds.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supersonicsounds.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supersonicsounds.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supersonicsounds.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supersonicsounds.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supersonicsounds.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supersonicsounds.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supersonicsounds.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supersonicsounds.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supersonicsounds.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supersonicsounds.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supersonicsounds.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supersonicsounds.wordpress.com/810/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supersonicsounds.wordpress.com&#038;blog=2052065&#038;post=810&#038;subd=supersonicsounds&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/17/album-review-coldplay-mylo-xyloto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7129bcf6aa81ffa257cdef4dfa91b650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">David Wahyu Hidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-myloxyloto1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">220px-Myloxyloto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Album Review: Noel Gallagher&#8217;s High Flying Birds &#8211; Noel Gallagher&#8217;s High Flying Birds</title>
		<link>http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/17/album-review-noel-gallaghers-high-flying-birds-noel-gallaghers-high-flying-birds/</link>
		<comments>http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/17/album-review-noel-gallaghers-high-flying-birds-noel-gallaghers-high-flying-birds/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 12:31:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Noel Gallagher's High Flying Birds]]></category>
		<category><![CDATA[Oasis]]></category>
		<category><![CDATA[Skena Internasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supersonicsounds.wordpress.com/?p=800</guid>
		<description><![CDATA[Noel Gallagher’s High Flying Birds Noel Gallagher’s High Flying Birds Sour Mash &#8211; 2011 &#160; Segala sesuatu yang pernah diraih oleh Oasis dan sebesar apapun ego yang dimiliki seorang Noel Gallagher, tidak cukup untuk membuat Noel merasa dirinya patut disebut sebagai seorang singer/songwriter terbaik generasinya. Dalam salah satu interview, ia menyebutkan merasa nyaman dengan posisinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supersonicsounds.wordpress.com&#038;blog=2052065&#038;post=800&#038;subd=supersonicsounds&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/noelgallagherhighflyingbirds.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-801" title="Noelgallagherhighflyingbirds" src="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/noelgallagherhighflyingbirds.jpg?w=150&h=150" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p><strong><em>Noel Gallagher’s High Flying Birds</em></strong></p>
<p><strong><em>Noel Gallagher’s High Flying Birds</em></strong></p>
<p><strong><em>Sour Mash &#8211; 2011</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Segala sesuatu yang pernah diraih oleh Oasis dan sebesar apapun ego yang dimiliki seorang Noel Gallagher, tidak cukup untuk membuat Noel merasa dirinya patut disebut sebagai seorang <em>singer/songwriter</em> terbaik generasinya. Dalam salah satu interview, ia menyebutkan merasa nyaman dengan posisinya sebagai <em>lead gitaris</em> yang menyanyikan nomor-nomor akustik aneh waktu sang vokalis tidak berkeinginan menyanyikannya. Berdiri di sisi kiri panggung, ia merasa seperti bagian dari penonton karena dapat menyaksikan rekan-rekannya memberikan waktu terbaik yang pernah dimiliki seseorang dalam sebuah gig Oasis. Julukan yang ia berani berikan kepada dirinya sendiri saat ini adalah seorang <em>songwriter/singer</em>. Berbeda dengan seorang <em>singer/songwriter</em> di mana suara adalah pusat dirinya, bagi Noel lagu yang ia ciptakan dan mainkan adalah sentral dari pertunjukan, bukan dirinya atau suara yang ia keluarkan sambil berdiri di tengah-tengah panggung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ini adalah pernyataan yang sangat merendahkan hati, mengingat statusnya dan lontaran yang sering ia berikan dahulu, bahwa dirinya dan bandya adalah terbesar yang pernah ada. Ia bahkan tidak ingin disebut Noel Gallagher. Proyeknya adalah Noel Gallagher’s High Flying Birds, seakan ini semua adalah sebuah band dan bukan sebuah karya solo dirinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Debut album ini adalah sebuah gambaran Noel Gallagher yang sedang berusaha kembali menemukan kesenangannya kembali menciptakan musik yang kita dengarkan pada saat kita sedang jatuh. Sebuah musik yang akan membangkitkan semangat kita, ketika tidak ada yang percaya lagi dengan kita. Musik yang lebih retrospektif dan jauh dari hingar bingar <em>stadion rock</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“If I Had A Gun” adalah nomor klasik seorang Noel Gallagher dengan lirik sarkasme omong kosong yang pelan-pelan sudah menjadi ciri khas dirinya, “If I had a gun, I’d shoot a hole into the sun, and love would burn this city down for you”. Apa artinya semua ini? Kita tidak perlu memikirkannya jauh-jauh karena melodi lagu ini adalah sebuah <em>hook </em>mematikan yang akan membuat kita mencintainya. “The Death Of You And Me” yang menyusulnya merupakan perpaduan dari dua band yang sangat dipuja Noel yaitu The La’s dan The Coral. Akhir lagu yang diisi oleh suara trumpet seperti suasana sebuah perayaan di New Orleans adalah sesuatu yang tidak akan kita pernah temukan dalam rekaman Oasis manapun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kejeniusan seorang Noel Gallagher pun lalu menapaki puncaknya pada lagu yang sebelumnya sudah banyak dikenal ketika muncul sebagai demo dalam sesi rekaman “Don’t Believe The Truth”, yaitu “(I Wanna Live In A Dream In My) Record Machine”. Lagu yang di album ini sudah mencapai kesempurnaannya dengan latar belakang suara koor Crouch End Festival yang agung dan liriknya yang berkata “Help me defining the light that’s shining on me&#8230;Show me the path’s that leads to all glory” menempatkan album ini kepada suasana semi epik, dan untuk sesaat lamanya kita kembali dibawa kepada suasana stadion penuh dengan pemantik api yang menyala mengiringi solo gitar psikedelia singkat di akhir lagu ini. “AKA&#8230;What A Life” adalah sebuah aransemen yang sangat layak dan kembali keluar dari teritori kenyamanan seorang Noel Gallagher, dengan piano yang menjadi instrumen utamanya dan betempo cepat, nyaris seperti irama lagu dansa akhir 80-an/awal 90-an.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Koor Crouch End Festival kembali membahana di lagu terakhir album ini “Stop The Clocks”. Berawal juga dari sesi rekaman “Don’t Believe The Truth” ini adalah tipikal Noel Gallagher mengakhiri sebuah album. Dengan rentetan gitar <em>backwards</em> dan berbagai macam kebisingan menyudahi lagu ini dengan klimaks, seperti bertolak belakang dengan awal album ini yang tenang dan menapak pelan pada “Everybody’s On The Run”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan di sinilah kita berpijak setelah 42:27 menit mendengarkan karya pertama seorang <em>songwriter/singer</em> yang sangat berpengaruh selama 2 dekade terakhir. Adalah sebuah kelegaan yang sangat, dapat mendengarkannya kembali berkarya dan memberikan lagu – lagu yang berarti kepada kita walaupun di beberapa tempat ia terdengar dapat dikira dan tidak memberikan sesuatu yang baru. Tetapi seperti layaknya berbicara kembali kepada seorang sahabat yang sudah lama tidak kita jumpai, album ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan, bukan karena ia memenuhi nostalgia di diri kita, karena ia memberikan kita cerita-cerita baru yang memang ingin kita dengar darinya. Selamat datang kembali Noel Gallagher.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>David Wahyu Hidayat</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/skena-internasional/noel-gallaghers-high-flying-birds-skena-internasional/'>Noel Gallagher's High Flying Birds</a>, <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/skena-internasional/oasis/'>Oasis</a>, <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/skena-internasional/'>Skena Internasional</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supersonicsounds.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supersonicsounds.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supersonicsounds.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supersonicsounds.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supersonicsounds.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supersonicsounds.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supersonicsounds.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supersonicsounds.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supersonicsounds.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supersonicsounds.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supersonicsounds.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supersonicsounds.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supersonicsounds.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supersonicsounds.wordpress.com/800/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supersonicsounds.wordpress.com&#038;blog=2052065&#038;post=800&#038;subd=supersonicsounds&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/17/album-review-noel-gallaghers-high-flying-birds-noel-gallaghers-high-flying-birds/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7129bcf6aa81ffa257cdef4dfa91b650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">David Wahyu Hidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/noelgallagherhighflyingbirds.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Noelgallagherhighflyingbirds</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Album Review: Kasabian &#8211; Velociraptor</title>
		<link>http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/14/album-review-kasabian-velociraptor/</link>
		<comments>http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/14/album-review-kasabian-velociraptor/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 16:12:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kasabian]]></category>
		<category><![CDATA[Skena Internasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supersonicsounds.wordpress.com/?p=794</guid>
		<description><![CDATA[Kasabian Velociraptor Sony Music – 2011   Entah apa yang akan dilakukan oleh Tom Meighan dan Serge Pizzorno, jika mereka tidak melewati masa remajanya di tahun 90-an. Jika mereka melewatinya di dekade ini, mungkin mereka akan seperti remaja kebanyakan lainnya yang menggilai casting show, melakukan dansa kolektif anthem pesta, dan kecanduan dengan kehidupan sosial dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supersonicsounds.wordpress.com&#038;blog=2052065&#038;post=794&#038;subd=supersonicsounds&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-velociraptor.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-795" title="220px-Velociraptor!" src="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-velociraptor.jpg?w=150&h=150" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p><strong><em>Kasabian</em></strong></p>
<p><strong><em>Velociraptor</em></strong></p>
<p><strong><em>Sony Music – 2011</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Entah apa yang akan dilakukan oleh Tom Meighan dan Serge Pizzorno, jika mereka tidak melewati masa remajanya di tahun 90-an. Jika mereka melewatinya di dekade ini, mungkin mereka akan seperti remaja kebanyakan lainnya yang menggilai <em>casting show</em>, melakukan dansa kolektif <em>anthem</em> pesta, dan kecanduan dengan kehidupan sosial dalam 140 karakter. Untungnya, mereka berdua adalah anak – anak 90-an. Masih punya Liam &amp; Noel Gallagher untuk diidolakan, masih punya cukup waktu untuk menggilai musik dari Ennio Moriccone. Untungnya buat kita semua, dalam Kasabian setelah bubarnya Oasis, kita masih memiliki sebuah band yang patut untuk diidolakan serta memiliki gudang amunisi yang jauh dari memadai untuk memasok kita dengan <em>indie anthem</em> tanpa batasan.</p>
<p>Sesudah mengantarkan “West Ryder Pauper Lunatic Asylum” yang dapat dibilang adalah Kasabian dalam puncak penampilannya, mereka memberikan kita “Velociraptor” yang terdengar lebih garang daripada pendahulunya, tanpa mengurangi unsur-unsur estetika.</p>
<p>Dibuka dengan Morricone-eske “Let’s Roll Like We Used To”, lagu ini adalah sebuah pembuka yang menggambarkan Meighan &amp; Pizzorno muda sedang mengkhayalkan diri mereka melewati horizon yang mereka kenal. Dengan membawa Kasabian sebagai salah satu band terbesar Inggris saat ini, mereka bukan hanya sudah melewati khayalan itu, tapi juga menghidupinya dengan segala kemungkinan yang ada.</p>
<p>Bukti dari hal itu adalah lagu bombastis yang berada di urutan kedua album ini “Days Are Forgotten”. Diawali dengan <em>beat </em>yang seperti berasal dari <em>ghetto blaster</em> sebuah <em>block party</em> di sudut terganas New York, lagu ini menjadi pembuktian kebesaran Kasabian dengan 2 belah lagu yang terbagi dalam sisi indie rock berkualitas nomor satu dan sisi unsur <em>r ’n’ b</em> berkelas. Bahkan dalam salah satu versi remixnya, di mana LL Cool J turut menyumbangkan lontaran rapnya, lagu ini tetap terdengar seperti lagu Kasabian, bukan sebuah lagu indie rock yang ingin merambah pasar baru.</p>
<p>“Goodbye Kiss” yang menyusulnya merubah suasana album ini seperti sebuah <em>grand ballroom</em> di mana setiap orang yang berada di sana ingin melakukan <em>indie waltz</em> ala Kasabian, sedangkan “La Fe Verte” yang versi lainnya juga pernah tampil dalam soundtrack “London Boulevard” membawa suasana khas Inggris yang sebelumnya hanya kita kenal dalam lagu-lagu The Kinks.</p>
<p>“Re-Wired” dengan aliran lagu yang sudah menjadi ciri khas Kasabian seperti dalam “Where Did All The Love Go” dan “Processed Beats” di album – album sebelumnya membuat “Velociraptor” semakin dapat menemukan jati dirinya sebagai salah satu album terbaik yang pernah diproduksi Kasabian. Kemudian “Switchblade Smiles” dengan pola lagu yang aneh penuh dengan suara synthesizer, dan teriakan teriakan di sana – sini membuktikan bahwa Kasabian tidak hanya berdiam di zona nyaman mereka tapi tetap berani melakukan eksperimen dalam lagu – lagu mereka.</p>
<p>Secara keseluruhan “Velociraptor” mensemenkan posisi Kasabian sejajar dengan band papan atas Inggris lainnya seperti Arctic Monkeys. Bila mereka tetap terus mengerjakan pekerjaan rumahnya, bukan tidak mungkin kita akan cepat melupakan hari – hari di mana nama Gallagher bersaudara pernah begitu dominannya menguasai planet musik Inggris.</p>
<p><em>David Wahyu Hidayat</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/skena-internasional/kasabian/'>Kasabian</a>, <a href='http://supersonicsounds.wordpress.com/category/skena-internasional/'>Skena Internasional</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supersonicsounds.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supersonicsounds.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supersonicsounds.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supersonicsounds.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supersonicsounds.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supersonicsounds.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supersonicsounds.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supersonicsounds.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supersonicsounds.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supersonicsounds.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supersonicsounds.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supersonicsounds.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supersonicsounds.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supersonicsounds.wordpress.com/794/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supersonicsounds.wordpress.com&#038;blog=2052065&#038;post=794&#038;subd=supersonicsounds&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/14/album-review-kasabian-velociraptor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7129bcf6aa81ffa257cdef4dfa91b650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">David Wahyu Hidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supersonicsounds.files.wordpress.com/2011/12/220px-velociraptor.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">220px-Velociraptor!</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
