Arsip untuk Januari, 2011

13
Jan
11

10 Album Terbaik 2010

Daftar seperti ini memang seharusnya dibuat menjelang akhir tahun. Tapi karena satu dan lain hal yang dialami di akhir tahun akhirnya daftar ini tidak sempat dibuat di akhir 2010 kemarin. Tapi seperti pepatah berkata, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Musikalis, secara pertunjukkan konser yang saya hadiri di negeri sendiri, tahun 2010 adalah salah satu yang terbaik yang pernah ada. Saya tidak pernah menyangka jika di tahun 2010 saya akan pernah menyaksikan pahlawan pribadi saya bernama Ian Brown di Senayan. Atau mendengarkan “Three Lions” dibawakan langsung oleh The Lightning Seeds di dalam genangan lumpur lapangan ABC senayan. Menambah keabsurdan 2010 adalah melihat kepala plontos Billy Corgan di panggung besar Java Rockin’ Land di Ancol.

Melengkapi pertunjukkan konser tersebut, adalah album – album fantastis yang menemani kita sepanjang tahun. Di bawah ini adalah album – album yang mendefiniskan tahun 2010 untuk saya. Selamat membaca!

David Wahyu Hidayat

10. The Suburbs – Arcade Fire

Tahun 2010, ada dua buah album yang bertemakan tentang kehidupan kota dan lingkungan yang mengitarinya. Yang pertama adalah “The Suburbs” dari Arcade Fire, yang memukau dengan memori akan sebuah sebuah lingkungan suburban yang sekarang telah berubah menjadi sesuatu yang asing, termakan kedewasaan dan kehidupan urban itu sendiri.

Lagu esensial: Ready To Start, Month Of May, City With No Children


09. Come Around Sundown – Kings Of Leon

Album ini bukanlah album kembali akar seperti yang digembar-gemborkan sebelumnya, melainkan pengukuhan tahta bahwa Kings Of Leon adalah band terbesar yang datang dari AS saat ini. Dengan mengabaikan nomor-nomor pemanja telinga kecuali pada “Radioactive” yang sangat ramah terhadap radio dan musik televisi, album ini adalah langkah Kings Of Leon memantapkan diri mereka di puncak musik dunia saat ini.

Lagu esensial: Radioactive, The Face, Pony Up

08. This Is Happening – LCD Soundsystem

Diplot sebagai album terakhir karir musiknya sebagai LCD Soundsystem, James Murphy berpamitan dengan semestinya, di zenit kemampuan musikalisnya. Dengan pengaruh David Bowie era “Heroes”, semangat perlawanan terhadap establishment dunia musik saat ini, dan kumpulan musik cerdas yang terangkum dalam “This Is Happening”, album ini adalah salam perpisahan pamungkas dari salah satu musisi jenius yang pernah datang dari New York.

Lagu esensial: You Wanted A Hit, All I Want, I Can Change

Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “This Is Happening”, silahkan klik tautan berikut ini:

http://supersonicsounds.wordpress.com/2010/06/20/album-review-lcd-soundsystem-this-is-happening/


07. Total Life Forever – Foals

Di album ini, Foals meninggalkan identitas math-rock dan segala embel-embel yang melekat dalam debut album mereka “Antidotes”. Mereka bertransformasi menjadi sebuah band dengan ambisi besar, intelijen tanpa harus memompa kecerdasan itu dengan sesuatu yang artifisial tak beralasan. Dengarkan kemegahan drum dalam “Miami”, atau intro menghanyutkan yang membius bagai anestesi dalam “Spanish Sahara”, dan kalian akan segera mengerti yang dimaksud di sini.

Lagu esensial: Miami, Total Life Forever, Spanish Sahara

06. Butterfly House – The Coral

Ditinggalkan Bill Ryder-Jones sebagai gitaris mereka, tidak membuat The Coral harus kehilangan amunisinya dalam pembuatan sebuah album hebat. Diproduseri oleh John Leckie yang pernah menggawangi The Stone Roses, Muse, dan Radiohead, “Butterfly House” adalah sebuah pengalaman sonik psikedelia yang didasari oleh kelihaian menulis lagu dengan kadar citarasa pop beroktan tinggi.

Lagu esensial: 1000 Years, Butterfly House, Sandhills

05. Ode Buat Kota – Bangkutaman

Album kedua di tahun 2010 yang menceritakan keluh kesah dan keindahan sebuah kota besar. Kepenatan, keceriaan, keruwetan dan tawa bahagia ditampilkan dengan sangat sempurna oleh Bangkutaman di album yang kali ini tidak lagi dipengaruhi oleh musik The Stone Roses tetapi Bob Dylan, Velvet Underground, The Byrds dan The Beach Boys. Setenang gambar Jalan Jenderal Sudirman yang terpampang di sampul depan album ini, sebahagia itu pulalah kita mendengarkan “Ode Buat Kota”. Karena bila kota yang kita tinggali tidak dapat membikin kita tersenyum, paling tidak kita mempunyai sebuah ode buat kota yang dapat memberikan kita sebuah harapan baru.

Lagu esensial: Ode Buat Kota, Jalan Pulang, Catch Me When I Fall

04. The Drums – The Drums

Siapapun yang mengawali sebuah album dengan kata-kata “You’re my best friend, but then you die” bila tidak mempunyai sebuah selera humor yang sangat sarkastik, ia adalah seorang yang sangat pemuram. Syukur pada Tuhan, The Drums adalah sekumpulan muda, yang menciptakan musik ceria, dan lirik untuk tertawa. Diiringi dengan melodi menggelitik, suara bas kering seperti Peter Hook di masa mudanya, dan lirik jenaka yang menggelikan, mungkin pada akhirnya perbandingan dengan Morrissey dan Joy Division itu ada justifikasinya juga.

Lagu esensial: Let’s Go Surfing, Book Of Stories, Forever And Ever Amen

03. Tourist History – Two Door Cinema Club

Blog yang sedang kalian baca ini, menulis pada pertengahan tahun 2010, bahwa Two Door Cinema Club adalah seperti mahasiswa tingkat pertama favorit kalian. Sedangkan debut album mereka “Tourist History” akan menjadi salah satu album favorit kalian tahun 2010. Sebuah album yang akan menyinarkan suasana paling baik di tengah mendung gelap dan gelegar petir. Album yang akan membuat kita berdansa, melupakan semuanya, sampai jiwa kita tergenang basah oleh kebahagiaan yang tidak dapat diambil siapa pun. Setengah tahun kemudian, pernyataan itu masih tetap berlaku, tanpa kekeliruan sedikit pun.

Lagu Esensial: Undercover Martyn, Something Good Can Work, Cigarettes In Theatre

Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “Tourist History”, silahkan klik tautan berikut ini:

http://supersonicsounds.wordpress.com/2010/06/05/album-review-two-door-cinema-club-tourist-history/

02. Contra – Vampire Weekend

Dengan merilis “Contra” di tahun 2010, Vampire Weekend seperti naik kelas dari musik yang ditampilkan dalam debut album mereka di tahun 2008. Dengan keberanian merilis “Cousins”, lagu mereka yang paling mendekati definisi punk sebagai single pertama, Vampire Weekend berhasil menampik semua keraguan dengan mengantarkan “Contra” sebagai album nomor 1 Billboard 200 di bulan Januari 2010. Ditunjang dengan lagu – lagu melodik seperti dalam “Run”, “Giving Up The Gun” dan “Holiday”, album ini definitif adalah sebuah album yang sangat esensial di tahun 2010 dan berhasil menyatukan banyak pecinta musik.

Lagu esensial: Cousins, Run, Giving Up The Gun

Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “Contra”, silahkan klik tautan berikut ini:

http://supersonicsounds.wordpress.com/2010/02/21/album-review-vampire-weekend-contra/

01. High Violet – The National

Bila ada perkumpulan band yang musiknya melukiskan sebuah kenestapaan dan melankoli lalu mengubahnya menjadi sebuah keindahan, maka The National adalah kandidat kuat untuk menjadi pemimpin dari perkumpulan band tersebut. “High Violet” adalah karya sentral dari The National yang akan membuat mereka semakin dicintai oleh orang – orang biasa yang setiap harinya harus berjuang untuk menghadapi kehidupan. Kita akan mencintai The National dan album ini, karena mereka berbicara dan melantunkan suasana hati kita tanpa polesan apapun, sama seperti kita mereka hanya orang – orang sederhana yang mencintai kehidupan ini dan berusaha membuatnya menjadi sesuatu yang paling berharga.

Lagu esensial: Bloodbuzz Ohio, Conversation 16, Lemonworld

Untuk membaca ulasan blog ini mengenai “High Violet”, silahkan klik tautan berikut ini:

http://supersonicsounds.wordpress.com/2010/07/25/album-review-the-national-high-violet/

Untuk membaca 20 lagu terbaik pilihan musik blog ini, silahkan klik tautan berikut ini:

http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/01/12/20-lagu-terbaik-2010/

12
Jan
11

20 Lagu Terbaik 2010

Daftar seperti ini memang seharusnya dibuat menjelang akhir tahun. Tapi karena satu dan lain hal yang dialami di akhir tahun akhirnya daftar ini tidak sempat dibuat di akhir 2010 kemarin. Tapi seperti pepatah berkata, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Musikalis, secara pertunjukkan konser yang saya hadiri di negeri sendiri, tahun 2010 adalah salah satu yang terbaik yang pernah ada. Saya tidak pernah menyangka jika di tahun 2010 saya akan pernah menyaksikan pahlawan pribadi saya bernama Ian Brown di Senayan. Atau mendengarkan “Three Lions” dibawakan langsung oleh The Lightning Seeds di dalam genangan lumpur lapangan ABC senayan. Menambah keabsurdan 2010 adalah melihat kepala plontos Billy Corgan di panggung besar Java Rockin’ Land di Ancol.

Melengkapi pertunjukkan konser tersebut, adalah lagu – lagu fantastis yang menemani kita sepanjang tahun. Di bawah ini adalah lagu – lagu yang mendefiniskan tahun 2010 untuk saya. Selamat membaca!

David Wahyu Hidayat

20. Try It On – Interpol

“I need the sunlight to keep me above you, these moderations” lantunan elegi Paul Banks mengawali lagu ini, diiringi dentingan piano yang menghantui, mengingatkan kita semua setelah semua kekelaman masih ada harapan. Lagu ini adalah secercah harapan dari album Interpol yang kali ini sayangnya tidak sekuat album – album sebelumnya yang telah mereka hantarkan.


19. Song For Dan Treacy – MGMT

Sejak awal, saya selalu skeptis dengan kehadiran MGMT di planet pop kita semua. Mereka terkesan terlalu posh dan hanya mewakili golongan hipster yang sudah terlalu banyak berlalu-lalang berkeliaran. Tetapi setelah berulang kali memaksa diri mendengarkan kedua album mereka, harus diakui dengan lagu seperti ini, mereka punya citarasa yang sangat bagus dan sangat cerdik memainkan referensi mereka, sehingga dapat menghasilkan musik pop brilian seperti ini.


18. Beating The Devil’s Tattoo – BRMC

Gelap, misterius, mengagumkan. Apalagi yang bisa disebut dan dibahas dari Black Rebel Motorcycle Club?

17. Schoolin’ – Everything Everything

Beberapa bulan yang lalu, NME melaporkan bahwa skena musik Manchester sudah jauh melarikan diri mereka dari nama besar The Smiths, The Stone Roses dan Oasis. Dan memang, kutukan nama besar itu tidak lagi terdengar dari musik Everything Everything yang menggunakan rel musik berbeda dari yang diharapkan semua orang tentang musik dari Manchester. Bersama dengan Two Door Cinema Club, band ini adalah jawaban Britania terhadap MGMT.

16. Animal Arithmethic – Jonsi

Tahun 1991 REM menelurkan sebuah single berjudul “Shiny Happy People”. Satu dekade kemudian, Jonsi mendeskripsikan judul lagu itu dengan sangat tepat. Mendengarkan “Animal Arithmetic” kita mendengarkan dan merasakan “Shiny Happy People”, dikelilingi oleh hangatnya sinar matahari, bau musim panas, dengan orang-orang yang tepat, dengan perasaan yang sempurna.

15. Whores Of The Orient – Sajama Cut

Salah satu rilisan lokal penting di tahun 2010 adalah “Manimal” dari Sajama Cut. “Whores Of The Orient” adalah salah satu lagu yang terangkum di dalamnya. Lagu ini seperti menggambarkan suasana akhir tahun dengan sangat pas, bunyi-bunyian glockenspiel dan alat musik tiup menghalaukan kegalauan, tergantikan dengan perasaan megah yang gamang.

14. You Wanted A Hit – LCD Soundsystem

James Murphy adalah sosok pahlawan bagi semua pecundang dunia ini. Bila Mark Zuckerberg adalah pahlawan dunia maya, maka LCD Soundsystem adalah figur paralelnya di dunia elektroindiepunk. Brilian dan jenius.

13. Butterfly House – The Coral

Gerombolan dari Hoylake, semenanjung Wirral itu kembali hadir mengantarkan suasana kosmik psikedelik yang tidak ada lagi bandingannya di planet pop masa kini. Dengan harmonisasi vokal yang menghanyutkan, gitar jingle-jangle yang tidak selalu membawa suasana riang, “Butterfly House” adalah The Coral dalam kedewasaan bermusik mereka.

12. Ready To Start – Arcade Fire

Saya harus membuat pengakuan di sini. Sebelum tahun 2010, saya bukanlah pengagum musik Arcade Fire. Di pertengahan tahun saya secara tidak sengaja mendengarkan “Neighborhood #3 (Power Out)” dari album “Funeral”, sejak itu saya menyerah kepada kesempurnaan musik Arcade Fire. Tahun 2010, adalah tahun di mana mereka menghantarkan “The Suburbs” dan lagu “Ready To Start” menurut saya adalah lagu terbaik di album tersebut.

11. Tighten Up – The Black Keys

Pertengahan tahun 2010, selepas final Piala Dunia. Iker Casillas baru saja mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepakbola. Musim panas, bila itu pernah ada di negara ini, sedang mencapai puncaknya. Saya sedang tidak peduli terhadap segala sesuatu yang ada di sekitar saya, saya hanya ingin menikmati kehidupan. Di saat itulah lagu ini menemani pemutar musik saya setiap saat. Musiknya begitu mempunyai jiwa, sesuatu yang mengagumkan, bila mengingat The Black Keys hanya terdiri dari 2 orang: Dan Auerbach dan Patrick Carney.

10. Total Life Forever – Foals

“Total Life Forever” dan album yang bernama sama, adalah usaha Foals menjauhkan diri dari cap math-rock yang disematkan ke diri mereka. Boleh dibilang usaha itu sangat sukses, musik mereka berkembang menjadi sangat cerdas tanpa harus terkesan dibuat-buat dan artifisial.

09. Everything You Wanted – Kele

Solo album dari vokalis Bloc Party ini memang harus didekati dengan hati – hati dan kewaspadaan. Tapi lagu ini menjadi bukti, bahwa tanpa diiringi ketiga personil lainnya dalam Bloc Party, Kele mampu menciptakan sesuatu yang mengusik telinga, dan mendorong kita semua untuk masuk ke dalam sebuah perayaan.

08. Books Of Stories – The Drums

Morrissey baru? Jelmaan Ian Curtis? Dan berbagai macam tag lainnya sudah pernah disematkan kepada Jonathan Pierce vokalis dari The Drums. Apapun tag yang dilekatkan pada dirinya, The Drums telah mencerahkan langit pop kita dengan keceriaan seperti tiada awan hitam yang pernah datang dalam hari-hari hidup kita.

07. Jalan Pulang – Bangkutaman

Saya tidak akan pernah menyangka bahwa Bangkutaman akan kembali dan mereka kembali dengan sangat dasyhat. Musikalis “Jalan Pulang” adalah keriangan tanpa batas yang mengusir kesuraman ibu kota, secara lirik lagu ini adalah perenungan, akan semua yang telah berlalu dan akan sebuah awalan baru yang penuh gairah.

06. Something Good Can Work – Two Door Cinema Club

Band paling menghibur yang datang dari Britania di tahun 2010. Dengan mencuri suasana kegembiraan MGMT dan efek loop berkepanjangan yang pernah menjadi tandatangan Bloc Party, Two Door Cinema Club memberikan sebuah penyegaran dengan lagu-lagu mereka. “Something Good Can Work” adalah suara kegembiraan 2010.

05. Radioactive – Kings Of Leon

Nashville, tiga kakak-beradik dan satu sepupu, stadion rock, dominasi dunia. TITIK.

04. Andalucia – Doves

Doves tidak pernah berhenti memberikan bius paling menenangkan sekaligus kegairahan yang sangat ke dalam alam bawah sadar kita. “Andalucia” bukanlah sebuah pengecualian, dengan intro gitar bercorak flamenco dan kemegahan tanpa tara, ini adalah penerus tradisi lagu-lagu Doves seperti yang sudah kita terima dalam wujud “Pounding” dan “Catch The Sun”.

03. Run – Vampire Weekend

24 Oktober 2010, hari di mana Vampire Weekend menggelar konser mereka di Jakarta, adalah hari di mana kita berlari ke sebuah tempat yang didefinisikan hanya dan oleh Vampire Weekend. Dengan lagu seperti “Run” dan album mengagumkan bernama “Contra” kita dihanyutkan dalam kesederhanaan melodi dan kecemerlangan bermusik Vampire Weekend. Definitif salah satu momen berkesan 2010.

02. Bloodbuzz Ohio – The National

Saya harus membuat pengakuan kedua di tulisan ini. Sejak lagu ini dirilis di pertengahan 2010, di malam-malam di mana saya sudah terlalu lelah setelah melepaskan diri dari jeratan korporasi laknat yang menghidupi saya, ketika kamar saya sudah gelap, dengan earphone di kuping, pemutar musik digital saya memainkan lagu ini, ketika suara drum itu terdengar, dan suara baritone Matt Berninger menyanyikan “..never thought about love, when I thought about home…”, saya berdansa sendirian di kamar saya yang gelap. Tidak ada hal lain yang mengusik, hanya ada saya, kegelapan kamar dan musik, dan itu adalah sesuatu yang melegakan.

01. Ode Buat Kota – Bangkutaman

Bersama dengan “Aku Cinta J.A.K.A.R.T.A” dari C’mon Lennon, lagu ini adalah lagu terbaik yang pernah ada untuk mendeskripsikan kota yang kita tinggali. Segala kefrustasian, kepenatan, kecintaan dan harapan baru akan ruang kecil dari sebuah kampung besar bernama Jakarta ini, tertumpah di lagu ini. Kita akan selalu merasa benci sekaligus cinta akan kota ini, dan sejauh apapun kita melangkah menjauhi kota ini, atau menghujat kota ini sedalam-dalamnya, kita akan selalu merasakan koneksi yang tidak dapat diputuskan darinya. Lagu ini adalah soundtrack dari itu semua. Jakarta, selamanya.

 

Untuk membaca 10 album terbaik pilihan musik blog ini, silahkan klik tautan berikut ini:

http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/01/13/10-album-terbaik-2010/




 

Januari 2011
S S R K J S M
« Okt   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Categories

Blog Stats

  • 85,710 hits

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.