Sabtu siang yang cerah, mereka yang ingin melarikan diri dari jebakan penuh godaan mal-mal Jakarta, menemukan dirinya di Pasar Seni, Ancol. Di sana, di bawah teriknya Matahari Ancol, dan tiupan angin lemah Laut Jawa, Urban Fest 2009 digelar. Sebuah acara yang menggabungkan pertunjukkan band dan pameran seni lainnya, serta kreatifitas kehidupan Urban.
Di hari pertama acara tersebut, 2 band yang bisa dibilang masuk dalam salah satu yang terbaik yang dimiliki negeri ini, mengisi panggung yang berada di Urban Fest 2009. Band yang pertama adalah Efek Rumah Kaca. Mengisi panggung utama di waktu yang kelewat dini pada pukul 15:30, mereka berhasil menarik pengunjung awal yang berkeliaran di Urban Fest kemarin. Dengan materi yang dipadukan dari album pertama dan kedua, mereka terdengar sangat berbahaya, didukung dengan tata suara cukup baik yang menjadikan suara Cholil terdengar agung dan penuh misteri, terutama di nomor yang dijadikan penutup set mereka waktu itu, “Jalang”. Lagu – lagu seperti “Kau Dan Aku Menuju Ruang Hampa” terdengar mengagumkan, sosok Cholil seperti seorang seniman yang mendalami musiknya dengan sangat dan itu dirasakan mereka yang melihatnya. Dalam “Di Udara”, “Mosi Tidak Percaya” dan “Menjadi Indonesia” mereka tidak hanya memainkan sebuah karya yang menunjukkan kepedulian terhadap apa yang terjadi dengan negeri ini, tetapi juga menujukkan kalau mereka berada di kelasnya tersendiri. Efek Rumah Kaca telah membuka Urban Fest 2009 dengan penampilan yang dashyat.
Memasuki malam, udara lembab masih menguasai pasar seni waktu Polyester Embassy menaiki panggung Prambors. Seperti biasa mereka terdengar solid, memulai dengan sebuah instrumentalia, yang disusul oleh “Orange Is Yellow”. Sebuah nomor baru “Later On” mengalir dengan melodik di tengah perpaduan bas Tomo dan gitar Sidik, yang lalu di bagian akhirnya disambung dengan permainan kibor Elang, dan respon tepuk tangan penonton yang mengiringi seperti instrumen ritmus tambahan. Lagu – Lagu lama seperti “Good Feeling” dan “Polypanic Rooms” memberikan atmosfir sebuah gig yang intim di tengah-tengah kehingarbingaran Urban Fest malam itu. Set mereka malam itu ditutup dengan Fake/Faker, masih dalam balutan suara ethereal yang menghanyutkan, di bawah langit Ancol yang memberikan kita pelarian dari kehidupan urban malam itu.
David Wahyu Hidayat
Efek Rumah Kaca memainkan: Banyak Asap Di Sana, Balerina, Sebelah Mata, Kau Dan Aku Menuju Ruang Hampa, Mosi Tidak Di Percaya, Di Udara, Menjadi Indonesia, Jalang
Polyester Embassy memainkan di antara lain: Orange Is Yellow, Later On, Good Feeling, Polypanic Rooms, Fake/Faker.
Foto-foto dari penampilan mereka bisa dilihat di bawah ini:

















Komentar Terakhir