Pure Saturday
Time For A Change, Time To Move On
Lil’Fish Records – 2007
Satu dekade lamanya kita telah mendengarkan musik yang membolehkan kita kembali untuk bermimpi. Sebuah musik yang akan selalu mendefinisikan suatu rentang waktu, di mana kita pernah tersenyum menikmati segala kemudaan kita yang naif tanpa keresahan sekejap pun.
Masih teringat ketika pertama kali mendengarkan musik band yang tidak bisa lain selain disebutkan dengan kata legendaris bernama Pure Saturday itu. Hati seakan tidak tertahan membendung luapan perasaan euphoria optimismus dan seperti yang sudah disebutkan di atas, akan perasaan untuk mengejar impian masa muda. Hari-hari itu, di mobil dalam perjalanan menembus Jakarta, di rumah, dan setiap langkah kehidupan kita, melodi dari band asal Bandung itu selalu setia menyertai.
Pure Saturday adalah legenda. Tidak akan ada perdebatan lagi tentang hal itu. Tanpa Pure Saturday, band-band indie negara tercinta ini, yang sekarang banyak hadir di pemutar musik portabel kita dan dijual CD-nya oleh toko buku barometer hip kalangan tertentu anak muda Jakarta, tidak akan pernah terbentuk.
Bagi banyak orang, mereka sebegitu berpengaruhnya dalam kehidupan, sampai ketika pita kaset album pertama dan kedua mereka tidak lagi dalam kondisi layak dengar, usaha melestarikan musik penyelamat masa 90-an itu dilakukan, sehingga walaupun dengan suara mengendap musik mereka pun akhirnya masih bisa dinikmati dalam format mp3. Tidak terbayangkan harus melewati satu dekade tanpa musik mereka.
Tapi dengan dirilisnya album “Time For A Change, Time To Move On”, kita tidak perlu lagi mendengarkan file-file mp3 itu, yang terkadang tidak seimbang suaranya antara speaker headphone kiri dan kanan. Dengan berisikan 10 lagu yang diambil dari ketiga album mereka ditambah 2 lagu baru, album ini berfungsi sebagai sebuah retrospektif. Bagi mereka yang mencintai band tersebut, lagu-lagu yang ada di situ tidak perlu diceritakan lagi. Semuanya bermakna, semuanya menceritakan kisah tertentu dalam 11 tahun yang telah berlalu sejak dirilisnya debut album mereka. Untuk mereka fans-fans baru Pure Saturday, album ini adalah sebuah dokumentasi penting akan sebuah era. Akan sebuah keajaiban melodi dari Bandung.
Desember 1996. Di sebuah hari Sabtu, hujan deras mengguyur Jakarta sejak pagi. Tapi itu tidak menghalangi pagelaran sebuah pensi sekolah homogen di kawasan Kebayoran Baru. Menjelang malam, hujan berhenti. Rumput masih basah tergenang air. Band yang dijadwalkan menutup pensi hari itu, tidak lain adalah Pure Saturday. Panitia dan pengunjung lelah, seakan sudah tidak semangat lagi melihat aksi band apapun, yang diidamkan hanyalah hangatnya tempat tidur. Tetapi ketika suara nyaring gitar akustik Suar menyapa dinginnya malam itu, orang –orang berlarian secara serentak ke arah panggung. Tanpa terkecuali. Kepenatan tiba-tiba sirna. Malam tampak bersahabat diiringi oleh musik Pure Saturday. Senyum terkembang di bibir. Di sekellilingmu, teman-teman terdekatmu, pengunjung, orang-orang yang tak dikenal, semua hanya menunjukkan satu hal di muka mereka. Kebahagiaan yang tak terlukiskan. Kebahagiaan murninya sebuah Sabtu.
Malam itu Pure Saturday telah mengantarkan sesuatu yang akan selalu diingat, dan album restrospektif ini mengembalikan semua kenangan itu. Mungkin bila boleh meminjam, kata-kata John Harris tentang “The Stone Roses”, adalah sesuatu yang paling tepat untuk mendeskripsikannya. “(Pure Saturday) created as much magic as any of them. Tell your grandchildren”.
David Wahyu Hidayat
Reviewnya cantik.. old time memories remain ya..
aww great review.. cinta pure saturday
ps is the legend band from indonesia
legenda memang tidak pernah mati. legasinya pun terdengar di band-band muda yang bersliweran saat ini di Indonesia. Whisperdesire salah satunya. Contoh lainnya lagi adalah sebuah band yang menjadi favorit saya akhir-akhir ini bernama OK Karaoke (unduh demo mereka di: http://deathrockstar.info/ok-karaoke/, myspace: http://www.myspace.com/karaokeok).
Man….great review..
bikin gw merinding…semua yg ditulis, deskripsi pengaruh musik PS pas banget. We’ve been there and really experience it. Let’s cherris it.
yupe, let’s cherris it. mereka mendefinisikan bagaimana menjadi seorang muda di tahun 90-an, dan untuk beberapa alasan tertentu, kita tidak pernah bisa keluar dari masa itu ;p
gw bangga atas respon dari semua org yg terdistorsi hidupnya oleh lagu PS, gw mungkin dari sekian byk org yg terpengaruh hidupnya oleh ps, utk bbrp alasan musik ps tdk membuat batasan pendengar musik, jujur saja cukup realistis musik yg ps buat , thanks bro for inspired me for along time, long live ps!!!! 90-an it’s not old gigs but just begin…
dulu, gw smpat nganggap remeh tuh pure saturday. tapi stlh gw dngrin lagu2x, evrything change. salut gw bwt PURE SATURDAY. mereka emng lgnda.
euuuuuuhhhh ini band terbaik indonesia yg pernah g denger
sempurna!!!!
baru tahu kang aiiip teh jadi legenda sekarangmah tp low profile lah
i love pure saturday..
keren2 lagunya.. dibawain dipanggung kampus2 juga ga peka jaman…
benar adanya kalu kalian sebagai panutan band2 indi di indonesia “SAMPAI KAPANPUN”
cinta mati Pure!!!